
Zhi tidak tahu ketika Xuan menendang kaki Gea tadi. Alhasil Gea saat ini sedang mengobati kakinya dengan salep yang ia punya di laci mejanya. Salep itu sendiri adalah hasil ajaran Zhi selama ia tinggal di kerajaan Fang. Dan cadar, adalah sejenis kain yang bisa menutupi setengah wajah dengan alasan tidak percaya diri dengan penampilan. Yang akhirnya permaisuri menyukainya setelah Zhi datang ke kerajaan Fang dengan tetap memakai cadar.
Hingga semua kaum wanita yang berada di kerajaan Fang termasuk rakyat sendiri harus memakai cadar sesuai undang-undang yang telah di buat oleh permaisuri.
Bahkan sampai saat ini Xuan sendiri tidak tahu bagaimana wajah perempuan-perempuan yang memakai cadar itu setelah kembali berjaga di perbatasan. Ia ditugaskan menjaga perbatasan karena itu adalah sebuah hukuman untuknya sebab dirinya melakukan kecerobohan.
Tapi wajah Gea dulu memang sangat buruk rupa, dirinya mempunyai bisul di wajahnya dan bekas jerawat yang tidak bisa hilang. Karena itu kerajaan termasuk dirinya kehilangan respek atas tingkah laku Gea walaupun wanita itu akan mempertaruhkan nyawanya demi kerajaan.
“ Aku akan membalaskan dendam ku kepada kerajaan ini termasuk kau Xuan.. ” ucap Gea dengan mengusap pelan kakinya.
Dirinya menutup salep itu dan membuka laci. Mengambil sebuah pena dengan kertas dan menulis sesuatu di atasnya.
Brak!
Pintu ditendang keras oleh seorang lelaki yang tiba-tiba datang dikamarnya. Spontan Gea langsung berdiri dan menunduk hormat kepada Xuan yang acuh.
Ia melirik kertas yang ada di atas meja, kemudian Gea langsung mengambil kertas itu dan menyembunyikannya.
“ Kau ada urusan apa dengan kertas itu? ” tanya Xuan.
Gea menggelengkan kepalanya. “ Hanya sebuah puisi. ” ucap Gea.
“ Oh, aku juga tidak tertarik. ” Memutar bola matanya.
“ Kau ingat ini, setelah kau menjadi selir ku. Aku tidak akan pernah melepaskan mu, ataupun membiarkan kamu bebas berkeliaran seperti istri pada umumnya. Kau akan mengurus rumah tangga kita dengan sangat ketat, karena aku yang berkuasa atas dirimu. Kau mengerti? ” Xuan memegang pinggiran dada Gea dengan jari nya kemudian menatap sekilas telunjuknya. Mengusapnya pelan ke pakaian dan angkuh dihadapan wanita itu.
“ hamba tidak mengerti dengan ucapan anda.. ” ucap Gea dengan bibir bergetar.
“ CK, kerjakan saja tugas mu. ” Xuan kemudian berbalik badan.
“ Tuan! Jelaskan apa yang anda katakan tadi? ” ucap Gea menghentikan langkah Xuan.
Xuan berbalik badan dan menatap mata Gea. Ia tersenyum smirk.
__ADS_1
“ kau kira kau akan bahagia setelah menikah denganku? walau kau kabur ke ujung dunia pun, aku tetap tidak akan melepaskan mu. ” ucap Xuan dengan tersenyum kemudian meninggalkan Gea tanpa menutup pintu kamar nya lagi.
“ Apa maksudnya.. apakah kaisar memberikan dekrit untuknya? ” Mata Gea menatap nanar ke arah meja dan terduduk di kursi.
Kertas yang ia pegang tadi sudah terjatuh dan matanya berkaca-kaca menangis di meja nya dengan menunduk tangan sebagai tumpuan kepalanya.
Sementara Zhi melihat tajam ke arah punggung Xuan yang menjauh dari kamar Gea. Ia sempat berdiri di samping pintu kamar Gea menyimak tangisan Gea yang pelan namun masih terdengar olehnya. Zhi kemudian mengejar Xuan dengan langkah kaki yang sangat lebar.
“ CK, menikah dengan gadis jelek itu? tidak pernah terpikirkan oleh ku. Haha, gila sekali. ” Xuan menertawai dirinya sembari membuka baju luarnya dan menggantungnya di pembatas kasur.
Kemudian ketika dirinya hendak menjatuhkan dirinya diatas ranjang. Zhi membuka pintu dan menatap Xuan yang berbalik badan menatapnya dengan setengah telanjang.
Spontan Zhi langsung membalikkan badannya dengan mata melotot disertai jantung yang berdebar terkejut. Xuan pun langsung memakaikan kembali pakaiannya ke tubuhnya.
“ K-kenapa anda kemari? ” ucap Xuan menoleh ke belakang. Ia juga membalikkan tubuhnya tadi.
“ Aku datang berbicara kepada mu! ” ucap Zhi.
“ Kalau begitu kapan-kapan saja. ” Zhi berjalan cepat ke pintu dan pergi dari kamar Xuan dengan menahan malu.
Xuan pun mengecek keberadaan Zhi yang mulai menjauh dan mengunci pintu kamarnya. Ia bernafas lega.
“ Kamar ku sekarang mulai terkenal. ” ucap Xuan kemudian membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
****
Bao kembali ke istana dengan selamat, ia turun dari kuda dan segera memasuki istana. Sudah pukul 12 malam lewat dan Bao harus segera membersihkan tubuhnya kemudian pergi istirahat.
Yuan pun sama, dirinya telah kembali ke kamar nya. Setelah memastikan Bao sudah memasuki ruangannya sendiri dan menutup pintu nya.
Setelah Bao mandi, Bao nampak terkejut atas kedatangan Zhao yang tiba-tiba duduk di atas ranjang dengan menatap kosong ke depan. Ditangannya masih memegang buku yang nyatanya kaisar masih belum tidur karena belum mengantuk.
Bao mendekatinya. Duduk disebelahnya dan menoleh ke arah Zhao sekilas.
__ADS_1
“ Yang mulia...”
“ Kau dengan Zhi apa kabarnya? ” tanya Zhao tiba-tiba tanpa bergerak.
“ Kenapa anda mempertanyakannya lagi.. sudah jelas hubungan kami tidak baik dan canggung. ” ucap Bao.
“ Maafkan aku, saat itu aku tidak bisa mencegah ibumu kabur dari diri ku. Mungkin saat ini jika dia berada di sini, dia mungkin sudah bahagia menjadi permaisuri ku. ” ucap Zhao.
“ Kenapa anda berbicara seperti ini? tentu saja aku tidak akan menyalahkan anda. Jika aku sebagai anda juga mungkin akan berada di posisi yang sama. Cuman aku mungkin akan kalah dengan kekuatan anda. Anda lebih kuat dan tetap tegar walau tidak ada wanita di samping anda. ” ucap Bao.
Zhao menoleh ke arah Bao. “ Benarkah? ” tanya nya.
“ Iya. Jadi anda tidak boleh patah semangat, jika anda benar mencintai ibuku. Anda harus mengejarnya.. ” ucap Bao.
“ tapi aku tidak ada keinginan untuk itu.. ” ucap Zhao setengah terbatuk.
“ sebaiknya anda istirahat kaisar, kondisi anda sudah mulai rentan dan.. ”
“ Aku tau. tapi aku tidak bisa tidur. ” ucap Zhao.
“ Tidur saja disini, aku akan tidur di kursi. ” ucap Bao
Zhao mengangguk menurut. Kemudian menarik diri dan berbaring di atas ranjang dengan menatap kosong di atas. Melihat tangan Bao yang menarik buku ditangannya dan menaruh di meja.
“ Tidurlah. ” ucap Bao.
“ Kau juga tidur. ” ucap Zhao.
Pada akhirnya Zhao pun terlelap dengan cepat diatasi ranjang Bao. Lelaki muda itu pun pergi meninggalkan Zhao untuk ke dapur mengambil minum. Ia sempat mengunjungi tempat latihan untuk melihat prajuritnya berlatih. Namun sebagian ada yang tertidur pulas dengan pedang ditangan dan sebagian pula ada yang berlatih sendiri.
Lelaki itu menggelengkan kepalanya dengan cara tidur prajuritnya. Kaki salah satu prajurit nya malah memeluk ujung pedang sebagai guling. Itu sangat lucu untuk di lihatnya. Ia hanya menggeleng kemudian pergi meninggalkan kamp latihan dan pergi ke ruang belajarnya dengan segelas air dingin ditangannya.
Ia jelas tidak akan khawatir, karena pedang latihan adalah pedang yang dibuat persis namun itu hanyalah senjata palsu. Supaya tidak ada yang terluka ketika berlatih dan membuat susah karena luka yang dialaminya.
__ADS_1