
Zhi memutar pedang nya ke belakang hingga pedang Hua menggores pedang nya. Hua mundur ke belakang dan Zhi yang menyempurnakan tubuhnya menatap ke arah Hua.
Sekarang posisi mereka berhadapan langsung dengan mata yang tajam. Hua tertawa membuat Zhi mengerutkan dahinya.
“ Kau sangat lucu. Langsung menyeret ku kesini, begitu agresif sekali kau. ” ucap Hua.
Zhi tersenyum. Tapi ia ingin segera menyudahi aksi ini hingga dirinya langsung berlari dan kembali menyerang Hua. Dengan cepat Hua langsung mengalihkan pedang nya untuk menghindari pedang Zhi di depan matanya persis. Hua mengamuk, ia menangkis pedang Zhi dan menyerang Zhi kembali.
Dengan telaten juga Zhi langsung mengalihkan pedang nya ke sebelah kanan dan ke kiri sesuai pedang itu tertuju kepadanya. Zhi menusuk Hua di jantung nya belum sempat lebih dalam Hua langsung menendang perut Zhi hingga wanita itu mundur dan memegangi perutnya.
Krang!!!
Hua melempar pedang yang tadinya mau menusuk jantungnya kebawah. Ia tersenyum remeh kepada Zhi.
“ Kau kalah. Sekarang kau harus menuruti permintaan ku ini-- ”
Srreettttttt
jlebbb
Hua melebarkan matanya bersamaan dengan Zhi yang langsung melotot ketika Hua langsung ambruk dengan pedang menembus jantungnya.
“ Zhao!!! ” Teriak Zhi marah.
Di sisi lain kondisi Devan dan Pangeran Xing sedang membantu warga melepaskan ikatan dan membantu warga untuk menjauh dari tempat tersebut.
__ADS_1
Membiarkan prajurit di istana yang telah kembali berhasil melawan musuh di hutan tadi menyerang kembali mereka yakni anak buah Hua.
“ Aku akan membantu menyerang mereka. ” ucap Devan yang hanya diangguki oleh Pangeran Xing yang tau tugasnya skrg apa.
Sementara Devan membantu memusnahkan semua bawahan dari Hua. Pangeran Xing menatap warga Zhi dengan pandangan berbeda. Kemudian pangeran Xing menghilang dari tempat untuk menyusul Zhi.
**
“ Aku membenci mu, Zhao! ” Teriak Zhi menatap marah kepada Suaminya itu.
“ Zhi aku tidak bermaksud membuat mu marah. Aku hanya tidak ingin ku terluka. ” jelas Zhao.
“ Tapi kau telah membunuh nya Zhao, aerrghhh!!! ” Erang Zhi marah hingga dirinya menebang pohon disana dengan sekali tebasan. Tadi secara spontan pedang yang dibuang itu kembali ke asalnya dimana pedang itu di simpan misterius ditempat yang tidak bisa di deteksi.
“ Zhi! ”
“ berhenti! Jika kau melangkah aku tidak yakin kau akan selamat. ” Zhi menunjuk ke arah Zhao dengan ujung pedang nya.
Mata Zhi merah menyala, membuat Zhao mau tidak mau harus mengiyakan ucapan Zhi sebagai istrinya.
Tap tap tap
Pangeran Xing langsung terdorong ketika dirinya berhasil portal menggunakan kekuatannya ke tempat Zhi. Tak jauh dari kakinya ia bisa melihat darah yang berceceran banyak di tanah.
Dan dirinya melototkan mata ketika Hua mati mengenaskan dengan dua tusukan di dada. Ia mencari keberadaan Zhi dan berhasil. Dirinya mendengar suara besar seperti dentuman. Sontak saja dirinya berlari menatap ke arah pohon besar yang tumbang.
__ADS_1
” Zhao, ” Pangeran Xing menatap Zhao.
Zhao menatap ke arah pangeran Xing datar. Bahkan sama sekali dirinya tak ada Sikap sopan didepan penguasa alam ditempatnya. Sekali lagi Xing dibuat terkejut menatap Zhi yang sedang di ikat di pohon.
“ Brengsek kau Zhao! lepaskan aku!! ” Teriak Zhi.
Pangeran Xing menoleh ke arah zhao yang terdiam tenang ditempatnya. Bahkan tak ada pergerakan di posisinya.
“ pangeran Xing, berhenti. Zhi adalah istri ku, dengan kau melepaskan ikatan itu kau adalah musuh ku. ” ucap Zhao menatap punggung pangeran Xing yang langsung berbalik badan menatap ke arahnya.
Pangeran Xing pun langsung berkomentar setelah menghentikan jalannya. “ Kau menyakiti seorang wanita, di alam ini ada peraturan yang baru saja kau langgar. ” ucap Xing berusaha menyudutkan Zhao.
“ dalam hukum alam ada juga pendidikan yang harus di ajarkan oleh suami kepada istrinya. Ini adalah cara ku mendidik istri ku dengan benar, menghukum nya. Anda tidak berhak mencampuri urusan kami berdua, pangeran. ” ucap Zhao dingin.
“ Kau mengatakan ini adalah ajaran suami kepada istrinya? kau menyakiti seorang perempuan, Zhao!! ” ucap pangeran Xing.
“ Kembalilah pangeran. Anda tidak dibutuhkan, disini anda malah memperkeruh suasana. ” ucap Zhao melirik ke arah Zhi yang masih meronta menatap tali yang mengikat badannya.
“ Baiklah. Nanti kan hukuman alam untuk mu. ” pangeran Xing kemudian menghilang disana.
Zhao pun mendekat ke arah Zhi. Memegang pundak gadis itu yang membuat Zhi mendongak tajam ke arah Zhao.
“ Lepaskan! ”
Zhao mengangkat tubuh Zhi dengan satu tangannya dan menghilang dari sana membuat tali yang mengikatnya tadi merosot kebawah.
__ADS_1