Menikahi Pria Candu

Menikahi Pria Candu
PELAYAN YUAN


__ADS_3

“ Tapi kenapa harus kamar mu? Aku ingin kamar ku di istana ini! ” ujar ku mengerutkan kening menatap nya.


“ Ini juga kamar mu, istri ku. ” ujar nya. Mata coklatnya menatap ke arah diri ku dengan tajam. Bahkan lebih tajam dari silet, hhe.


“ Hah sudah lah, ternyata anda juga keras kepala. ” ujar ku.


“ Terserah apa kata mu, duduk. ” ujar nya menarik tangan ku.


Mau tak mau aku harus bangkit dan duduk di depannya. Aku bisa memandang matanya yang terlihat kaku, bahkan ia tak memandang ku dengan berkedip.


“ Ada apa? ” Tanya ku dengan kesal.


“ Ceritakan semua nya, dari awal hingga akhir kau pergi dari istana Chang! ” ujar nya.


“ Apakah harus? ” tanya ku.


“ Jika kau merasa diri mu istri ku, itu berarti harus! ” ujar nya dengan penuh tekanan.


“ Tapi tidak, aku tak menganggap diri mu sebagai suami ku. ” jawab ku dengan enteng.


Brugh


Tiba-tiba aku dikagetkan dengan dia yang berada di atas tubuh ku. Hingga jarak diantara kami hampir tak terhitung dan wajahnya tidak di ukur dengan alat sekarang. sangat dekat, hingga aku memalingkan muka.


“ A-Apa yang kau lakukan, lepaskan aku. ” ucap ku mendorong tubuhnya.


Ia hanya terdiam di atas ku, menghirup aroma tubuh ku hingga ia mendekatkan diri nya ke telinga ku.


“ Suami istri akan tetap suami istri meskipun tidak melakukan hubungan wajib itu. ” ujar nya berat.


“ Apa yang kau katakan? Jangan mesum! ” ujar ku menatap nya dengan tajam.


Ia terkekeh pelan menatap ekspresi ku. Lalu ia terduduk kembali, membenarkan pakaiannya hingga ia bersandar di kayu. Bersidekap dada menatap ke arah ku yang menjaga jarak dengannya. Aku takut kejadian itu terulang kembali.. hiks..


“ Kau memang tidak mengakuinya, tapi aku bisa melihat jelas hal itu di otak mu. Jangan kira aku tidak tahu, nona muda Li Zhe. ” ujarnya.


“ Walaupun kau memanggil ku dengan nama ku berbagai macam gaya, di mulai dari cara lembut hingga cara kasar aku tak peduli. Aku tak akan pernah peduli! Ingat itu baik-baik pangeran Zhao, ” ujar ku.


Ia terdiam di tempat seraya terpaku atas kalimat ku. Membuat ku menggunakan kesempatan itu untuk kabur dari nya. Aku berlari kecil dan menjauh dari kamarnya.

__ADS_1


BRUGH


“ Aduh, maaf aku tidak sengaja. ” ujar ku yang langsung terhuyung ke belakang.


“ Maaf nona, hamba tidak melihatnya. Mari nona saya bantu, ” ujar nya mengulurkan tangannya.


Aku menerima uluran tangannya lalu berdiri dan menatap ke arahnya dengan senyuman manis.


“ Kau tidak apa-apa? ” tanya ku.


“ Iya nona, hamba tidak apa-apa. Mohon jangan hukum saya nona, ini hari pertama saya kerja. Saya takut saya akan di pecat oleh ibu ratu, ” ujar nya muka memelas menatap ku.


Membuat ku langsung menatap ke arahnya. Ibu ratu? Berarti utusan ibu ratu kan? Lalu apa tujuannya kesini?


“ Maaf, kau mau kemana? apa kau tahu pekerjaanmu? ” tanya ku.


“ Hamba di utus ibu ratu untuk menemui istri dari pangeran Zhao nona. Karena saya tidak tahu kamar nya saya mungkin salah jalan. Maaf nona menganggu waktu anda. ” ujar nya.


“ I-istri pangeran Zhao? ” aku melirik ke arah kamar.


DUAR!


“ Sialan kau, bisa kah kau tidak selalu mengagetkan orang! ” ujar ku.


“ Jantung mu saja yang lemah, bo*oh! ” ujarnya.


“ Oh astagaa ah sudah lah, kau ingin bekerja dengan ku kan? Ayo ikut aku menjauh dari manusia kutub ini, ” ujar ku menarik tangannya berlari menjauh dari Zhao. Capek memang sudah berdebat dengannya.


Sedangkan Zhao tentu saja dirinya hanya bisa menghela nafas dan pergi dari sana entah kemana.


“ Ehm.. maaf nona, itu.. ”


“ Kau ingin bertanya apa lagi? Apakah kau tahu, bantu aku kabur dari istana ini! ” ujar ku menatap tembok di depan ku yang besar dan kokoh.


“ Nona? kenapa anda mau kabur dari istana? ” tanya nya mengerutkan keningnya.


“ Apa hak mu bicara seperti itu pada ku? Yang kau harus lakukan saat ini, bantu aku melewati gedung ini. ” ujar ku membuka selendang ku. Dengan panik ia memeluk ku.


“ Hei apa yang kau lakukan? Kenapa memeluk ku? ” tanya ku dengan Heran.

__ADS_1


“ Maaf nona di istana ini anda tidak boleh membuka aurat kecuali di Depan suami anda. ” ujar nya tetap memeluk ku


“ Nama mu siapa? ” Tanya ku.


“ Lei yuan mi, ” ujar nya.


“ Pelayan Yuan? ” Panggil ku.


“ Hah, nona anda memanggil saya? ” Tanya nya menatap ke arah ku.


“ Hem, jangan memeluk ku. Aku hanya mau memasang selendang ini di leher ku dan mencekik ku! ” ujar ku dengan kesal.


“ Nona hamba mohon jangan bunuh diri, hamba tidak mau anda bunuh diri. Saya tidak tahu jelas alasannya, mohon jangan mengakhiri kehidupan anda nona. Anda berharga bagi saya, ” ucap nya menangis tersedu-sedu.


“ Pelayan Yuan! Menjauh dariku, bantu aku memanjat apapun cara nya! ” ujar ku dengan membentak karena emosi.


“ M-Maaf nona, B-Baik saya akan mencari tangga untuk anda. ” ujar nya berlari meninggalkan aku.


“ Pelayan bo*oh! ” ucap ku mengumpat lalu hendak memanjat tembok itu


“ Apa butuh bantuan ku, kakak ipar? ” Tiba tiba aku di kejutkan dengan suara Devan. Membuat ku langsung melirik kesana kemari mencari keberadaan nya. Yang ternyata ada di atas genting memakan buah apel.


“ Devan! Sejak kapan kau disana hah, kenapa kau tidak bilang jika kau ada disana! ” ujar ku marah kepadanya.


“ Maaf kakak ipar, karena kau berbicara dengan pelayan Yuan! ” ujar nya dengan memelas.


“ Devan turun! Kemari kau, ” ucap ku ke arahnya.


“ Tidak mau, kesini kak! Biasanya kakak Zhao duduk di atas genting menikmati panas nya awan disini, enak loh! membakar kulit, ” ujarnya dengan terkekeh


Hap.


“ Kau mau di apakan sekarang? ” Tanya ku menatap tajam ke arah Devan yang terkejut dan langsung beranjak dari genting.


“ K-kakak ipar, tuhan!! Kakak ipar melayang!! ” Teriaknya pergi menjauh dari ku.


“ Devan sialan, ” ujar ku menggerutu.


“ Tuhan, aku hampir lupa dengan Kai. Aku harus bertemu dengannya hari Minggu ini, aku harus segera kesana! ” ujar ku meloncat dan pergi kabur dari istana.

__ADS_1


“ Gadis nakal, ”


__ADS_2