Menikahi Pria Candu

Menikahi Pria Candu
PANGERAN XING ANAK KAISAR


__ADS_3

Pangeran Xing mengadu kepada dewa langit yang langsung membuat dewa langit murka. Melihat hal itu sontak saja Pangeran Xing tersenyum senang. Karena sebentar lagi Zhao akan mendapatkan hukuman.


Lain hal nya dengan kondisi Zhi dan zhao. Zhao membawa istrinya itu ke penjara bawah tanah. Zhi awalnya terkejut namun mendengar ucapan Zhao seketika membuat Zhi paham.


“ Kau akan tetap disini sampai keadaan semuanya membaik, Zhi. ” Ujar Zhao membuka gembok salah satu jeruji besi.


Kemudian Zhao menoleh ke belakang dan menarik tangan istrinya itu untuk masuk ke dalam.


“ Lalu bagaimana dengan yang lain? ” tanya Zhi.


Zhao menggeleng dan tersenyum. “ Pangeran Xing mengkhianati kita, ia yang membuat keributan ini. Maka dirinya yang harus di hukum, bukan warga ataupun saudara yang ada di istana. Kau tenang saja, ” Ucap Zhao kepada Zhi.


“ Tapi aku sebagai permaisuri.. ” Zhi menunduk dengan sedih. Tak berguna dirinya menjadi permaisuri jika saja dirinya malah bersembunyi di penjara bawah tanah ketika semuanya sedang menunggunya.


“ Tidak apa. ” Ucap Zhao memeluk Zhi. Menenangkan gadis itu.


Kemudian Zhao pun pergi setelah memenangkan Zhi di dalam jeruji.


***


Dan benar saja. Ketika Zhao berjalan hendak menuju kamarnya, dirinya menatap seseorang dibalik jubah emas nya dengan pangeran Xing di sebelahnya. Mereka berada di tengah orang² yang sedang mengerumuni nya.


“ Dimana pangeran Zhao?! ” Bentak nya kepada orang disana.


Ratu yang berusaha menenangkan dewa langit sudah tak kuat lagi menahan tangis nya.

__ADS_1


“ Aku berada disini, kenapa? ” Zhao berbicara seolah tak ada salah di belakang dewa langit.


Dewa langit membalikkan badan dengan pangeran Xing yang menatap sinis ke arahnya. Entah sejak kapan pangeran Xing tak suka Zhao.


“ Kau! berani sekali menyakiti perempuan di lingkungan ku, Zhao? ” ucap Dewa langit yang langsung membuat Zhao mengerutkan dahinya.


“ Bukankah ini tanah milik pangeran Xing? ” tanya Zhao melirik Pangeran Xing.


“ H-hamba tidak mengatakan apapun, yang benar ini adalah tanah milik Dewa langit dan hamba hanya diutus menjaga nya saja. ” kata nya.


Zhao terkekeh. Kemudian dirinya menatap ke arah dewa langit.


“ Hamba tidak menyakiti perempuan kaisar. Hamba hanya mendidiknya menjadi istri yang baik, ia kerasukan iblis tadi. ” ucap Zhao.


(Kaisar: nama singkatan Dewa langit.)


“ H-hamba.. ”


Bugh


“ Diam! ” Kaisar mendorong pangeran Xing hingga pria itu jatuh.


Pangeran Xing berdesis ketika dirinya di dorong. Ia menatap ke segala arah dimana beberapa lirikan mata menoleh ke arahnya. Kesal, penguasa yang sebelumnya di kagumi sekarang sudah rendah di mata semua orang.


Mengetahui niat buruk pangeran Xing, kaisar langsung meminta maaf atas tindakan anak nya itu.

__ADS_1


“ Maafkan atas kedatangan ku yang secara tiba-tiba mengejutkan mu dan semua orang disini. Aku begitu percaya dengan pengkhianat ini sampai-sampai tidak tau kalau dia sedang berbohong. ” ucap Kaisar.


“ Tidak apa kaisar. Anda tidak perlu meminta maaf, tapi jika saya rasa dirinya di hukum akan lebih adil Dimata masyarakat. ” ucap Zhao yang membuat pandangan Xing teralihkan ke dirinya.


“ Apa-apaan kau ini! Mentang-mentang suami permaisuri disini, kau berani mengatakan hal itu kepada ku? Kaisar, dia--”


“ Diam! kau sudah membuat semua orang disini menderita. Lebih baik kau pulang ke langit 3 daripada kau berada disini hanya untuk memainkan perempuan murahan mu. ”


Jleb


“ Ha-hamba tidak-- ”


“ sekali lagi saya sendiri meminta maaf kepada kalian apabila putra ku membuat salah dan berulah. Sebagai gantinya untuk merayakan tahun baru disini. Saya akan menahan matahari terbit dan kalian bisa sepuasnya berada disini hingga fajar tiba. Rayakan tahun baru kalian tanpa masalah. ” ucap kaisar yang langsung di jawab teriakan sumringah dari semua orang.


“ Maafkan kesalahan anak ku pangeran, jika tidak salah putra ku menginginkan istri mu sebagai pendamping nya. Karena ini adalah sifat dan watak aslinya. Bersembunyi di balik cover, ” ucap Kaisar melirik pangeran Xing yang sudah pasrah akan takdirnya. Terbukti bahwa pangeran Xing hanya diam walau mendengar ucapan ayah nya itu.


“ Tidak apa-apa, yang penting kau sudah mengembalikan senyuman semua rakyat ku. Aku sangat senang hari ini, ” ucap Zhao yang sama sekali terlihat tidak masalah atas sikap pangeran Xing. bahkan wajahnya tenang tidak emosi atau kesal mendengar ucapan kaisar.


“ baiklah. Rayakan tahun baru mu disini dengan baik. Hamba pamit undur diri. ” Kaisar membungkukkan badan ke semua orang.


Hingga kaisar maju dan menarik tangan pangeran Xing pergi dari halaman istana dan terbang ke khayangan.


Ratu mendekati pangeran Zhao dan menepuk pundak putra nya.


“ Dimana Zhi? ” tanyanya.

__ADS_1


Zhao menoleh dan menatap ratu lekat. “ Aku ingin bicara sesuatu kepada mu, ratu. ” ucap Zhao.


__ADS_2