
Zhao berada di kamarnya. Ia berteriak marah dan cemburu kemudian menghancurkan lemari obat-obatan nya. Dengan terduduk di kursi sembari menggenggam erat kelinci yang dibawa Li waktu itu. Menatap mata merah kelinci itu membuat Zhao tertarik untuk mengatakan isi hatinya.
“ Kau tau, Winky? Nona muda mu yang menyukai mu, dia selingkuh dari ku. Kau tidak marah,Hm? kau tidak mau mengigit nya? ” ucap Zhao.
Zhao masih berusaha mengatur nafas nya. Aura nya dingin dan mengatur kekuatannya untuk mengendapkan suara kamarnya. Zhao dengan perasaan membuncah membunuh kelinci itu kemudian pergi ke atap setelah membereskan kamarnya kembali semula dengan kekuatannya.
***
Setelah beberapa jam makan dengan para selir. Zhi keluar dari paviliun di dampingi oleh dayang menuju kamarnya. Ia ingin membersihkan tubuhnya setelah seharian beraktifitas. Sementara ratu dirinya menggantikan posisi Zhi sementara di aula.
Dibantu dengan beberapa Kasim yang mencatat segala masalah yang ada di desa.
Zhi membuka lebar pintu kamarnya. Dan menyuruh dua orang dayang menunggu di depan kamarnya tanpa ada orang yang boleh masuk.
Di pemandian. Zhi terkejut ketika melihat Zhao yang menerobos masuk lewat atap.
“ Disini kau rupanya. ” ucap pangeran Zhao dengan bau alkohol yang menyengat.
Zhi terkejut dan mengepalkan tangannya. “ Siapa yang menyuruh mu untuk minum, Zhao! Kau tidak ingat, besok perayaan! siapa yang melanggar akan-- ”
byuurrr
“ Aaakhhh!! ” Teriak Zhi bersamaan dirinya dan Zhao tercebur di kolam pemandian.
__ADS_1
Zhao menutup mulut Zhi serta memeluknya dari belakang. Menempelkan dagunya di bahu Zhi dengan tangannya yang menutup mulut Zhi. Tangan satunya meraba tengkuk tubuh istri nya itu.
“ Zhao jangan.. ” takut. Ia gemetar melihat Zhao yang tidak mau melepaskannya.
“ Ingat ini, Zhi. Kau seharian tidak mau menemui ku, bahkan ketika aku menghilang pun.... kau tidak peduli. seasik itu kah calon suami mu yang baru? ”
Deg
Zhi terkejut dengan jantung yang berdegup kencang. Kenapa Zhao bisa tau?
“ Kau menduakan aku... kau akan pergi, Zhi. ” Terisak kecil dengan air mata yang turun.
“ Kau berjanji tidak akan melupakan hak dan kewajiban mu sebagai istri. Aku akan meminta kewajiban ku sekarang ya? ” ucap Zhao.
Dan terjadilah apa yang seharusnya tidak terjadi.
****
Keesokan paginya.. Zhao terbangun di sebuah kamar yang sangat ia kenali. Kamar ratu yang sekarang menjadi kamar permaisuri yakni istrinya itu. Beberapa sudut masih berantakan, mungkin ada yang akan di rubah. Perlahan Zhao terbangun dan memegangi kepalanya.
Ia teringat jelas sebagaimana dirinya kemarin menyiksa Zhi dengan tubuhnya. Dan, mengapa dirinya bisa berada disini?
“ Selamat pagi, pangeran. Anda diminta untuk menghadiri acara tahun baru di halaman. ” ucap salah satu pelayan.
__ADS_1
“ Hm. ” Mengangguk.
Ia berdiri dan melewati pelayan itu tuk pergi dari kamar Zhi. Dengan duduk di singgasana, Zhi melihat Zhao yang berjalan di belakang para pangeran tuk mengambil posisinya. Tepat ketika di samping pangeran Xing.
Pagi itu sangat cerah. Tapi tidak dengan kondisi suasana hati Zhi ataupun Zhao. Setelah gelut panas kemarin malam di pemandian. Yang mengakibatkan dirinya meninggalkan tugas yang amat penting untuk kesuksesan acara hari ini
Setelah Kasim memberitahu bahwa semuanya telah berkumpul. Zhi diminta untuk segera memulai acara hari ini. Dengan sekali tarikan nafas.
“ Selamat pagi semuanya.. apa kabar kalian? semoga kalian terus di beri kesenangan serta kesehatan untuk malam tahun baru ini. Saya sebagai permaisuri baru di istana Chang akan mengumumkan berita penting. Bahwa saya yang akan--”
” Permaisuri! ibu ratu meninggal ditempatnya! ” Salah seorang selir langsung ambruk berlutut di hadapan Zhi.
Sontak saja Zhi melebarkan matanya dan menatap ke arah mereka semua. “ Selir. Tenangkan dirimu dan jangan panik, apa kau sudah memanggil tabib? ” tanya Zhi.
“ S-sudah.. tapi ratu.. ” katanya dengan wajah pias serta matanya berkaca-kaca.
“ Tidak apa-apa, aku akan pergi memeriksanya. Tenanglah. ” Kemudian Zhi berdiri.
Sontak saja para pangeran yang tadinya terduduk langsung berdiri.
“ Mohon maaf atas kejadian hari ini. Tapi terpaksa akan saya undur semuanya. Tidak ada yang boleh meramaikan desa sebelum kabar kesehatan ratu membaik. Sekali lagi saya minta maaf. ” ucap Zhi kemudian pergi dengan pada dayang nya.
ia meninggalkan halaman istana yang ramai akan warga. Beberapa bawahan berusaha untuk tidak membiarkan mereka yang tadinya sumringah sekarang marah karena keputusan bulat yang diambil oleh Zhi.
__ADS_1
Belum tau apa hukuman yang akan diberikan Zhi apabila rakyat nya melanggar. Karena itu mereka tetap bersikukuh meramaikan desa nya seperti tahun baru yang lalu di bawah perintah mutlak Zhi.