
Li zhe menatap perlahan wajah dibalik punggung kekar itu. sebelumnya Zhi sudah melemahkan naga itu dengan separuh kekuatan pedangnya. Tak di sangka naga yang ia remehkan sangat kuat bahkan tak ampuh ketika Zhi menusuk jantung nya. Yang ada cahaya merah malah muncul dan membuat matanya sakit hingga jatuh.
“ kau siapa? ” tanya Zhi kemudian terkejut menatap seorang pria berambut putih dengan tanda merah di tengah kedua alisnya.
“ Kau! Akhhh!! ”
Bruk!
Lelaki itu mendorong tubuh Zhi hingga wanita itu terjatuh. Zhi mendongak menatapnya dengan kedua alis mengerut. Lelaki itu mundur dan menyerang Zhi kembali.
Pertarungan sengit itu di tonton oleh warga setempat. Banyak warga yang berdatangan melihat aksi bunuh membunuh ditempat itu. Terlebih lagi seorang Li Zhe istri pangeran Zhao serta menantu Ratu istana Chang menyerang naga seorang diri dengan kekuatannya.
Li Zhe terus menyerang nya hingga dirinya sendiri terjatuh ke belakang dengan mata melotot menatap pedang itu yang hendak menyentuh lehernya.
BRUK!
Sekali lagi Zhi langsung menelan ludah menatap pria itu. Zhi menatap pergerakan dari mulut pria itu seolah membaca sesuatu. Tapi entah mengapa Zhi tak bisa mendeteksi nya.
“ Nama ku Xing Yu Rou. Dinasti Ming abad ke 13, seorang pangeran sekaligus pemilik tanah yang kau tempati. Aku mengizinkan mu untuk tinggal disini namun kau malah mengusik kehidupan ku. Mengapa? ” Tanya nya dengan wajah dingin. Mata biru itu menatap lekat wajah Zhi di depannya yang tertutup cadar.
“ Xing Yu Rou? aku tau legenda itu! Seorang pangeran yang di kutuk menjadi seekor naga. Ku kira itu salah. Tapi, seperti nya itu benar. ” Zhi berdiri sambil mengibaskan bajunya. Menatap lekat pangeran Xing di depannya.
“ Kau seorang wanita, nona. Kau telah mengusik tempat ku di hutan ini 2 kali dan menganggu ketenangan ku. ” intonasi pria itu mulai membentak wanita di depannya.
__ADS_1
Bruk!
Li Zhe berjongkok tepat di depannya dengan menundukkan kepalanya sebagai bentuk penghormatan.
“ Li Zhe!!! ” Teriak Zhao menghadang pria itu yang hendak menusuk Zhi dengan pedang nya. Matanya lekat menatap pria di depannya itu.
“ Ohh Pangean Zhao, salam untuk mu. ” ucap nya dengan tenang.
” Pangeran Xing, hamba memohon pengampunan untuk istri hamba. Hamba kurang mendidiknya. ” ucap Zhao.
Pangeran Xing sempat terdiam menatap Zhao. Masih ada kesal dan emosi di dalam dirinya karena seseorang menganggu aktifitasnya.
“ Baiklah. Tadi aku hanya bermain-main saja dengan istri mu. Jangan marah. ” ejek nya memukul pelan bahu Zhao.
“ baik. Sekali lagi hamba meminta maaf. ” ucap Zhao yang hanya di angguki oleh pangeran Xing.
“ Kenapa kau menyerang ku? ” tanya Xing.
“ Maaf kelancangan hamba pangeran. Hamba hanya ingin mendapatkan batu mulia merah itu untuk pengobatan dan keabadian umur hamba. Hanya untuk bisa membantu warga yang kesulitan. ” ucap Zhi.
“ benarkah? itu cita-cita mu? ” tanya Xing.
“ Bukan. itu hanyalah kesenangan saya dalam membantu warga, saya tidak bisa membiarkan mereka menderita dibalik kejam nya pemimpin kepada mereka. ” ucap Zhi.
__ADS_1
“ Zhao. Istri mu mengatakan hobi nya kepada ku, apa kau pernah bertanya hobi nya kepadanya? ” Sindir Xing melirik Zhao.
“ Itu menjadi urusan pribadi hamba pangeran. ” ucap Zhao.
“ Haha benar juga. ” Tawanya.
Xing kemudian berubah menjadi naga. Ia mendekat ke arah Zhi yang melotot menatap Xing yang mendekat. Dengan menundukkan kepalanya di hadapan Zhi. Xing membiarkan tangan Zhi yang perlahan menyentuh dahinya.
Srek!
Batu itu terlepas di antara kedua alis naga. Xing tersenyum dan merubah diri kembali menjadi manusia normal. Ia terlihat bertepuk tangan.
“ Kau bisa mengambil itu dengan mudah, nona. Aku sangat kagum melihat tangan mu yang sakti. ” ucap nya.
“ memang.. apakah sebelumnya tidak ada yang berani mengambil batu ini? ” tanya Zhi.
“ Tidak juga. Mereka menukarkan nyawa mereka dengan batu itu hanya demi keabadian. Dan setiap orang yang tidak ditakdirkan, akan mati secara sia-sia dan menjadi budak di sungai Amazon. ”
Zhi terkejut, kemudian dirinya menatap batu merah yang ada di tangannya itu. Secara tidak langsung dirinya adalah orang yang termasuk beruntung.
“ Pangeran Zhao. Jangan salahkan aku jika istri mu tadi mati karena merebut permata mulia ku. Ia yang mau mengambilnya. ” Tawa nya.
” Tentu saja tidak pangeran. Lagi pula, itu kesalahan istri saya. ” Zhi langsung melirik ke arah Zhao.
__ADS_1
“ Terima kasih pangeran Xing. Secara terhormat anda telah memberikan batu ini kepada saya. Saya akan bersedia melakukan apapun dengan kecuali an keluarga saya. ” ucap Zhi.
“ Baiklah. Saya menunggu itu, ingat. Janji mu,” ucap Xing kemudian pergi dengan cepat lewat jalur naga.