Menikahi Pria Candu

Menikahi Pria Candu
AKSI BAO DALAM PEDANG


__ADS_3

Zhao sudah pusing, ia merebahkan tubuhnya di ranjang. Setengah hari ini suasana sangat ricuh bahkan membuat Zhao dengan terpaksa menghabiskan seluruh tenaga nya.


Menatap langit-langit atas dengan nanar. Ia menutup matanya perlahan menatap langit-langit kamar.


Tak terasa malam hari sudah terlihat, Zhao tengah merendamkan tubuhnya di air hangat yang berada di kamarnya. Ia menyukai sensasi ini, merendam tanpa ada orang yng mengganggunya dan tak terkena air bekas mandi orang lain.


Sekarang dirinya bisa merilekskan semua anggota badan ketika berendam. Sembari menutup mata Zhao berusaha mengingat dan membaca sekali lagi memori ingatan mengenai buku panduan kekaisaran. Terus menerus hingga Zhao membuka matanya menatap Bao yang berdiri di dekat pintu menatapnya.


Zhao menarik nafas dalam dan keluar dari pemandian. Bao langsung berlari menjauh dari Zhao ketika lelaki itu bersiap mendekatinya.


“ Tutup pintunya! ” Titah Zhao.


Brakh!!


Pintu tertutup yang membuat Bao panik, bocah itu menoleh ke kanan dan ke kiri mencari jalan keluar. Namun itu tidak akan berjalan mudah, Zhao sudah berjongkok di hadapannya sekarang.


Merapat sedikit ke tubuh anak kecil itu. Aroma menyegarkan dari tubuh Zhao berhasil Bao tangkap ketika bernafas.


“ Kenapa kau kemari? bukankah kau masih terluka? ” tanya Zhao.


Bao menggelengkan kepalanya menatap Zhao tanpa kedip. kemudian menunduk menatap lantai dengan tatapan nanar.


“ Paman dan bibi sudah pergi, aku harus kemana? ” lirihnya dengan isakan tangis pelan.


Zhao langsung terhenyak, Sungguh anak kecil itu menangis?

__ADS_1


“ Aku tidak suka anak laki-laki menangis disini. ” ucap Zhao.


Bao mengusap hidungnya kemudian mengusap air mata yang menetes di pipinya.


“ Maaf paman, jika aku merepoti mu. Aku lebih baik kembali menjadi gelandangan saja. ” ucap Bao.


Zhao menarik Bao untuk dekat dengannya. Ia mensejajarkan tubuhnya dengan Bao. Dan kembali menatap mata coklat itu berulang kali.


“ Kau telah masuk ke dalam istana ini, Kai menitipkan mu kepada ku. Bagaimana aku bisa membuang mu lagi? ” tanya Zhao.


“ Tapi aku tidak kenal paman.. ” Mata Bao kembali berkaca-kaca. Ia menangis lagi.


“ Bao, kau akan tinggal disini. ” ucap Zhao.


“ Maksudmu? ” tanya Zhao mengerutkan dahi.


“ Kau mengerikan, aku tidak mau tinggal disini! aku mending menjadi gelandangan saja, aku mau bibi!! ” Teriak Bao histeris.


Zhao menutup matanya mendengar teriakan Bao. Kemudian membuka matanya yang langsung membuat Bao jatuh pingsan. Zhao bangkit dari posisinya, mata elangnya itu sudah mengintimidasi.


dengan menggendong Bao ia berjalan ke arah ranjangnya. Menidurkan anak kecil itu dan memberikan nya waktu untuk istirahat.


“ Kau harus mau, Bao. Walau mau tidak mau kau harus menjadi ksatria kerajaan ini. Sudah ku putuskan, tak lama lagi hidup mu akan ku ubah dengan seluruh peraturan disini. ” ucap Zhao.


Sosok Zhao yang terkenal dingin sebelum menikah dan lembut penuh kasih sayang berubah menjadi orang yang penuh dendam.

__ADS_1


Zhao keluar meninggalkan kamar untuk menghadiri rapat kerajaan. Meninggalkan Bao yang kembali beristirahat yang entah kapan bangunnya.


Tapi sosok Devan datang ke kamar Zhao, sengaja ia melangkah mendekat ke ranjang. Mendapati Bao yang masih tertidur pulas di atas ranjang kaisar.


Kedatangannya tidak bermaksud menemui Zhao, karena dirinya tahu bahwa Zhao ada perjalanan ke kerajaan sebelah karena ada undangan.


Melainkan menjemput Zhao untuk kembali ke kediaman sebelum Zhao pulang nanti malam. Ia harus segera membawa Bao dalam kondisi apapun dari kamarnya. Jika tidak posisi jabatan yang dipertaruhkan.


“ Xiao Bao... ” ucap Devan membangunkan depan Bao.


Bao mengerang dan menatap sipit ke arah Devan. Ia mengusap matanya dan terduduk di ranjang.


“ Paman.. paman kai? ”


Devan yang hendak berbicara kembali merapatkan bibirnya. Ia tersenyum tipis.


“ Xiao Bao, kau harus kembali ke kediaman mu. Ayo, ” ucap Devan.


Bao mengangguk dan membiarkan Devan menggandeng nya pulang ke kediaman. Dan bao harus bisa belajar, sesuatu yang sudah dipanggil Tuhan tidak akan pernah bisa kembali lagi.


Dari waktu ke waktu, Bao dilatih dengan cara istana mengajari prajurit nya. Bao termasuk bagian dari prajurit itu, latihan memanah adalah latihan khusus yang paling diminati nya.


Tapi tetap saja, membawa pedang ke tengah lapangan membuat aura Bao terpancar disana. Banyak orang yang kagum ketika sosok Bao mengayunkan pedang nya di tengah lapangan bertarung dengan beberapa prajurit sekaligus.


Sudah 12 tahun lama nya Bao diasingkan ke dalam pelatihan prajurit. Dan beberapa hari dalam setahun, Zhao memperhatikan latihannya dari kejauhan.

__ADS_1


__ADS_2