Menikahi Pria Candu

Menikahi Pria Candu
HUKUMAN UNTUK ISTRI


__ADS_3

Sekarang, Zhi sudah mengganti bajunya dan ikut bergabung dengan tamu undangan lainnya. Ia duduk tak jauh dari posisi Zhao, tapi masih bergabung di area tamu undangan perempuan. Yang sengaja dipisahkan dari tamu undangan pria.


Zhi mendapatkan banyak pujian dari teman-teman tamu undangannya. Apalagi aura Zhi sangat menawan dan terlihat cantik memakai Hanfu coklat putih.


Acara selanjutnya yakni pelelangan warisan kerajaan Fang. Tentu saja hal itu membuat semangat tamu pria yang ada disana. Warisan kerajaan Fang bukan sembarang warisan.


Yaitu warisan yang dibuat khusus oleh nenek moyang kerajaan Fang pada abad ke 5. Dan itu sangat bernilai harga nya.


“ Baiklah, acara yang akan dilanjutkan dengan pelelangan budaya kerajaan Fang adalah warisan. Warisan yang dibuat khusus oleh nenek moyang saya persembahkan untuk acara kali ini. Tujuannya, untuk mempererat tali persaudaraan kita bagi yang beruntung mendapatkan warisan harta kerajaan Fang. ” ucap kaisar kepada tamu-tamunya.


Semua bertepuk tangan meriah menatap satu persatu warisan dikeluarkan. Jumlahnya tak banyak, hanya sekitar 9 warisan yang dikeluarkan oleh kaisar kali ini.


Termasuk kalung, konde rambut dan anting yang sangat berkilau terkena cahaya bulan. Mereka langsung ricuh memilih pandangan pertama mereka dengan menawarkan harga yang sangat tinggi.


Hal itu membuat kaisar tersenyum menatap mereka yang berbondong-bondong menginginkan warisan kerajaan Fang.


“ Itu bukannya kalung permaisuri? ” ucap Kayanza.


Zhi langsung menoleh ke arah sumber suara karena dirinya juga dekat dengan Kayanza yang ada di barisan 3 dari samping kanan nya.

__ADS_1


“ Iya, harga nya pasti sangat tinggi! Semoga suami ku peka karena kalung itu sangat cantik sekali. ” ucap Healen.


Lagi-lagi Zhi hanya melirik orang yang berbicara di sampingnya. Ia masih fokus menatap ke depan memperhatikan orang-orang yang berteriak ricuh.


“ Iya, semoga saja. ” Kayanza berharap. Yang diaminkan oleh Healen.


Dong dong dong


Kembali, suara itu terdengar tiga kali yang artinya semua harus diam.


“ Semua orang, kalian bisa mendapatkan apa yang kalian inginkan apabila kalian memenangkan taruhan. Acaranya akan dimulai 10 menit lagi. Silahkan gunakan waktu kalian berdiskusi dengan keluarga. ” ucap Kaisar.


Zhi menghela nafas ketika suami temannya datang dan membuat tempatnya sesak dibuatnya. kemudian Zhi keluar dari zona nyamannya. Tiba-tiba tangannya ditarik ke suatu tempat.


“ Nona.. aku merindukan anda. ” ucap Yuan kepada Zhi.


Zhi menatap ke arah Yuan. “ Apa yang kau lakukan disini? Apa kau ikut acara? ” ucap Zhi pura-pura tidak tahu.


Yuan mengangguk. “ Aku rindu nona... kembalilah ke istana nona. ” ucap Yuan.

__ADS_1


“ Perhatikan ucapan mu itu, Yu. Kita sudah tidak ada hubungan lagi, ikutlah ke acara dan jangan ganggu aktifitas ku. ” ucap Zhi melenggang meninggalkan Yuan.


Zhi langsung dapat menemukan partnership nya ketika Yuan hendak mendekat ke arahnya. Mau tak mau Yuan pun hanya bisa termenung di tempat dan menatap Zhi penuh harap. Tapi dirinya sadar, sudah 12 tahun Zhi tak kembali ke istana. Maka dari itu, harapannya hanya akan sia-sia saja.


Yuan kembali ke tempatnya dan menatap ke arah Devan. Ia menggelengkan kepalanya. Devan pun diam dan hendak berdiri. Namun Bao menggelengkan kepalanya dan melirik ke arah Zhao yang sudah berjalan mendekati Zhi.


“ Apa yang dilakukan kaisar.. ” ucap Devan.


“ Hai.. ” Zhao ikut nimbrung pembicaraan Zhi dengan seorang pria.


Zhi menundukkan badannya dan berpamitan untuk kembali ke tempatnya. Tapi Zhao langsung menarik tangan Zhi.


“ Apa yang kaisar lakukan? ” ucap Zhi meronta


“ Ikut aku sebentar. ” ucap Zhao


Tubuh Zhi yang kecil hanya bisa pasrah mengikuti Zhao yang berjalan cepat meninggalkan halaman istana.


Brukh!

__ADS_1


Zhao mendorong tubuh Zhi ke atas ranjang membuat mata Zhi membola. Terlebih lagi Zhao sudah mengunci pintunya dari dalam dan menatap Zhi lekat.


“ Kau harus di hukum! ” ucap Zhao serak yang membuat bibir Zhi bergetar karena takut.


__ADS_2