
Aku berjalan dengan anggun menuju tempat pemandian. Sebuah papan membatasi tempat pemandian itu, aku melepas satu persatu baju ku. Lalu berjalan memasukinya.
Srek, srek.
Air itu mengeluarkan suara, hingga aku menenggelamkan tubuh ku di air itu. Pemandian yang hangat, membuat pikiran ku rileks sejenak.
Ceklek!
Aku langsung menoleh ke arah pintu, ku rasa seseorang memasuki kamar ini. Tidak, aku menggelengkan kepala ku. Aku tidak mau memperlihatkan tubuh ku kepadanya.
Aku panik, aku harus bagaimana. Salah pakaian ku jauh dari tempat ku.
Tap...Tap...Tap...
Sreeett
Papan itu di geser secara perlahan, pria itu menatap sekitar. Lalu menatap bawah, menatap pakaian ku yang tergeletak disana.
Ia tersenyum simpul, lalu mendekat ke kolam. Aku terkejut ketika menatap kakinya yang semakin terlihat dari air. Aku menggelengkan kepala ku, tidak..
Aku memejamkan mata ku, ku rasakan tangan yang hangat menyentuh bahuku. Ku rasakan tangan itu mengangkat ku ke atas. Setelahnya aku membuka mata ku, menatap seorang pria berdiri di depan ku dengan wajah datarnya.
Lama kami berpandangan hingga aku tersadar, tubuh ku yang telanjang sedangkan dia yang memakai pakaian namun pakaian itu basah karena terkena air.
“ Apa yang kau lakukan? Kau bisa mati jika terus ada di air, kau mau membuat ku sengsara? ” Ucapnya dengan datar dan dengan nada yang kesal.
“ Maafkan aku, aku menunggu mu keluar dari kamar ini.. Dengan begitu aku akan kembali memunculkan setengah badan ku ke permukaan, ” ujar ku dengan dada yang berdegub kencang.
“ Kau bisa mati disini, Aku ingin mengerjakan beberapa tugas dan kau bilang kau akan keluar dari air setelah aku keluar? Baiklah, aku akan mempersiapkan diri untuk melakukan upacara meninggalnya diri mu! ” ujar nya.
“ Eh tidak-tidak, jangan bicara seperti itu. Aku tak punya pilihan lain, karena itu aku berpikir seperti itu. ” ujar ku.
__ADS_1
Lagian juga kau sudah melihat wajah dan setengah badan ku, dasar brengsek! ujar ku menggerutu di dalam hati.
“ Keluarlah, kau membuat ku susah. ” ujar nya lalu berjalan menaiki tangga. Menjauh dari tempat pemandian membuat ku menghela nafas.
“ Pria ini, sudah beruntung melihat wajah ku. Tapi malah menyalakan aku? Seharusnya aku memarahinya tadi! Akhh, Li Zhe, kau menjadi wanita yang lemah sekarang. ” aku menggelengkan kepala ku.
Lalu keluar dari tempat pemandian, tunggu dulu. Baju ku? kenapa berpindah tempat?
“ Baju ku, kembali lah!!! ” Teriak ku
.....
Makan siang ini sungguh membuat ku gugup. Kenapa harus makan siang bersama nya? Lagian di kamar ini hanya ada aku dan dia, membuat ku mau tak mau harus ikhlas makan bersama nya. Lama aku mengaduk makanan ku. Ia menghempaskan Supit dengan kencang membuat ku terkejut.
“ Sampai kapan kau terus mengaduk nya, aku selesai makan! Terima kasih. ” Ujarnya berdiri lalu menjauh dari ku.
Aku mengerutkan dahi, dari pagi ia terus memarahi ku. Apa salah ku? Dengan kesal aku pun menghempaskan Supit itu dan berlalu keluar meninggalkan kamar.
“ Dasar baperan, ” ujarnya dengan pelan dengan tersenyum tipis.
“ Nama mu.. ”
Ia terdiam sebentar.
“ Zhao. ”
Aku mengerutkan dahi ku. singkat? apakah namanya hanya 1 kalimat 4 huruf?
“ Maksud mu kau ingin aku memanggil mu Zhao?” tanya ku.
Ia mengangguk. Aku jga mengangguk menimpali nya dengan tersenyum tipis.
__ADS_1
“ Baiklah, kau bisa memanggil ku Zhi.” ujar ku.
Hmmm...
“ Aku pergi dulu!” ucap ku.
“ Tunggu! aku harap kau melupakan kejadian di kamar mandi. ” ujarnya.
Aku menoleh. Kamar mandi? oh ya tentu saja aku akan melupakannya, dengan senang hati tuan Zhao!
“ Iya. ”
“ Tunggu!”
Aku menghentikan kaki ku lagi. Menoleh lagi kepadanya.
“ Ada apa lagi?” tanya ku sebal.
“ Pernikahan ini.. bukan didasari tanpa cinta. Aku tidak akan menyentuh mu. ” ucapnya.
Aku mengerutkan dahi kemudian tertawa tanpa suara. Jadi dirinya benar tidak menyentuh ku?
“ Lalu bagaimana dengan pakaian ku yang kemarin? apakah pelayan yang menggantikannya? ” tanya ku.
” Ya. ”
“ Baiklah. Lagi pula aku juga tidak ingin kehilangan Pw ku. Aku ingin menyerahkan nya kepada suami yang aku cintai dan baik ke depannya.”
Tap tap tap
Ia terpaku dengan pembicaraan ku. Menatap punggung ku yang mulai menjauh
__ADS_1
“ Dia gadis angkuh? ”
Ia menyunggingkan senyum. “ Menarik. ”