Menikahi Pria Candu

Menikahi Pria Candu
PENYAKIT ZHAO


__ADS_3

Zhao berjalan pelan menuju istana, namun langkah nya terhenti di depan aula. Ia menoleh dan menanyakan keberadaan ratu di salah satu prajurit.


“ Apa ada ratu didalam? ” tanya Zhao.


“ Ada pangeran. ” ucap nya.


Zhao mengangguk dan masuk ke dalam. Seorang Kasim yang melihat langsung berteriak untuk menyadarkan semua anggota yang sedang berkumpul disana akan keberadaan pangeran Zhao.


Zhao menghentikan langkahnya ketika mereka menatapnya dengan kaget.


“ Maaf jika aku menganggu. Saya akan pergi terlebih dahulu. ” ucap Zhao setengah membungkuk.


Ketika Zhao hendak berjalan meninggalkan aula, Devan yang ada disana langsung menghentikan nya.


“ Pangeran Zhao kemari lah. Kebetulan kami sedang membicarakan mu, ” ucap Devan yang langsung mendapatkan pukulan dari Li.


Ya mereka bagian penting dari istana termasuk asisten Zhao yang berperan penting di acara perkumpulan ini. Berkumpul bersama membahas tentang gelar Zhi yang akan ditarik kembali.


Zhao mengangguk tapi tidak menjawab, dia melirik ke arah ratu dan berdiri di samping Devan.


Ratu menghela nafas. “ Kalian semua tau sendiri bahwa hanya ada satu orang yang pantas untuk dijadikan penerus kerajaan sebelum calon penerus lahir. Dan aku juga merasa bahwa ada seseorang yang merasa diasingkan disini. ”


“ Aku hanya tidak ingin ia kecewa, apalagi gelarnya diberikan kepada istrinya. Maka dari itu, alasan aku untuk mencabut gelar menantu ku adalah... ”

__ADS_1


“ Hamba tidak setuju. ” Devan langsung mendapatkan perhatian dari yang lain.


Ratu menatap Devan dengan tanda tanya. “ Menurut peraturan di kerajaan ini semua gelar yang telah diberikan minimal akan bertahan sampai 2-5 tahun ke depan barulah boleh diganti. Jika gelar telah diberikan, maka di dalamnya sudah ada kesepakatan kesepakatan yang telah di ambil. Atau tujuan mengapa gelar itu diberikan. Menurut peraturan X no 2, gelar tidak boleh diberikan secara sembarangan oleh yang berkuasa. ” Jelas Devan kembali.


“ Maka dari itu saya tidak setuju akan pergantian gelar secara sembarangan hari ini. Maaf karena telah memotong pembicaraan ratu, saya pamit undur diri. ” ucap Devan kemudian pergi dari sana.


Beberapa orang menatap punggung Devan. “ Jika ada yang tidak setuju silahkan pergi dari sini. Ini perintah, ” jelas ratu.


Sekitar bertahan 5 menit hingga beberapa orang maju ke hadapannya dan memberi salam kemudian pergi dari sana. Diikuti dengan yang lain.


Hanya ada 20 orang dari banyaknya orang yang hadir disana. Beberapa pangeran, Kasim penting dan beberapa kepercayaan ratu lainnya.


Salah seorang mereka bertanya. “ Sebenarnya mengapa ratu memutuskan untuk memberikan gelar kepada nona Zhi kemudian melepaskannya? ” tanya nya.


“ Ini karena tindakan kecerobohan ku, seharusnya aku tidak perlu bertindak demikian karena egois ku. Aku pikir Zhi akan membuat beberapa orang tertarik menemuinya karena tindakannya yang sangat elegan untuk kerajaan. Terbukti beberapa selir mengagumi nya. ” Belum sempat ratu bicara seseorang sudah memotongnya.


“ Tapi untuk apa? ” tanya Devan dengan berani.


“ Karena hidup pangeran Zhao tidak akan lama lagi. Ia menderita sebuah penyakit langka yang sudah menggerogoti tubuh nya. ” ucap Ratu sembari memandang pangeran Zhao nanar.


Semua orang melirik ke arah pangeran Zhao dengan mata melebar. Sungguh berita yang mengejutkan, andai dipikiran mereka terlintas keluar dari aula. Pasti tak akan mendapatkan kabar penting hari ini.


“ Pangeran Zhao.. ” Li bahkan sampai oleng ketika mendekat ke arah nya.

__ADS_1


Pangeran Zhao hanya diam menatap lurus ke depan. Tak memandang apapun, hanya sebuah dinding lurus berwarna putih itu. Berita ini juga sudah tersebar, ia hanya diam walau banyak orang yang mengetahui penyakitnya.


“ Sudah beberapa kali di panggil tabib, dan semuanya gagal mengobatinya. Sejak kecil pangeran Zhao memang memiliki penyakit itu bahkan sejak lahir, yang membuat dirinya terinspirasi membantu banyaknya orang dengan ilmu pengetahuan yang ia punya. Meracik obat dengan harga murah, tak peduli jika bunga dan daun yang ia dapatkan hendak berhasil merenggut nyawanya. Tak ada orang yang tau tentang ini. ” imbuh Ratu


“ Kenapa tidak memanggil tabib Hao? ” ucap Devan mengajukan diri.


“ Tabib Hao yang justru bilang, bahwa umur Zhao hanya sampai pada umur 30 tahun. ” Ratu sudah menunduk tak kuasa menahan tangis.


“ Kenapa kau merahasiakan ini dari kami? ” tanya Devan.


“ Aku yang memintanya. ” ucap Zhao.


Kali ini sebuah piring pecah di dekat pintu. Semua orang membalikkan badan ke belakang dan menatap penguasa istana yaitu Zhi yang berdiri di sana dengan membeku.


“ Zhi.. kau?? ” ucap Zhao kaget.


Ia tersenyum miris, ia bahkan tertawa miris dan kecewa. Perlahan tawa an itu menjadi sebuah isakan.


“ Zhi, jangan salah paham dulu. Biar aku jelaskan, ” ratu berdiri membuat semua orang disana berdiri dan membungkukkan badannya.


“ tidak perlu, kerajaan ini sudah menanamkan rasa benci, kecewa dan luka di hati ku. Aku sudah capek dengan semuanya, aku berhenti dari sini! ” ucap Zhi mengambil mahkota di atas kepalanya dan memecahkannya di bawah.


Ia berbalik badan dan berlari cepat meninggalkan aula tak peduli yang lain memanggil dirinya.

__ADS_1


__ADS_2