
Sejak kepergian dari Zhi setelah mengetahui penyakit Zhao. Ratu meninggal dunia sebab serangan jantung mendadak karena ulah Zhi. Mengakibatkan semua orang panik sendiri karena tak ada wewenang yang memerintah mereka. Namun Zhao yang mengingat dirinya seorang putra tunggal dari yang berkuasa. Ia dinaikkan tahta pada hari itu juga hingga semua alih yang seharusnya dilaksanakan oleh Zhi tergantikan oleh suaminya sendiri.
Entah kemana perginya Zhi sekarang. Zhao menatap sedu kayu yang terbakar itu didepannya. Disaksikan banyaknya warga di tengah ladang yang luas. Tak ada istri yang mendampinginya.
“ paman.. ” Panggil Xiao Bao.
Zhao menoleh ke kanan dan menunduk menatap wajah anak kecil itu yang tingginya hanya setara di pinggangnya saja.
Zhao tidak bergeming, dirinya mengalihkan pandangannya kembali ke arah api yang masih menyala besar itu.
Sejenak Bao menoleh ke arah Kai. Wajahnya pucat, ia memanggil paman saja karena paksaan dari Kai. Ia mau karena Kai yang memberikan rujukan kecil untuknya. Namun melihat penolakan langsung dari Zhao tanpa sepatah kata pun membuat Bao kecewa karena kepercayaan diri nya gagal total.
“ Tenang, biar aku yang bicara.. ” ucap Kai kepada Bao.
Ia mengangguk kecil dan membiarkan Kai bergeser mendekat ke arah Zhao disebelahnya. Kai menatap arah pandang Zhao.
“ Aku tidak tahu seberapa lukanya kau saat ini, tapi aku tahu kau akan kuat menghadapi rintangan demi rintangan keesokan harinya. ” ujar Kai.
Zhao masih diam. Ia mendengar kan namun tak ada respon dari Zhao.
“ Ku tahu kau mungkin stress karena kaburnya istri mu,tak ada orang yang menyemangati mu disaat-saat seperti ini. Tapi Xiao Bao, anak kecil itu di pungut oleh Zhi karena kasihan. Anak kecil yang dibuang oleh orang tuanya, entah karena apa. Sampai saat ini kita belum menemukan orang tuanya. ”
“ Apa maksudmu kita? ” tanya Zhao.
__ADS_1
” Aku dan Zhi. Kami memutuskan merawatnya, tapi aku sakit hati dikala Zhi melupakan kami dan memilih mengurus istana sejak hidup bersama mu. ” ucap Kai.
“ Kau pasti suka bukan? aku berada di posisi mu ketika di tinggal Zhi. ” ucap Zhao.
Kai tersenyum tipis. “ Tentu, tapi ketika Zhi hilang tanpa pengawasan dari orang yang ku tahu itu lebih menyakitkan. ” ucap Kai.
Zhao menutup matanya, ia memalingkan muka ke arah lain.
“ Aku hanya mempunyai Xiao Bao kecil yang menemani ku, tapi aku tahu bahwa kau lebih berhak mengurusnya timbang aku. ” ucap Kai yang langsung membuat Zhao menoleh.
“ maksudmu? aku? ” tanya Zhao menunjuk dirinya sendiri.
“ Aku tidak menggunakan gelar kaisar mu untuk merawat Xiao Bao. Tapi dia adalah anak pertama dari Zhi, biar aku kasih satu rahasia. Zhi tidak bisa melahirkan anak. ” ucap Kai yang langsung mendapatkan Bogeman dari Zhao.
“ Perhatikan ucapan mu itu! ” ucap Zhao sembari memegang erat kera baju milik Kai.
Warga terkejut melihat pertengkaran pria asing dengan seorang kaisar new. Tentu saja menghebohkan, ketika ditengah acara kematian ratu malah ada yang bertengkar terutama Zhao sendiri yang memulai memukul Kai.
Devan segera melerai perdebatan itu dan menarik Zhao dari atas badan kai yang tergeletak diatas tanah.
Zhao menepis kasar tangan Devan dari badannya. “ Sekali lagi kau menghina istri ku, ku pastikan kepala mu itu sudah tidak ada pada tempatnya. ” ucap Zhao kemudian pergi dari sana meninggalkan semua orang.
***
__ADS_1
Zhao duduk di kursi kamarnya. Merenungkan kembali ucapan Zhi dan ratu sewaktu mereka masih tinggal di dalam istana. Mengingat jasa mereka di istana, kebahagiaan kebahagiaan karena Zhi menghidupkan istana kembali redup karena hilangnya Zhi dan ratu. Dua sumber kebahagiaan nya hilang begitu saja.
Dan kabarnya ratu meninggal dunia sudah menyebar di seluruh kota bahkan negara. Banyak bela sungkawa dari beberapa orang termasuk istana dimaksudkan ikut hadir dalam acara pemakaman. Tapi Zhao sendiri tidak membutuhkan itu dan mengusir halus mereka yang datang hanya untuk mendapatkan perhatian Zhao.
“ Tuan. ” Li datang dengan Devan di dalam kamar.
Zhao melirik saja kemudian menatap depan dengan lesu.
“ Kami berdua hanya mendapatkan sepotongan gelang ini di hutan. ” Ucap Li memberikan gelang kaki yang diberikan Zhao kepada Zhi.
Zhao menatap gelang kaki yang di pegang oleh Li didepan matanya. Ia mengambilnya dan menatapnya tanpa ekspresi. Bahkan tubuhnya tak bergeming ketika melihat satu gelang kaki di depannya.
“ Maaf tuan, kami telah mencari seluruh kota ini tak menemukan jejak kemana perginya nona Zhi. ” ucap Li.
Zhao mencengkram kuat gelang kaki itu. “ Culik anak yang bernama Xiao Bao di pasar pelelangan. ” ucap Zhao.
“ baik! ” ucap Li kemudian pergi.
“ Kak, untuk ke depannya apakah kau tidak mau mengurus kerajaan ini? ” ucap Devan kepada Zhao.
“ Aku tidak tahu. Tapi tetap cari keberadaan istri ku itu sampai ketemu. ” ucap Zhao.
“ Baiklah. ” ucap Devan kemudian pergi dari sana.
__ADS_1