Menikahi Pria Candu

Menikahi Pria Candu
JANGAN TINGGALKAN AKU


__ADS_3

Sesampainya di gerbang utama, aku menatap ke sekitar. Hanya ada prajurit yang menjaga keamanan disana. Hingga aku mendekat ke arah nya dan bertanya.


“ Lihat pangeran Zhao? ” Tanya ku.


“ Hamba izin menjawab nona, pangeran Zhao sebentar lagi akan datang. ” Ujar nya.


Aku menghela nafas, ternyata aku tidak sia-sia berlari hingga tanpa sadar menginjak batu - batu di jalanan.


“ kakak ipar! Hosh hosh..


“ Nona, anda baik-baik saja?! ” tanya Yuan dengan masih menatap ku.


“ aku tidak papa. Maaf membuat kalian panik. ” kata ku kepada mereka. Mereka hanya mengangguk


“ Siapa yang menyuruh istri pangeran Zhao pergi berkeliaran? ” Ujar seseorang dari arah belakang Yuan dan Devan. Aku sedikit menggeser tubuh ku ke samping dan mengintip. Yuan menundukkan badan dan menggeser posisinya ke pojokan ketika melihat Li dan pangeran Zhao berdiri disana dengan pakaian formalitas nya.


“ Pangeran.. ” Ujar ku dengan bahagia.


Aku langsung memeluk nya tanpa memedulikan mereka yang menatap ku dengan terkejut.


“ Nona.. ” Li menutup mulutnya tidak percaya.


“ Zhao, jangan tinggalkan aku.. Maaf. ” ucap ku pelan sembari menenggelamkan wajah ku di dadanya.


“ Maaf untuk? ” tanyanya.


“ Membuat mu susah. ” Mendongak menatap ke arahnya


Ia terkekeh, aku bisa menatap jelas wajah nya yang menunduk ke arah ku.


Cup!


Satu kecupan singkat di dahi ku membuat ku tercengang beberapa saat.


“ pangeran, kita akan terlambat sampai di sana nanti. ” ucap Li.


Aku menoleh ke arah Li dan kembali menatap ke arah Zhao.


“ Kau tidak akan pergi kemana-mana kan? ” tanya ku penuh harap.

__ADS_1


“ Tidak. Aku akan tetap disini. ” ujarnya.


“ Pangeran.. ” Li terlihat melotot dan menahan bibirnya berbicara ketika Zhao menghentikan ucapannya dengan tangannya.


“ Dia tidak akan pergi! ” ucap ku ke arah Li.


Li pun hanya berdecih dan cemberut. Mendekat ke arah Devan dan berdiri di sampingnya.


“ tapi Zhi, aku hanya pergi sebentar.. ” ucap Zhao.


“ Aku tidak mau kau pergi!! Bukan kah ini perintah dari ibu ratu?! ” bentak ku kepadanya.


“ Zhi jaga kesopanan mu, ini di istana.. ” ucap Zhao.


“ Tidak peduli! aku akan ke istana memohon ampunan kepada ratu. ” ucap ku kemudian mendorongnya dan berlari menuju istana.


“ Li Zhe !! Jangan berlari, gadis ini ... ” Teriak pangeran Zhao yang tak ku gubris.


Aku berlari tak peduli seberapa jauh jarak pintu utama dari istana Chang. Beberapa kali aku terjatuh dan berteriak agar pangeran Zhao menjauh dariku, karena aku tau. Ia hendak mencegah ku, lagi pula ini semua kesalahan ku. aku tidak mau suami ku menggantikan hukuman ku.


Setelah sampai aku langsung terduduk di karpet merah itu yang telah tersedia di dalam istana.


“ Menantu.. ”


“ Ibu ratu. Apa yang kau lakukan untuk suami ku? kau mau mengirimkannya kemana? ” tanya ku menatap ke arahnya


“ Apa? ” Tanya ibu ratu dengan raut wajah yang kebingungan.


“ Berdirilah terlebih dahulu, kenapa pakaian mu sobek sobek begitu. Apa kau mau membuat suami mu di rendahkan karena tak mengurus istrinya dengan baik! ” Ujar ibu ratu.


“ Tidak, aku tidak bermaksud seperti itu... ” ucap ku hendak berdiri.


“ aww... ” desis ku dan hendak terjatuh namun Zhao langsung menangkap ku.


Hap!


“ Sudah ku bilang jangan berlari Zhi!, begini kan hasilnya! ” Pangeran Zhao memegangi kedua lengan ku. Membuat ku menoleh ke arahnya dan mengigit kecil bibir bawah ku supaya tak mengeluarkan rintihan.


“ Maaf.. ” ujar ku pelan.

__ADS_1


“ Bawakan satu buah kursi untuk nona muda Li Zhe! Cepat, ” perintah ibu ratu yang hanya di angguki oleh salah satu pelayan disana..


Tak lama kemudian datang lah pelayan tadi untuk membawa kan kursi untuk ku. Di susul oleh Li, Devan dan Yuan yang baru saja datang.


“ Duduk lah, ” ujar ibu ratu untukku.


“ Maaf, telah merepotkan anda. ” ujar pangeran Zhao dengan sopan.


“ Tidak perlu sungkan anak ku, sekarang katakan. Ada apa ini? kenapa pakaiannya robek seperti ini dan kumuh?. ” ujar ibu ratu menggelengkan kepalanya.


“ Hamba-- ”


“ Maaf ibunda, ini hanya masalah kecil dan terdapat kesalahpahaman di rumah tangga kami. Harap anda tidak ikut campur dalam urusan kami. ” ucap Zhao berlutut kepadanya hingga membuat ku mendelik.


Devan membulatkan bibirnya dengan mata membulat sempurna. Pangeran Zhao yang ia kenal dingin, berubah merendah karena istrinya.


“ Zhao, apa yang kau perbuat dengan istri mu hingga seperti itu? lihatlah, jika tamu datang dari luar melihat pakaian istri mu seperti ini. Nama kerajaan kita akan tercoreng. Mengerti Zhao? ” ucap Ratu menatap Zhao.


” Hamba tidak mendidik istri hamba dengan benar. Hamba pantas di hukum. ” ucap pangeran Zhao.


“ tidak yang mulia! itu tidak benar, Hamba-- ”


Bruk!


“ Maaf atas keteledoran hamba sebagai seorang pelayan! ” Yuan ikut bersujud di samping ku membuat ku menelan Saliva nya.


Ibu ratu menghela nafas. ” Masalah ini kalian selesaikan baik-baik. Zhao, pergi dan rawat istri mu. Kaki nya terluka.. bawalah dia kembali ke kamar. ” ucap nya.


“ baik. Terima kasih atas kebaikan anda. Semoga tuhan memberi umur panjang untuk anda yang mulia. ” Zhao membungkukkan badan sebelum menggendong ku untuk kembali ke kamar.


” Zhao. Pelayan Yuan... ”


“ Ia akan baik-baik saja. Li ada di sana. ” ujarnya.


Aku berdahem dan menekuk wajah ku. “ Lain kali jangan menyusahkan aku! memang kenapa kau tadi berlari sambil menangis tadi? ” tanya pangeran Zhao.


” Zhao. Devan mengatakan kalau kau akan menggantikan hukuman ku karena berdebat dengan adikku.. ” ucap ku.


“ Itu bukan kesalahan mu. Lagi pula ratu juga tidak menghukum siapapun, Devan membohongi mu. ”

__ADS_1


“ Apa! ” Teriak ku terkejut.


__ADS_2