
“ Pangeran, menurut mu bagian dari istana. Apa yang kurang? aku tidak tau apa yang kurang tapi seperti ada yang kurang saja hiasannya. ” ucap Zhi menatap sekeliling.
Di perjalanan, mereka berdua berbincang-bincang mengenai hiasan sebelum masuk ke dalam aula istana.
“ Semua pas. Dekorasinya indah, ” ucap Pangeran Xing kepada Zhi.
Zhi tersenyum. “ Semua berkat kerja keras seluruh warga istana. Semoga anda dapat menikmatinya. ” ucap Zhi.
Pangeran Xing mengangguk. Mereka telah sampai di halaman aula, Kasim langsung berteriak seolah menyebutkan bahwa permaisuri baru Li Zhe dengan pangeran Xing memasuki aula.
Semua pangeran yang berada di halaman istana mereka telah menunggu kehadiran keduanya di dalam aula. Mereka langsung menundukkan badannya seolah hormat kepada mereka berdua ketika berjalan melewatinya.
Li Zhe duduk di kursi kebesarannya dan pangeran Xing duduk di sebelahnya.
“ bangkitlah. ” ucap Zhi.
Mereka semua langsung menegakkan badannya seraya serempak mengatakan "Semoga anda panjang umur."
Semua terduduk di bangku nya masing-masing. Li zhe menatap ke arah sebelah kanan, dimana para selir berdiri dibalik tirai transparan yang setengah menyamarkan mereka.
Dan itu tentu saja selir pangeran yang ada di aula. Mereka membawa istri mereka untuk menghadiri rapat sebelum dimulainya acara penyambutan tahun baru besok.
“ Rapat dimulai. ” Kasim berteriak ketika Zhi menatapnya.
Zhi langsung menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan nya.
“ Penyambutan tahun baru kali ini akan sangat berbeda dari penyambutan tahun baru pada tahun kemarin. Aku harap kalian tidak melewatkan satu orang pun, untuk tidak tertawa keesokan harinya. Aku ingin semua orang terbagi rata pergi ke desa untuk mengawasi keadaan. Pangeran Zhao. ” Zhi melirik ke arah singgasana suami nya.
Tapi ia menyipit dikala singgasana itu kosong. Kemudian dirinya menatap ke arah pangeran lainnya.
__ADS_1
“ Dimana pangeran Zhao? apa dia ada kepentingan lain selain menghadiri rapat? ” tanya Zhi.
Salah satu pangeran berdiri. “ Hamba izin untuk menjawab, permaisuri. Pangeran Zhao sudah pergi dari istana semenjak anda menuju kemari. ” ucap nya.
Zhi mengepalkan tangannya. Kemudian dirinya mengangguk dan menyuruhnya duduk. Kemudian dirinya melirik ke arah pangeran Xing.
“ maaf atas kelalaian mereka dan melihat sikap kurang ajar pangeran Zhao, Pangeran Xing. ” ucap Zhi tak enak hati.
“ Tidak papa, santai saja. ” Kekeh nya.
Zhi mengangguk. Rapat pun dimulai kembali tanpa adanya pangeran Zhao, seolah Zhi sengaja tidak menyebutkan nama pangeran Zhao semenjak ia tau suami nya itu pergi entah kemana. Dan tugas nya pun di sembunyikan dari mereka.
Rapat disana hanya berdasarkan topik keamanan desa dan melindungi desa dari tindakan berbahaya. Dan pelaksanaan hukuman jika ada yang merusak suasana hari raya besok. Sesuai keputusan, para pangeran akan memulai pekerjaannya dengan pakaian yang telah Zhi siapkan dengan bantuan pangeran Xing pada dini hari sekitar jam 2 pagi.
Hingga rapat panjang pun selesai karena beberapa pendapatnya banyak yang tidak setuju dan para selir yang mendengarnya ada yang kesal akibat merasa di ketat kan untuk besok.
...***...
Zhi tak sengaja bertemu dengan pangeran Xing ketika perjalanan menuju paviliun selir.
“ Pangeran Xing. Apa ada yang membuat anda tidak nyaman? ” tanya Zhi.
Pangeran Xing menggeleng. “ Aku sangat suka suasana di istana mu ini. Ramai.. ” katanya.
Zhi mengangguk dan tersenyum ramah. “ Mari, ikut hamba ke paviliun selir. ” ucap Zhi.
“ Kau mau kesana, Zhi? ” tanya pangeran Xing.
Zhi mengangguk dan pangeran Xing pun menyetujui saja. Mereka berdua berjalan tanpa adanya pelayan di belakang mereka. Mengawasi setiap para pelayan mengerjakan tugas nya masing-masing.
__ADS_1
“ Boleh aku bertanya sesuatu? ” tanya pangeran Xing.
“ Iya? ” tanya Zhi.
“ kenapa kau tidak memberitahukan tugas pangeran Zhao ketika rapat tadi? ” tanya Pangeran Xing yang membuat Zhi terdiam ditempatnya.
“ Entahlah. Aku hanya belum bisa menyebut kan tugas nya besok. Mungkin lainkali waktu atau secara pribadi akan ku sampaikan. Anda tidak perlu khawatir. ” ucap Zhi.
Pangeran Xing mengangguk. “ Maaf jika kehadiran ku merepotkan mu. ” ucap pangeran Xing
“ Haha tidak papa.. ” ucap Zhi terkekeh.
Tanpa sadar kakinya berpijak di salah satu dahan pohon yang berduri. Hingga dirinya langsung berteriak ketika kakinya tertancap duri itu.
“ Awww... sshh.. sakit.. ” Zhi memegangi lengan pangeran Xing ketika dirinya hampir jatuh dan mengangkat satu kakinya menatap kakinya yang berdarah.
“ Sini, biar aku obati. ” ucap Pangeran Xing sembari meraba kaki Zhi.
Zhi terlihat memalingkan mukanya dan menutup matanya dikala pangeran Xing menunduk sembari mengobati kakinya.
Tanpa sengaja Zhi menatap pangeran zhao yang menatapnya dengan tajam di balik pohon. Ia terlihat tersenyum paksa kemudian pergi.
“ Sudah selesai. ” ucap pangeran Xing.
Zhi kemudian menatap kakinya dan menempelkannya kepada alas kaki. Ia berterima kasih.
“ Saya pamit undur diri dulu, pangeran. Hamba hanya mengajak para selir untuk makan malam, silahkan anda bergabung dengan ratu di aula. ” ucap Zhi dengan sopan.
Pangeran Xing mengangguk. “ Hati-hati. ” ucapnya.
__ADS_1
Zhi hanya tersenyum tanpa anggukan dirinya langsung meninggalkan area dan menuju paviliun.