Menikahi Pria Candu

Menikahi Pria Candu
PANGGILAN DARI RAJA


__ADS_3

Zhi berjalan cepat menuju istana. Ketika sampai disana disambut suara Kasim kemudian raja langsung menoleh akan kedatangan penari Zhi itu.


Tentu saja kehadirannya disana sangat dihormati. Dia lah orang yang berpegang teguh pada kerajaan ini sampai berjaya walau statusnya hanya seorang penari saja.


Zhi menunduk menghormati raja.


“ Semoga anda panjang umur. ”


“ Bangkitlah. Ada apa anda berkenan datang ke istana? ” tanya raja.


Zhi tersenyum tipis. “ Bukankah anda memberikan dekrit kerajaan kepada pengawal anda untuk menikahi putri sulung anda. Lantas, saya hanya ingin bertanya mengapa? ” tanya Zhi.


“ Maksud mu Xuan? ” Zhi mengangguk pelan.


Raja mengangguk juga memikirkan jawabannya. “ Tidak ada alasan jelas. Hanya saja diriku ingin wanita itu mendapatkan apa yang seharusnya dirinya punya. Xuan sendirilah yang mengusulkan agar menikah dengan Gea. ” ucap Raja.


Zhi menghela nafas berusaha tenang walau kenyataannya dirinya cukup terkejut.


“ Mengapa anda menyetujuinya? anda tahu sendiri bahwa semua orang harus berperilaku adil. Tapi menikahkan Gea dengan Xuan, itu bukan keputusan yang pas. Anda sendiri tahu saya ingin sebuah keadilan. Jadi berpikirlah ulang, yang mulia. Saya hanya mengkhawatirkan nasib malang Gea jika harus menikah dengan pengawal anda. Saya kira nya cukup sampai disini. Saya pamit undur diri dan saya pinta berpikirlah matang. Karena Gea juga keturunan bangsawan. ” Zhi menunduk hormat dan meninggalkan istana membuat raja tak lagi bisa berkutik.


“ Panggil Xuan dan Gea kemari. ” ucap Raja.

__ADS_1


“ Baik. ” ucap sekretaris nya.


“ Apa-apaan raja itu.. ” ucap Zhi bergumam sepanjang jalan.


Tak disangka dirinya menatap seorang lelaki yang menatap ke arah samping berjalan lurus menuju ke arahnya. Zhi langsung berbalik badan dan berjalan cepat menghindari lelaki yang sangat ia kenali itu. Siapa lagi kalau bukan kaisar Zhao. Suami sahnya yang ia tinggalkan sejak 12 tahun yang lalu.


Zhao menatap ke depan seraya menunduk dan berjalan menuju istana untuk bertemu dengan raja Fang.


“ Hufft hufft hufft... ” Zhi menengok ke belakang sembari mengatur nafasnya berhasil menghindari Zhao.


“ Apa dia melihat ku ya? bagaimana kalau dirinya melihat ku, kenapa dia datang disini sih. Kan sudah ku peringati kalau dia datang disini aku akan pergi jauh. Apa tidak mempan? padahal jarak istana Zhao dengan Fang sangatlah jauh. Apa dja teleportasi? Sialan! bagaimana ini. ” ucap Zhi panik.


Gea dan Xuan saat ini tengah terduduk dihadapan raja dengan menundukkan pandangan mereka masing-masing. Mereka saling diam, disamping itu kaisar Zhao datang dan Gea, Xuan pun ikut mendongakkan kepalanya dan berdiri menghormati kaisar Zhao yang heran menatap mereka berdua.


“ Hanya masalah pernikahan saja. Mengapa kamu datang? ” tanya Fang.


“ Oh.. mereka mau menikah? syukurlah, semoga rumah tangga kalian lancar. ” ucap Zhao.


“ Terima kasih yang mulia... ” Xuan menghormati Zhao.


Zhao mengangguk dan menatap Fang. “ Aku hanya berkunjung, tidak perlu serius. ” Zhao terkekeh melihat ekspresi serius Fang yang sedang menatapnya. Ia memukul pelan pundak Fang.

__ADS_1


Kemudian pandangannya beralih pada mereka berdua yang masih setia bersujud kepada temannya ini.


“ Apa aku menganggu kalian? ” tanya Zhao.


Xuan menatap Fang dan menunduk. “ Tidak jadi, pergilah kalian berdua. Jika ada apapun segera melapor padaku, mata-mataku lebih banyak hanya untuk kalian berdua. Terutama padamu Gea, jangan sampai membuat nama kerajaan hancur. ” ucap Fang.


Gea mengangguk dan berpamitan. Setelahnya merekapun langsung meninggalkan tempat dan lokasi dan mengurus kerjaan masing-masing. Namun berbeda, Xuan langsung melongos meninggalkannya tanpa sepatah katapun. Seolah menganggap angin lalu panggilan raja saat ini.


Tapi Gea bersyukur karena Xuan sedikit berbeda dan tidak menimbulkan masalah hari ini. Kemudian Gea pun langsung menuju suatu tempat mengerjakan pekerjaannya kembali.


Sementara Fang dan Zhao sedang membahas bisnis yang ada di ujung kota. Dimana ada sebuah bisnis yang tengah dijalankan untuk mereka berdua yang akan berpengaruh pada penghasilan kerajaan.


“ Sudah cukup latihan hari ini, kalian boleh kembali ke kamp pengungsi. ” ujar Xuan kepada prajuritnya.


“ siap! ” jawab mereka serempak.


Xuan berjalan meninggalkan Kamp pelatihan dengan sedikit kesal dan marah di dalam dirinya. Kemudian sang asisten datang berjalan berdampingan dengannya.


“ mengapa mereka dibubarkan tuan? ” tanya Yola.


“ Hari ini aku hanya ingin mereka istirahat saja. Biarkan. ” ujar Xuan malas.

__ADS_1


“ Baik. ” Yola mematuhi ucapan Xuan.


“ Kau ikut dengan ku melihat bisnis raja di ujung kota. ” ucap Xuan singkat meninggalkan Yola.


__ADS_2