Menikahi Pria Candu

Menikahi Pria Candu
XIAO BAO ANAK PUNGUT


__ADS_3

Zhi begitu marah ketika mendengar cerita Zhao. Zhao sudah kembali menjemputnya di penjara, sebelum keluar Zhao bercerita tentang apa yang terjadi di luar dan Zhi hampir bisa menerima semuanya karena ia juga merasa tidak enak dengan gelar nya.


Namun ketika Zhao mengatakan bahwa ia akan berpisah dengan ibunya hanya karena dirinya tentu saja Zhi marah.


Bagaimanapun ia adalah ibu yang melahirkannya. Merawatnya, menyusuinya bahkan melatih fisik dan mental nya agar kuat seperti sekarang.


“ Kau kelewatan, aku benar benar tidak menyangka kau rela memutuskan hubungan mu dengannya hanya karena aku Zhao. ” Isak Zhi dengan pedih.


“ Aku tidak bermaksud melakukannya... ” ucap Zhao pelan.


“ Kau sudah melakukan kesalahan besar, minta maaf lah dan pergi dari sini. ” ucap Zhi mengusir Zhao.


“ Zhi, tapi aku tidak ingin keluar seorang diri. ”


“ Kenapa!? ”


“ Ada Kai dan anak kecil diluar yang menunggu mu. ” ucap Zhao.


“ K-kai siapa? ” Sejenak Zhi membeku kemudian menatap Zhao nyalang.


“ Ayo keluar. ” Zhi segera menyeret tangan Zhao keluar dari basemen ketika Zhao tidak menjawab. Karena di otaknya hanya satu, sahabat masa kecil nya yang sempat ia lupakan karena masalah politik di istana. Dan sekarang datang menemuinya..


Zhi terus berjalan melewati para pelayan yang membungkukkan badan kepadanya. Hingga sampai di salah satu kediaman dan Zhi bisa mendengar suara seseorang sedang mengobrol di dalam.


“ Masuk lah. Aku akan bertemu dengan Devan. ” ucap Zhao. Seakan mengerti jika Zhi membutuhkan privasi.


Zhi mengangguk. Kemudian Zhao meninggalkannya setelah mengelus rambutnya pelan.


Zhi perlahan berjalan ke arah pintu, ketika tangannya hendak menyentuh pintu yang tertutup itu. Tiba-tiba Kai dan anak kecil itu dengan wajah sumringah membukakan pintu.


Namun bukan karena senang akan kehadiran Zhi, namun mereka baru saja bercanda dan akan bermain kejar-kejaran selayak seperti biasanya.


Kai membeku ditempatnya bersamaan dengan senyum nya yang mulai memudar. Sedangkan anak kecil itu mendongak dan berbinar menatap perempuan yang diyakini nya ibu angkatnya.


“ Aunty.. ” panggil nya.


Zhi tertegun kemudian mengalihkan pandangannya ke bawah. Ia tersenyum dan berjongkok memegang kedua pundaknya.


“ Apa kabar mu? apa kau baik-baik saja tinggal dengan paman? ” tanya Zhi.


“ Ya! Aku suka sekali dengan paman, dia sering mengajak ku ke kedai paman pangsit. ” ucap nya.


Zhi mengerutkan dahinya. “ Kenapa? ” menaikkan alis satunya ke atas.

__ADS_1


“ Katanya kita akan bertemu dengan mu jika kita sering kesana-- ”


Belum sempat ia menjawab, Kai sudah membekapnya dan menariknya ke kakinya. Sontak saja Zhi mendongak dan berdiri menatap Kai lekat


“ Silahkan masuk dulu saja, maaf aku lupa menyambut mu. ”


Zhi terkejut mendengar ucapan Kai yang terdengar asing di telinga nya.


“ Ayo aunty.. cepat! ” Titah anak kecil itu yang ternyata sudah masuk duluan ke dalam meninggalkan Zhi seorang diri diluar.


Dengan pintu terbuka. Zhi, Kai dan anak kecil itu yang belum diketahui namanya duduk di kursi panjang.


“ jadi.. bagaimana keadaan kalian berdua selama aku tidak ada? ” tanya Zhi.


Kai tersenyum tipis. “ aku baik-baik saja walau tanpa mu, tenang saja. ” ujarnya seakan menyindir Zhi.


Zhi terkekeh, miris sekali Kai menganggapnya seperti musuh seperti itu. Bahkan nadanya mulai kesal terhadapnya.


“ Kalau kau?? ” Menoleh ke anak kecil itu.


“ Oh ya siapa nama mu, hm? ” tanya Zhi kemudian.


“ Xiao Bao. ” ucap nya.


Zhi tersenyum tipis. “ Sama-sama Bao. Ku harap kau terus berusaha menjadi pemuda yang sangat gagah dimasa depan, okey? ” ucap Zhi.


Bao mengangguk. “ Yuan!! ” Panggil Zhi.


Yuan yang mengawal di depan langsung masuk dengan membungkukkan badannya.


“ Hormat hamba kepada anda. ” ujarnya.


“ Bawa Bao pergi ke dapur, ajarkan dia cara memasak sesuatu. ”


“ Baik. ” Yuan menarik tangan Bao pergi dari sana meninggalkan Kai dan Zhi.


“ Panggil aku seperti kau memanggil ku dulu, jangan formal. ” ucap Zhi.


“ Cih, kau di hormati disini. Banyak mata-mata, ” ucap Kai.


“ Bisakah kau mempercayai ku sebentar saja? Panggil aku seperti kau memanggil ku dulu. ” ucap Zhi.


“ Ck, oke. ” ucap Kai malas.

__ADS_1


“ Bagaimana keadaan toko mu? ” tanya Zhi.


“ Baik-baik saja. ” ucap Kai.


“ apa kau juga ada di dalam penyekapan Hua? bersama Bao? ” tanya Zhi.


“ Hm. ” mengangguk sembari menatap ke arah lain


“ Lalu apa kau ada yang terluka? ” tanya Zhi.


“ Tidak. ” ucap Kai.


Zhi menarik nafas dan membuang nya kasar. “ Kai, sebelumnya aku meminta maaf karena aku tidak bisa bertemu dengan mu. Aku waktu itu datang ke pasar, hanya saja ada adik ku yang menganggu ku. ” ucap Zhi.


“ Aku tau. ”


“ Kau berada disana? ” tanya Zhi


“ Ya. ” ucap Kai.


Zhi diam. Ia tak lagi memberikan pertanyaan kepada Kai. Sumpah demi apapun sekarang suasana nya hening.


Bagaimana aku bisa bilang, kalau pada saat itu aku ingin sekali membantu mu tapi aku datang di saat waktu bersamaan dengan pangeran Zhao. Batin Kai.


“ Minum lah dulu. ” ucap Zhi menuangkan dua gelas teh untuk nya dan Kai.


Setelah Zhi meminum nya sedikit. Zhi kembali bertanya.


“ Apa aku di maafkan? ” tanya Zhi menatap Kai lekat.


5 menit berlalu..


“ Huh.. aku tau kau akan memaafkan ku Kai. ” ucap Zhi senang.


“ Tapi ada syarat nya! ” ucap Kai.


“ Apa itu? jangan aneh-aneh, Kai. ” ucap Zhi.


“ Ya sudah kalau begitu. ” wajah Kai kembali cemberut.


“ Maaf maaf, lalu apa syarat nya? ” tanya Zhi.


“ Biarkan Bao tinggal disini. ”

__ADS_1


Deg


__ADS_2