Menikahi Pria Candu

Menikahi Pria Candu
DEKRIT KERAJAAN


__ADS_3

Kain yang ada di wajah Gea terlepas ketika Gea mengusap air mata nya. Tak sengaja seorang pria yang berjalan di depan kamar Gea melihat penampakan dua wanita duduk di lantai dengan meja berantakan di hadapan mereka. Kemudian lelaki itu mengintip sedikit dan melotot ketika melihat wajah Gea yang tanpa ditutupi oleh cadar.


Lelaki itu dengan cepat menarik diri dan menjauh dari kamar Gea dengan risau. Dirinya melakukan dosa besar karena melihat wanita tanpa cadar di dalam istana. Dirinya pria dan tak seharusnya mengintip di kamar wanita.


Namun dirinya juga dibuat kagum dan rasa cemas bercampur jadi satu. Melihat wajah Gea bak putri dengan wajah putih mulusnya yang saat kini dibenci oleh orang-orang. Membuat lelaki itu sangat ketakutan dan ingin rasanya dirinya melakukan hukuman langsung ketika melihat wajah Gea tadi.


“ apa yang ku lakukan tadi, seharusnya aku tidak mengintip wajah cantiknya. ” Mengusap wajah kasar di dapur.


Dor!


“ Kau melamun apa? ” Tanya Koki sembari memakai celemek putihnya.


Sementara pria yang terkejut tadi mengelus dada dan memarahi temannya itu.


“ Aduh kaget anj*r. Jangan mengagetkan gitu kenapa. ” Berbalik Badan mengambil gelas untuk menuangkan minum kedalam cangkir.


“ Ya maap, lagian kau berada di dapur ngelamun gitu. Ada masalah apa? ” tanyanya.


Pria itu menatap tajam koki kemudian meneguk air dalam beberapa tegukan. seharusnya dirinya ingin mengatakan wajah cantik Gea dan penari itu. Namun dirinya sadar diri jika nyawanya lebih berharga daripada sumber topik itu.


“ Kau kenapa??? ” tanyanya sekalilagi.


Pria itu menggelengkan kepalanya. “ Urusi saja pekerjaan mu. ” menepuk bahu koki itu pelan dan berlalu pergi.


“ Aneh. ” ucap koki.


Setelahnya mereka benar benar menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik.


Gea terbangun ketika suara kicauan burung terdengar. Ia menggerakkan badannya dan menatap ke arah Zhi. Ia sangat terkejut atas wajah polosan Zhi dan segera memeriksa wajahnya. Dan benar saja, wajahnya terbuka dan pintu juga tidak tertutup rapat.

__ADS_1


“ Bagaimana ini.. apa ada yang melihat wajah ku? ” Panik Gea.


Yang berhasil melihat wajah ku, akan mati. Ucap Gea dalam hati.


Buru-buru Gea menutup wajahnya dengan cadar dan membangunkan Zhi.


“ BI..bibi, bangun. ” ujar Gea.


Zhi berdahem dan meregangkan otot otot nya kemudian menatap Gea mengantuk. Ia setengah menguap dan menggaruk kepalanya.


“ Kenapa, ge? panik begitu. ” ucap Zhi.


“ Cepat pakai ini, jika ada yang melihat bagaimana. ” ucap Gea.


Zhi berdahem dan mengambil kain hitam itu dari tangan Gea. bukannya memasang tapi malah memegangnya dan kepala yang merosot.


Gea berdecak. Ia berdiri dan membersihkan meja yang kotor. Tiba-tiba dirinya teringat jika tadi malam dirinya dan Xuan bertengkar akibat masalah pernikahan.


“ Ge kau sedang apa, kenapa melamun? ” tanya Zhi mengucek matanya.


Ia segera menatap kain ditangannya dan memasangkannya pada wajahnya. Gea tergelonjak kaget.


“ Tidak bi. Apa benar jika Xuan Ingin menikahi ku? ” ucap Gea.


Zhi belum sempat menjawab, langkah kaki dan suara pintu terbuka lebar terdengar dari belakang Gea.


Xuan. Ia datang dan memberikan beberapa peralatan untuk pernikahan mereka. Para pelayan meletakkan barang yang diberikan kerajaan di ranjang setelahnya mereka langsung berpamitan pergi.


“ Oh oh.. ada nona penari disini. Selamat pagi, apa kalian habis nangis berjamaah? ” Sindir Xuan menatap mata bengkak Gea dan Zhi.

__ADS_1


Gea memutar badannya sembari pura pura sibuk membersihkan meja. Zhi maju beberapa langkah menghadang pandangan Xuan terhadap Gea.


“ Kenapa kau memperdulikan urusan kami? ” ucap Zhi dengan gaya menantang Xuan. Galak tapi lucu.


Xuan tersenyum smirk. “ Bukan aku yang peduli urusan mu, tapi kau yang peduli urusan ku. ” ucap Xuan seketika membuat Zhi tersindir dalam.


Zhi menghela nafas memutar bola matanya malas.


“ Seharusnya kau pergi sekarang. Aku ingin berduaan dengan calon istri ku. Iya kan sayang? ” ucap Xuan.


Kenapa panggilan sayang darinya lebih mengerikan daripada bertemu ajal. Batin Gea terdiam.


“ Hanha calon. Kau juga belum tentu menikah karena ada aku. ” Zhi tersenyum mengejek dan meremehkan Xuan.


Prak!


Xuan melempar dekrit yang diberikan kerajaan dihadapan Zhi.


“ Baca itu. Sekalinya menantang aku akan dipenggal. Jika aku tidak sayang nyawa, aku lebih memilih terjun dari sumur daripada mencintai gadis dan menikahi dirinya. ” ucap Xuan mencemooh Gea dan pergi dari sana.


Zhi menggertakkan giginya dan mengambil dekrit kerajaan itu. Kemudian membacanya perlahan.


Gea tersentil hatinya, ia meneteskan air mata diam-diam.


“ Kenapa raja ingin kau menikah dengan Xuan? ” ucap Zhi.


“ Aku harus berbicara dengan raja! ” Zhi meninggalkan Gea dan menuju istana agar secepatnya bertanya kenapa Gea yang sudah ia anggap anak menikah dengan Xuan?


Gea langsung terisak dan melemas ketika Zhi pergi dan hanya tersisa dirinya sendiri di kamar. Ia frustasi, dirinya melirik ke arah Gaun merah dan beberapa perhiasan di ranjangnya.

__ADS_1


“ aku benci padamu, dan semua orang disini. Aku benci!! ”


__ADS_2