
Dress merah dengan ikat pinggang putih dengan giok di pinggang nya membuat aura Xin yu Wei nampak bersinar di gelapnya malam bercampur gaun indah dari para tamu yang hadir.
Wanita itu berjalan dengan anggun melewati semua tamu undangan yang telah di undang di kerajaannya. Aura misterius nya sungguh memikat para lelaki. Terlebih lagi aura nya sungguh nampak dengan cadar putih yang dipakainya.
Rambut panjangnya tergerai begitu saja, ketika ia berbalik badan semua orang langsung membungkukkan badan menghadap Xin Yu Wei tersebut. Permaisuri kerajaan Fang dengan anak-anaknya.
Termasuk pangeran Zhao serta Bao yang ikut membungkukkan badannya menghormati permaisuri kerajaan Fang.
“ Bangkitlah. ”
“ Terima kasih Permaisuri. Semoga umur anda di berkahi. ” Semua orang kompak mengucapkan doa tersebut.
Permaisuri pun duduk di singgasana nya. Pangeran - pangeran serta kepemimpinan nya pun ikut duduk di kursi yang telah di siapkan.
“ Untuk acara malam ini saya sungguh sangat berterima kasih karena kalian mengeluarkan waktu untuk menghadiri acara spesial malam ini yang telah di siapkan di kerajaan kami. Saya permaisuri Wei mewakilkan semua orang anggota kerajaan mengucapkan terima kasih dan minta maaf apabila ada kekurangan selama acara. ” ucap Permaisuri Wei dengan lantang namun elegan.
“ Baiklah kita sambut acara pertama yang telah kami siapkan. Tarian khusus dari kerajaan Fang, putri Zhi. ” ucap permaisuri seketika membuat semua orang bertepuk tangan meriah.
Sementara Bao dan Zhao mengamati para wanita yang melewatinya dengan memegang selendang. Gelang kaki yang berbunyi senampak dengan langkahan para wanita penari itu.
__ADS_1
“ Sepertinya semua anggota kerajaan Fang memakai cadar. ” ucap salah satu tamu.
“ Tentu saja, kerajaan Fang memiliki aura kharismatik nya sendiri. ”
“ tentu! aku suka dengan kerajaan Fang ini. ”
“ benar, aku juga. ” ucap mereka dengan tersenyum menatap tarian elegan di hadapan mereka.
Tak banyak gerak hanya gerakan horizontal dengan berjongkok memainkan tangan dan memukul-mukul pelan badannya membuat semua orang tak bingung mengamati mereka yang menarik diatas karpet merah di atas lapangan.
“ semuanya jangan panik, kita telah menyiapkan semua dengan matang dan direncanakan. Apapun kejadian kedepannya kalian harus tetap meriahkan acara kami. ” ucap Kaisar Fang kepada tamu-tamunya.
“ Wooooaahhhh!!! ”
Semua orang bertepuk tangan meriah dikala para wanita itu langsung berdiri dan dengan kecepatan dua kali dari sebelumnya, mereka menggoyangkan tubuhnya memainkan piring di tangan mereka.
Pyaarrr
“ Zhi! ”
__ADS_1
Zhao hendak berdiri namun untung saja Bao menahannya. Bao masih mengamati wanita dengan pakaian Hijau menari di atas piring yang sengaja di pecahkan tersebut.
Para wanita di belakangnya menari dengan mengikuti alur musik yang dimainkan. Setelah menghentakkan kakinya di atas piring sekarang ia langsung menarik satu pedang dan menunjukkan bakatnya dalam bermain pedang di atas pecahan piring tersebut
Zhao memalingkan mukanya, dadanya naik turun menatap kegilaan tarian wanita kerjaan Fang ini. Bao melirik sejenak ayahnya, kemudian dirinya kembali menatap wanita penari tersebut.
Bruk!
wanita itu mengakhiri acaranya dengan menancapkan pedang di atas tanah. Ia berjongkok di hadapan para wanita yang mengakhiri tarian mereka dengan membentuk posisi yang ditentukan.
“ Woahh!! ”
Sekali lagi mereka berteriak seru sembari bertepuk tangan. Zhi berdiri dengan dibantu dayang-dayang nya meninggalkan lokasi. Sementara Kaisar mengambil alih perhatian tamu-tamunya.
“ Kalian tidak perlu takut dalam tarian khusus yang disiapkan penari tadi. Ia adalah penari profesional yang telah belajar 3 tahun lamanya di Kerajaan Hung. Dan dirinya telah di anggap penari hebat dalam tingkatan 10 dari yang terbaik tahun ini. Tarian khusus kerajaan Fang diciptakan untuk membuktikan bertumpah darah kepada kejahatan dan membasmi semua musuh kita. Jadi untuk menunggu kejutan kedua silahkan bersulang. ” Kaisar dengan menyunggingkan bibirnya lebar-lebar mengangkat tangannya dan bersulang kepada tamu-tamunya.
“ ayah, jika ayah tidak enak badan lebih baik ayah beristirahat. Ada aku dan pangeran Devan untuk melanjutkan acara ini. ” ucap Bao.
“ Tidak, aku baik-baik saja. ” ucap Zhao.
__ADS_1
Bao mengangguk kemudian melirik pangeran Devan dengan menggelengkan kepalanya di sebrang. Devan hanya menjawab dengan merapatkan bibirnya menatap Zhao.
Kemudian mereka berbincang selama 30 menit dengan tamu undangan. Bao melirik ke setiap sudut, wanita yang ia incar masih belum terlihat.