Menikahi Pria Candu

Menikahi Pria Candu
RENUNGKAN LAH


__ADS_3

Saat ini ratu dan pangeran Zhao duduk dengan tenang di aula. Hanya ada mereka berdua dan dayang disana untuk menyajikan minuman.


Beberapa saat yang lalu Devan sudah kembali dengan acak-acakan. Pakaian yang terkena darah, wajah yang letih, beberapa pakaian sobek dan wajahnya sempat terluka akibat Bogeman dari salah satu anak buah Hua.


Tapi kabar gembira menyusul, Devan memberikan kabar bahwa dirinya telah membawa semua rakyat dengan baik kembali di rumah ny masing-masing. Walau sempat di siksa, tapi entah mengapa tak ada satupun tubuh yang terluka. Hanya saja pakaian mereka sobek.


Dan Devan sudah mengurus seseorang ahli jahit untuk membuat pakaian sebanyak-banyaknya atas nama istana Chang. Dan ditambah lagi, berita bahwa Devan membawa satu pria dengan anak kecil ke istana.


Ia adalah Kai, teman karib Zhi ketika Zhi masih berada di rumah aslinya. Dengan seorang anak kecil yang di anut mereka berdua saat menyelamatkan bocah itu dari kelaparan dan tuduhan dari masyarakat yang tidak bertanggung jawab.


Dan sekarang mereka sedang di istirahatkan di salah satu rumah. Salah satu tujuan Zhao berbicara kepada ratu adalah membahas soal anak.

__ADS_1


Kebetulan sekali dirinya baru saja mendapatkan informasi bahwa Zhi sudah menganut anak.


“ Jadi apa yang mau di bicarakan? ” tanya ratu.


“ Hamba hanya ingin mengatakan, berhentilah menganggu istri ku dengan hasutan mu. Ia tidak akan menikah lagi walau secara diam-diam di belakang ku. Kami telah bersumpah di atas bara api. Jika salah satu diantara kita menikah lagi, salah satu dari kita akan mati. ” ucap Zhao membuat ratu terkejut.


“ Kau pernah berbicara mengenai pernikahan tersembunyi. Bahkan secara terang-terangan menanyakan apakah istri ku tertarik dengan pangeran Xing. Tapi nyatanya pangeran Xing berkhianat, pengkhianat kaisar. Anak dari kaisar, dia orang munafik. Beruntung istri ku tidak tertarik dengan dirinya, atau jika tidak mungkin kau akan kehilangan penerus bangsa ini atau kehilangan menantu mu. ” imbuh Zhao.


“ Aku tau aku anak satu-satunya yang harus meneruskan kerajaan ini. Tapi aku masih hidup, Bu. Istri ku tertekan berada disini, aku menyesal tinggal disini. Aku kira aku akan hidup dengan tenang, tapi masalah besar seperti ini terjadi karena kecerobohan ku. Inilah sebabnya aku mengasingkan diri dari kerajaan ke istana sebrang. ” ucap Zhao.


“ aku merasa bagaikan suami yang tidak berhasil mendidik istri nya dengan benar. Bahkan semua orang sudah tahu kalau kami menikah karena adanya orang ketiga dalam hubungan kami. Dan kau sendiri pasti sudah tahu siapa orang ketiga yang ku maksud. Ia datang membawa masalah dan pergi begitu saja dengan membawa masalah berat seperti ini. ”

__ADS_1


Sejenak Zhao mengatur nafasnya. Ia begitu terang-terangan mengatakan ini untuk memperingati ratu. Hingga ratu merenungkan ucapan putra nya itu.


“ Maaf atas kelancangan hamba dalam berbicara seperti ini. Ketika seseorang berbicara fakta dihadapan orang yang berbohong, disitu akan ada kebenaran. Orang yang bodoh akan mengelak dan orang yang pintar akan merenung. Jadi hamba mohon, sebagai ratu di kerajaan ini kau harus merenungkan dengan baik ucapan ku. Karena disitu lah titik kebenarannya. ”


“ Boleh aku meminta satu hal? ” tanya pangeran Zhao


“ Apa? ” tanya ratu lemah.


“ Izinkan istri ku bebas dari gelar yang berat ini, kita akan selalu bersama. baik suka maupun duka, kau tenang saja. Kami akan selalu hadir jika kau memanggil kami untuk membantu kerajaan bangkit dan lebih maju. Tapi jika kau tetap membiarkan gelar permaisuri berada di istri ku, Zhi. Kau bukan lah ibu ku lagi. ”


“ Pangeran Zhao!! ”

__ADS_1


__ADS_2