
“ Nona! Apa anda baik-baik saja? ” Yuan menghampiri ku. Dan berjongkok di depan ku, memegangi tangan ku yang aku buat sebagai sandaran kepala ku. Aku masih menangis disana, tapi isakan tangis ku aku redakan dan tak aku bunyikan.
“ Tolong ambilkan cadar ku, ” ujar ku pelan. Sangat pelan, mungkin Yuan tak mendengar nya.
“ iya nona, anda disini terlebih dahulu jangan kemana-mana. ” ujar Yuan.
“ iya.. ” ujar ku membalas. Yuan berdiri dan segera berlari kecil meninggalkan aku disana.
Waktu itu aku gunakan kesempatan untuk menghapus air mata ku. Menghela nafas dan memenangkan diri. Hingga pada akhirnya, Yuan kembali dengan wajah datar dan menatap ke arah ku dengan pandangan sulit di tebak.
“ Kau sudah mengambilnya? Berikan pada ku, ” ujar ku menarik kain yang ia genggam. Lalu memakainya, setelah memakai. Aku berdiri menatap ke arahnya yang memalingkan muka ke arah lain.
“ Yuan, ada apa? ” Tanya ku.
“ Tidak ada apa-apa nona, ” jawabnya tanpa melihat ke arah ku
“ Yuan, apa yang terjadi. Jangan sembunyikan sesuatu dari ku, aku bisa saja memecat mu. ” ucap ku.
“ Anda tidak bisa memecat saya, segala kesalahan saya akan saya tanggung dan jika mengelewati batas. Hanya ibu ratu lah yang berhak memecat saya, ” ujar nya dingin.
“ Iya baiklah, tapi ada apa? Jangan membuat ku penasaran. ” ujar ku.
“ Saya.. ”
“ Kakak ipar !! ” Devan berlari ke arah ku.
Aku melirik ke arah Devan yang berlari menuju ke arah ku dari sisi sebelah kiri. Ia berhenti dan menatap Yuan yang hanya meliriknya.
“ Apa kau baik-baik saja? Aku sangat khawatir, dari kejadian kemarin kakak ku mengkhawatirkan mu. Ia langsung menghukum adik ketos mu itu ke kediamannya. ” ia menggelengkan kepalanya pelan dengan kondisi ku yang seperti ini. Mata sembab, lemas dan tak bertenaga.
“ Melihat kau pingsan, bukannya menolong malah di tinggal kabur setelah menatap kakak ku. ” Imbuh nya.
“ Apa? Pangeran Zhao menolong ku? ” Ujar ku.
__ADS_1
“ Iya lah, siapa lagi kalo bukan kakak Zhao. ”
FLASHBACK
“ Ada apa ini? ” ujar nya mendekat ke arah kerumunan orang. Hal yang ia tangkap pertama kali ia lah Mei Mao. Ia berubah menjadi gugup dan menelan Saliva nya kasar.
“ Ayo kita pergi! ” Ajak Mei Mao menyuruh pelayannya dan ia kabur dari sana.
“ Penjaga! Tangkap dia, ” Bentak Devan tak akan membiarkan Mei Mao kabur dari nya tanpa penjelasan.
Tak akan ada seorang pun yang lolos ketika menyakiti keluarga pangeran Zhao. Ck, bodoh! gadis kecil kau akan di hukum karena berani menyakiti keluarga pangeran Zhao. Batin Devan menggelengkan kepalanya menatap Mei Mao yang meronta ketika di tangkap penjaga.
“ Li Zhe? Li Zhe, kenapa ini? siapa yang membiarkan dia tergelatak di bawah sinar matahari hah!!! ” Teriak pangeran Zhao marah.
“ Itu, nona muda Mei Mao yang menyuruh kami hanya diam tanpa menolongnya pangeran. ” Jawab salah satu rakyat.
Pangeran Zhao hanya mengamati pembicaraan rakyat itu yang menjadi saksi antara pertengkaran Aku dan Mei Mao. Hingga pada akhirnya, ia menatap tajam Mei Mao yang hanya menunduk takut terhadapnya.
“ Bawa ia pulang, suruh ibu nya memberikan hukuman yang setimpal!! Dan awasi pergerakannya seharian, jika ia melakukan kesalahan lagi di kediamannya. Seret ia ke kandang buaya, ” ujar pangeran Zhao dengan sadis.
“ Pangeran, hamba.. hamba tidak bersalah. Ia yang memulainya, jangan hukum hamba pangeran! Hamba tidak bersalah, lepaskan aku!! ” Teriak Mei Mao.
Setelah Mei Mao pergi dengan pengawal nya, dengan cepat ia menggendong tubuh Ku dengan tangannya. Membawa nya ke kereta lalu menyuruh supir kereta itu untuk menjalankan kereta nya.
FLASHBACK OFF
“ lalu apa yang terjadi? ” Tanya ku yang masih penasaran karena itu hanya sebagian cerita yang di ceritakan oleh Devan.
“ Kakak ku meminta keadilan terhadap ibu ratu, ya walaupun kakak ipar yang di pilih ibu ratu sendiri untuk menikah dengan kakak ku, Zhao. Tapi demi apapun itu kesalahan tak boleh di ulangi lagi kak. Dengan itu, ia meminta agar dirinya sebagai pengganti hukuman kakak. Ia tahu, kakak sakit. dan kami (Devan&PelayanYuan) tahu. ” ujar nya.
“ Tunggu.. Kenapa semua nya menjadi memutar? Ibu ratu sendiri memilih ku sebagai.. pendamping hidup pangeran Zhao.. Apa maksud nya ini? ” Tanya ku.
“ Karena Ibu ratu percaya, sesuai ramalan dari seorang pendeta. Kedinginan pangeran Zhao hanya terkalahkan oleh gadis pembuat onar, kak! Walaupun aku tak menyukai si Zhao sialan itu, tapi aku di tugaskan untuk menjaga kakak. Karena itu, aku berserta kakak ku pangeran Zhao menyelamatkan kakak dari pasar. ” Ujarnya.
__ADS_1
Demi tuhan, aku melakukan kesalahan yang kedua kalinya. Aku telah berbohong kepada ibu ratu bahwa aku telah melakukan hubungan itu hanya demi nama baik pangeran Zhao. Mereka pasti menunggu saat-saat aku hamil..
Tapi kebohongan itu berubah menjadi kenyataan. Pangeran Zhao sendiri sudah menyentuh tubuh ku.. Ucap ku di dalam hati. Aku memeluk tubuh ku sendiri. Menggosokkan telapak tangan ku di lengan ku. mata ku berkaca-kaca, aku tidak rela kesucian ku telah di renggut oleh nya.
“ Kak, kakak baik-baik saja? ” Tanya Devan.
“ Maaf nona, hamba kemarin tidak memasangkan pakaian yang tebal untuk nona. Karena sesuai perintah dari pangeran Zhao, kemarin malam anda sakit panas, mungkin kesejukan di kamar membuat anda menjadi baikan. Karena itu Hamba tidak memasangkan pakaian yang tebal untuk anda, ” ujar pelayan Yuan sembari memasangkan selimut ke tubuh ku. Aku menatap ke arah Yuan sembari membelalakkan mata ku.
“ Jadi kau yang memasang pakaian ku tubuh ku? ” Tanya ku mencengkram lengan pelayan Yuan.
“ Tentu saja kakak ipar, tidak mungkin pangeran Zhao menyentuh gadis tanpa seizin gadis itu. Walaupun kak Zhao dingin, ia juga tahu mana yang salah dan mana yang terbaik buat kakak! ” Ujar Devan.
JEDER!!
Bagai di sambar petir aku langsung terduduk lemas di lantai. Tak peduli dengan kepanikan Devan dan Yuan berusaha mengangkat tubuh ku. Kesalahan ku menjadi 3× lipat, hal pertama kebohongan di istana Chang. Yang kedua menampar pangeran Zhao tanpa memastikannya terlebih dahulu. Kemudian yang ketiga.. Membentak nya..
Aku merasa gagal sebagai seorang istri. Dalam berbakti kepada suami.
“ Tidak! Aku harus menemui pangeran Zhao, aku harus meminta maaf kepadanya. ” Ujar ku menghempaskan tangan Devan dan Yuan yang memegang lengan ku. Aku berlari menuju kamar ku dengan segera.
“ Pangeran Zhao!! ” Teriak ku memasuki kamar. Suasana yang sepi membuat ku menelusuri kembali kamar yang besar itu.
“ Dimana pangeran Zhao? Apa kalian tahu dimana dia? ” Tanya ku sembari membalikkan badan ke arah Devan dan Yuan.
Mereka saling pandang beberapa saat. Hingga Yuan menundukan kepala nya dan membiarkan Devan yang menjawab.
“ Kakak ku pergi ke bukit untuk melakukan hukuman nya kakak ipar. Karena kau tahu sendiri, ia menjadikan dirinya sebagai pengganti mu. Karena ia bilang, kau masih sakit dan tidak tega gadis kecil seperti mu melakukan hukuman disana. ” Ujar Devan.
“ Apa!! Kenapa dia bo*oh sekali! Kapan pemberangkatannya? Aku harus menemui nya, ia pasti tak jauh dari sini. ” Ujar ku berlari menuju gerbang utama.
“ Kakak ipar !! ”
“ Nona !! ”
__ADS_1
Teriak Yuan dan Devan secara bersamaan menyusul langkahan kaki ku.