Menikahi Pria Candu

Menikahi Pria Candu
KONFLIK ISTANA


__ADS_3

Zhi membawa pulang batu itu dengan selamat tanpa ada luka di tubuhnya. Ratu langsung menyusul menantu kesayangannya ketika Zhi memasuki kawasan istana. Memeluk menantunya dengan deru nafas tak karuan.


“ Menantu, kau tidak papa? ” tanya Ratu.


“ Hamba tidak papa yang mulia ratu. Terima kasih telah mengkhawatirkan hamba. Bagaimana dengan ratu, apakah ada keributan di dalam istana? ” tanya balik Zhi.


“ Semua normal. Mungkin berkat diri mu semuanya normal Zhi. Terima kasih sekali lagi.. kau membawa kebanggaan secara langsung untuk ku. ” ucap Ratu.


Zhi tertawa. “ Semua tidak ada artinya tanpa suami ku, ratu. ”


Ratu menoleh kepada Zhao yang berdahem kecil. Kemudian bukannya memuji ratu malah memukul pelan lengan anak sulungnya.


“ Kau ini! kabur tanpa menyelesaikan kewajiban mu. Masuk dan laksanakan tugas mu sana. ” ucap Ratu.


“ Baiklah, hamba pamit undur diri. ” Zhao menunduk hormat kemudian berjalan melewati Zhi.


“ Nah Zhi, kau ikut dengan ku ke kamar ya? ” ucap ratu


” Oh baiklah.. ” Zhi mengangguk saja.


Ratu dan Zhi saling berdampingan melewati para selir pangeran lainnya. Banyak selir yang iri atas perlakuan ratu kepada menantu baru di istana. Dan tidak sedikit pula Selir mengagumi sosok Zhi yang bercadar namun selalu menyelematkan istana. Mereka lebih sayang nyawa daripada harta.


**

__ADS_1


“ Duduklah. ” ucap Ratu kepada Zhi.


Zhi mengangguk. Kemudian dirinya menggerakkan pandangan ke sekitar kemudian duduk di atas kursi yang tersedia.


“ Bagaimana? ” tanya Ratu yang membuat pandangan Zhi ke arah ratu.


” Apa.. apanya? ” tanya Zhi.


“ Bukankah kau sudah melihat pangeran Xing. Kau tidak ada rasa tertarik kepadanya, Zhi? ” tanya Ratu kepada Zhi.


Zhi langsung menatap intens ke arah ratu. kemudian dirinya diam-diam tersenyum.


“ Hamba tidak mungkin berani menduakan kesetiaan pangeran Zhao selama pangeran Zhao masih setia dengan hamba. Sebagai seorang wanita yang mengerti masalah konflik istana, hamba tidak berani melirik seorang pria sekalipun untuk menduakan pangeran Zhao. ” ucap Zhi yang langsung membuat ratu tertawa renyah.


“ Kau pantas mendapatkan dua suami, mungkin tidak saat ini tapi besok setelah martabat mu di angkat menjadi permaisuri istana. Kau bisa membawa pria yang sempurna melebihi pangeran Zhao. Kau tau watak pangeran Zhao, Zhi? ” ucap Ratu.


“ Dia hanya suka dengan obat-obatan. Dia sama sekali tidak tertarik dengan seorang wanita. Jika aku menyuruhnya memilih antara pekerjaan dengan rumah tangganya. Bisa jadi dirinya akan lebih memilih pekerjaannya sebagai tabib penting negara ini dibanding rumah tangga nya, Zhi. Untuk itu, supaya kau tidak kecewa dengan pilihan yang bisa saja di pilih olehnya. Kau bisa mencari seorang pria untuk dijadikan suami kedua mu. ” Ucap ratu yang langsung membuat Zhi terdiam kaku.


Kemudian dibawah alam sadarnya. Zhi langsung mengatakan suatu kalimat sebelum dirinya pergi. Dan itu membuat ratu sangat bersalah karena menyuruh Zhi menduakan Zhao.


***


“ nona! ” Yu datang. Dengan Li dan Devan.

__ADS_1


“ Kakak ipar kau tidak papa?? ” Devan bertanya sembari membolak-balik kan badan kakak iparnya. Zhi hanya pasrah melihat kepanikan ketiga nya itu.


“ Aku tidak papa, devan, Li, Yuan. Kenapa kalian panik sekali? kalian lupa siapa aku? ” ucap Zhi kesal.


“ Hehe maaf kak. Walau dirinya kuat seperti raja Medan perang atau panglima tempur. Pasti dirinya memiliki luka fisik maupun mental yang disembunyikan nya. Hanya saja kami lebih mengkhawatirkan fisik mu. ” ucap Devan.


Zhi terdiam. “ Aku tidak papa, aku mau mandi. Kalian menganggu saja, Yu ikut aku. Kalian berdua susul Zhao sana. ” ucap Zhi menghindari mereka dan menghiraukan ucapan Devan yang berceloteh.


“ Nona, hamba sudah menyiapkan air nya. saya akan mengambil pakaian untuk anda. ” ucap Yuan kepada Zhi.


Zhi mengangguk dan langsung melepaskan bajunya di kamar mandi. Menenggelamkan diri di sebuah kolam hangat untuk merendamkan tubuhnya.


Walaupun dirinya panglima tempur sekalipun. Dirinya pasti memiliki luka fisik maupun mental yang disembunyikan nya. Kami hanya mengkhawatirkan luka fisik mu.


*Setelah martabat mu di angkat menjadi permaisuri besok. Kau bisa menduakan pangeran Zhao.


Dia hanya suka obat-obatan. jika aku menyuruhnya memilih antara pekerjaan dengan rumah tangganya kemungkinan besar dia memilih pekerjaannya sebagai tabib besar negara kita. Untuk itu kamu harus memiliki seorang pria untuk melanjutkan masa depan mu*.


Aku ingin menggendong cucu Zhi. Umur ku sudah tidak tua lagi, menurut pendeta umur ku hanya bertahan sampai 5 tahun ke depan. Aku ingin melihat perkembangan cucu ku sebelum aku di makamkan.


Perkataan Devan dengan Ratu membuat Zhi tanpa sadar menenggelamkan wajahnya di dalam kolam. Ia sangat frustasi dengan keadaan, pengangkatan martabat sebagai permaisuri istana, menduakan pangeran, pekerjaan, dll. Itu membuat kepala Zhi terasa pecah semenjak menyangkutkan dirinya kepada ratu.


“ Zhi!! ”

__ADS_1


Srakkk


Badan Zhi terangkat ke atas dengan sebuah tangan menggenggam bahu Zhi seraya menahan tubuh nya untuk tenggelam kembali. Suara Zhao memenuhi telinga nya namun Zhi tak sadarkan diri.


__ADS_2