
Hingga malam hari pun tiba, setelah telapak kaki hingga ke lutut di tangani oleh tabib. Ibu ratu meninggalkan ku setelah berbincang dengan ku. Masalah pelayan Yuan ia hanya di suruh untuk membersihkan dapur karena tidak menjaga ku dengan benar dan membantu ku keluar dari istana.
Sedangkan Li ratu menyerahkannya kepada Zhao untuk ditangani sendiri. Ternyata Zhao pergi bukan karena mengganti kesalahan ku atau hukuman ku. Melainkan karena pertemuan dua kerajaan untuk membahas soal kerja sama.
Sedangkan Devan, pria itu di hukum menghafal tugas-tugas istana di perpustakaan dan di awasi oleh Guru pribadi yang di sewa.
Tak seberapa lama, aku mendengar seseorang kembali membuka pintu membuat ku menoleh ke arah pangeran Zhao yang berjalan mendekati ku.
Aku gugup, tatapannya tajam seraya ingin menerkam ku pada saat itu juga. Hingga pada akhirnya aku terpojok di tembok. Benar saja apa yang aku takutkan, ia mengunci ku di bawah nya. Membuat ku menelan Saliva dengan kuat sembari menatapnya.
“ pangeran, apa anda tidak mandi? ” ujar ku dengan gugup.
“ oh.. mau mandi bersama? ” tanyanya.
“ Pangeran, hamba tidak bisa ikut mandi bersama. Luka di kaki hamba masih sakit dan basah. ” ucap ku.
“ Bisa-bisa nya kau mencari alasan. Tch. ” ucap nya lalu berdiri.
“ Pangeran, bukan maksud hamba untuk menolak permintaan anda! ” teriak ku.
“ Lalu? Kapan kau akan melaksanakan tugas mu sebagai istri itu, huh! ”
” Kapan-kapan.. ” ucap ku.
Ia berdecak. ” bersiaplah, kapan-kapan yang kau maksud itu aku akan menagihnya. ”
” Pangeran! ” Teriak ku dan ia langsung menyunggingkan senyum dan pergi
Aku menghela nafas lega setelah berhasil lolos dari suami ku itu hari ini. Tapi kembali blushing ketika aku mengucapkan ucapan ku tadi.
” Bodoh! kenapa aku mengucapkannya. Kau kan tidak menyukainya, Li Zhe. Ingat alasan mu berada disini karena apa!!! Kau tidak bisa menyerahkan mahkota mu kepadanya. ” ucap ku dan menutup wajah ku dengan bantal.
Di luar, pangeran Zhao tersenyum simpul. Sudah cukup rasa kecewanya sudah di basmi oleh ketakutan dari Li Zhe.
Ia berjalan ke arah dapur, mengambil air lalu memasak nya terlebih dahulu hingga air itu setengah mendidih. Beberapa koki melihat heran ke arah pangeran Zhao. Untuk siapa pula air hangat itu, Fikir mereka.
“ Ambilkan handuk kecil, warna putih saja. ” ujar pangeran Zhao.
“ ini pangeran, ”
“ terima kasih, silahkan lanjutkan masak nya. Oh ya, untuk hari ini. Siapkan satu porsi makanan dan satu porsi bubur tanpa rasa ke kamar ku, ” ujar pangeran Zhao lalu pergi tanpa mendengar persetujuan para Koki.
__ADS_1
“ Baru pertama kali pangeran Zhao menginjakkan kaki ke dapur, ”
“ Ya, ia juga memasak sendiri air hangat untuk seseorang. Kira-kira siapa ya? ”
“ *Bukankah pangeran sudah menikah? Pasti untuk istri nya lah! dengar dengar aku tadi melihat pangeran menggendong istrinya tadi. ”
“ Apa? bukankah pangeran Zhao kabur di hari pernikahannya! ”
“ Tetap saja, perjanjian pernikahan sudah di tentukan. calon sudah dirumah maka mereka sudah menikah*! ”
“ jangan bergosip! Apa kalian sudah tak sayang pekerjaan, Hah!! ”
Li mendobrak pintu dengan tangannya. Sontak saja koki langsung menundukkan kepalanya dengan wajah pucat. Li hanya berdecih dan mengambil air putih dan membawanya keluar dari dapur.
“ Jika kalian ketahuan ngegosip lagi, sudah aku pastikan kalian di pecat dan tidak bisa bekerja disini lagi! ” Ancam Li kemudian pergi dari sana.
Para koki kembali melanjutkan pekerjaannya setelah mendapatkan tatapan tajam dan mengintimidasi dari nya.
Jauh dari dapur, pangeran Zhao kembali datang dengan baskom air hangat dan handuk di sebelah baskom tersebut. Li Zhe yang sedang membaca buku menatap heran ke arah pangeran Zhao. Kenapa dirinya membawa air panas?
“ Pangeran Zhao, anda membawa apa? untuk siapa? ” tanya ku.
“ Pangeran Zhao, anda membawa air ini untuk siapa? Hangat ya? ” Ujar Li Zhe menebak ia mendekatkan wajah nya ke uap-uap air itu. Membuatnya bisa merasakan kehangatan dari air itu lewat uap.
“ Lepas baju mu, ”
“ apa!! Anda jangan— ”
“ Jangan macam-macam? Kenapa? aku suami mu. Aku berhak atas tubuh mu, ” ujar pangeran Zhao lagi-lagi memotong ucapan Li Zhe.
“ Pangeran, kan bukan saat ini!”
” lalu kapan, hm? ” tanyanya.
Aku menggeleng memelas menatapnya. Ia diam di posisinya
“ Pangeran, ” panggil Li Zhe pelan.
“ Ada apa? ” ujar pangeran Zhao dingin.
Li Zhe menjadi takut, aura dinginnya menambahkan kekuatan bahwa pangeran Zhao benar-benar ingin merenggut kesuciannya.
__ADS_1
“ Pang— ”
“ aku tidak akan macam-macam, aku hanya ingin memandikan mu. Aku tahu benar, orang yang sakit jika ingin mandi harus di seka tubuh nya. ” ujar pangeran Zhao.
“ Diam berarti iya. ” ucap pangeran Zhao mendekatkan tubuh nya.
“ Pangeran hamba tidak ingin mandi! ” Ucap Li Zhe cepat.
“ Lalu? ” Tanya pangeran Zhao.
“ H-Hamba.. hamba capek pangeran, hamba hanya ingin tidur. ” ujar Li Zhe.
“ Tidur bersama? ” Tanya pangeran Zhao.
“ Em.. tapi jangan melakukan sesuatu ya! ” Ujar Li Zhe.
“ Iya baiklah, memeluk? ” Izin pangeran Zhao.
“ I-iya baiklah, ” ujar Li Zhe Malu.
Ia pun membaringkan tubuh nya di pojokan, pangeran Zhao menutup tirai kamar tidurnya. Lalu membuka pakaian nya, melihat itu Li Zhe hanya meneguk saliva nya menatap jelas pantulan otot kekar dibalik jubah lapisan baju itu. Kemudian Zhi membaringkan tubuhnya membelakangi pangeran Zhao.
Pangeran Zhao tersenyum, lalu membaringkan tubuhnya. Menatap langit-langit hingga ia terpejam.
Sedangkan Li Zhe yang tak bisa tidur pun cemberut. Ia membalikkan tubuhnya ke arah pangeran Zhao.
“ Ternyata kau hanya menggoda ku saja ya! Dasar, pangeran Zhao mesum. ” gumam Li Zhe geram. Lalu ia terkekeh dan tangannya mulai meraba ingin memeluk pangeran Zhao yang hanya memakai celana panjang berwarna putih dan kaos berwarna putih itu.
Tapi tidak, ia kembali menarik tangannya. Ia takut untuk memeluk pangeran Zhao. Jika do raba-raba bagaimana? Lho eh!
Hingga pada saatnya pangeran Zhao berbalik badan dan menggerang. Membuat Li Zhe hanya diam merasakan pangeran Zhao memeluknya.
“ Pangeran Zhao, jika aku terlanjur nyaman. Sudah ku pastikan, kau tidak akan pernah tenang ku buat. ” gumam Li Zhe. Lalu ia juga memejamkan matanya.
Tanpa ia sadari, pangeran Zhao yang hanya pura-pura tidur itu tersenyum. Membuka mata nya secara perlahan.
“ Jangan salahkan aku jika aku terlalu posesif ketika terlanjur mencintai mu. ” ujar pangeran Zhao.
“ Iya, ” balas Li Zhe.
Pangeran Zhao tersenyum dan terkekeh. Rupanya Li Zhe juga pura-pura tidur. Hingga pada akhirnya mereka tidur saling berpelukan.
__ADS_1