Menikahi Pria Candu

Menikahi Pria Candu
ACARA KE KERAJAAN FANG


__ADS_3

“ akh .. ” Bao mengeluh sakit dikala lengannya tergores pedang oleh musuhnya. Ia langsung berjongkok memegangi lengannya yang sobek dan berdarah. Mendongak menatap musuhnya dengan tajam.


“ Maaf tuan. ” ucap nya kemudian menaruh pedang dan membantu Bao berdiri.


“ Sudah tidak papa. Pergilah, obati luka mu sendiri. ” ucap Bao yang memang sudah tau akan luka dari musuhnya karena ulahnya..


“ Baik tuan, terima kasih atas perhatiannya. ” ucapnya kemudian pergi.


Zhao berjalan meninggalkan lapangan latihan sembari memegangi lengannya. Ia langsung menghentikan langkahnya dikala melihat Zhao didepannya. Ia langsung menunduk tanpa berani melihat Zhao didepannya.


“ Kau terluka? ” tanya nya.


“ Iya, luka sedikit. ” ucap Bao.


“ Ikut aku. ” ucap Zhao.


Zhao kemudian berbalik badan berjalan diikuti Bao dibelakangnya. Mereka berjalan dengan keheningan, beberapa pelayan yang melihat hanya berani menundukkan badan.


Sampai disebuah kamar Bao menghentikan langkahnya sembari menatap sekeliling. Ia mengerutkan dahinya kebingungan dengan lokasi rahasia di kediamannya.


“ Dari mana ini ada? aku tidak tahu jika ada tempat khusus obat dikediaman ku. ” ucap Bao.


Zhao menyunggingkan senyum nya. “ Untuk apa kau tau? Ruangan ini hanya khusus aku saja yang boleh masuk. ” ucap Zhao sembari menarik tangan Bao untuk duduk.


“ Maaf jika saya lancang. ” ucap Bao menundukkan kepalanya.


“ Kau sudah besar, tidak kecil lagi. Fokuslah berlatih pedang untuk menjadi panglima perang. ” ucap Zhao.


“ Iya. ” ucap Bao.


“ lepaskan pakaian mu. ” ucap Zhao.


Bao mengangguk dan melepaskan pakaiannya yang terdiri dari beberapa lapis. Sejenak Zhao menatap ke badan Bao itu.


“ Badan mu sudah terbentuk sempurna. ” ucap Zhao.

__ADS_1


Bao langsung blushing ketika Zhao mengucapkan kalimat itu.


“ Rajinlah berlatih pedang, karena kau seorang pria. Jangan menggunakan kekuatan mu untuk menyakiti perempuan. ” Ucap Zhao sembari mengoleskan obat. Matanya lekat menatap luka yang cukup dalam itu.


Sejenak Zhao terdiam kemudian mengoleskan obat sampai ke dalam. Bao memejamkan matanya menahan sakit.


Kemudian Zhao mengambil perban di depannya, memutari lengan Bao hingga ia merapatkan perban itu.


“ Selesai. ” ucap Zhao.


Zhao membereskan botol obat dan menaruhnya di laci kembali. Sedikit memutar dan membuka laci lainnya untuk mengambil satu botol obat.


Sementara Bao ia kembali memasangkan pakaiannya ke tubuhnya. Hanya pakaian putih saja yang ia pakai.


“ Ini obat untuk mu, nanti suruh dayang menggantikan perban di lengan mu. ” ucap Zhao.


“ terima kasih kaisar.. ” ucap Bao.


Zhao mengangguk. Ia berjalan hendak meninggalkan Bao, namun ia kembali berbalik badan menatap punggung Bao yang hanya diam.


Bao tertegun dan berbalik badan, ia menggelengkan kepalanya.


” Jangan merahasiakan apapun dari ku. ” ucap Zhao menatap lekat Bao.


“ maaf.. ” ucap Bao.


Zhao menghela nafasnya. Kemudian dirinya pergi dari ruangan obat-obatan. Namun langkahnya kembali terhenti dikala Bao memanggilnya dari kejauhan.


“ Kaisar! ” ucap Bao.


“ Ada apa? ” tanya Zhao menatap Bao yang ada didepannya.


“ Apa kau akan menghadiri acara nanti malam? ” tanya Bao.


Zhao mengangguk. “ Boleh aku ikut? ” tanya Bao

__ADS_1


Zhao mengangguk. “ benarkah? terima kasih kaisar.. ” ucap Bao dengan tersenyum merekah.


“ Untuk kali ini saja. ” ujarnya kemudian pergi


“ Terima kasih, terima kasih banyak. Aku berhutang Budi pada mu kaisar.. ” ucap Bao tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih.


Bao sangat senang. Dirinya akan bertemu dengan wanita yang sempat ia kagumi. Beberapa bulan yang lalu istana Chang mengundang beberapa kerajaan untuk rapat, dan tanpa sengaja ketika Bao mengikuti acara itu salah satu tamu undangan membawa putri nya.


Tapi putri itu bercadar, usianya masih sangat muda. 15 tahun, itu berarti 5 tahun lebih muda dari dirinya. Dan ketika dirinya tahu akan ada acara di kerajaan Fang dan diperbolehkan untuk ikut. Bao rasanya melupakan rasa sakit yang ada di lengannya.


Ia langsung lari dengan sumringah menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang


“ Aku ikut, yeeee!!! ” Teriaknya senang.


Beberapa pelayan yang tak sengaja lewat langsung melotot kaget.


“ Apa itu suara dari pangeran Bao? ” tanya nya.


“ Sepertinya iya, suaranya keras dari kamar. ” Pelayan 2 ikut berkomentar.


“ Sudah lama aku tidak mendengar tawaan ini, semoga tuhan selalu memberkati pangeran. ” ucap nya dengan bahagia.


“ Iya sama aku juga, ayo lanjutkan tugas kita. Nanti kaisar akan datang ke acara, sangat memalukan apabila ada kekurangan. ” ucap nya.


“ Iya-iya. ”


Sementara Zhao yang berpapasan dengan Li langsung menatap Li.


“ Kaisar, ada seseorang yang mau bertemu dengan anda. ” ucap Li.


“ Iya. ” Sejenak Zhao diam.


“ persiapkan satu kuda lagi, seseorang akan ikut dengan kita. ” ucap Zhao.


Li mengangguk saja. Kemudian mereka pergi ke aula untuk menemui tamu yang datang hari ini.

__ADS_1


__ADS_2