
Berbagai macam jajanan yang dibeli oleh istrinya masih tak membuat pangeran Zhao kehabisan uang. Bahkan ditangan kanan dan kirinya sudah terdapat beberapa paper bag isi jajanan istrinya.
Dari mulai makanan ringan hingga makanan berat. Ia juga memiliki banyak alasan untuk membeli makanan yang ia tunjuk. Tak ada kesempatan buat Zhao menolak.
Hingga akhirnya Zhao menatap kedai jepit rambut yang di tunjuk oleh Zhi. Ia segera mengikuti istrinya dan melirik berbagai macam jenis jepit disana.
"Lihat Zhao! ini sangat indah, tapi pasti harga nya mahal kan?" ujarnya.
"Hanya 50 koin saja nona. Kau bisa mengambilnya. Entah kenapa hanya kau yang melirik jepit rambut ini. Sayang jika tidak kau beli," ucap penjual jepit rambut itu.
"Benarkah!? apa tidak bisa turun sedikit. Menjadi 20 koin emas jika aku membelinya!" ucap Zhi.
"Zhi, kau tidak akan kekurangan harta jika membeli ini dengan harga aslinya." ujar Zhao di samping istrinya.
"Suami ku, kau harus belajar mengurangi harta dalam berbelanja untuk berhemat. Bisa saja dia menaikkan harga menjadi 100 koin jika orang lain yang membelinya." bisik Zhi di telinga Zhao.
Zhao menggelengkan kepalanya. "Baiklah nona cepat ambil dam berikan koin 20 kepada ku." U menyerah.
"Yes! berikan kepada ku uang mu, Zhao." ucap Zhi.
Mudah dalam memberikan koin senilai 20 koin. Karena hanya itu yang dimiliki Zhao sekarang. Ia sudah tak memegang uang lagi. Zhi sumringah mendapatkan jepit rambut itu.
"Terima kasih suami ku." Zhi langsung bahagia mendapatkan semua yang ia inginkan.
Zhao berdahem. "Sekarang pulang?" tanya Zhao.
__ADS_1
Zhi menggelengkan kepalanya. "Dimana lagi sekarang?" tanya Zhao.
"Mudah. Aku ingin melihat senja dari atas bukit, aku mau ke gunung, Zhao! Aku ingin melihat senja!!" rengek Zhi.
"Senja? kau yakin ingin melihat senja?" tanya Zhao.
Zhi mengangguk antusias. Zhao terlihat terdiam memikirkan sesuatu.
"Yang penting melihat senja kan?" tanya Zhao.
Zhi cemberut. Tapi kemudian mengangguk.
"Kita pulang dan kau akan melihat senja 2 jam lagi. Oke? ratu akan mencari kita berdua jika tidak segera pulang." ucap Zhao.
Zhi tersenyum. "Berikan satu untuk ku. Aku ingin makan." Zhi merampas satu paper bag dan terlihat makanan lingkaran dengan bumbu kelapa menjadi penghias.
"Ekhem ekhem.. kurasa aku datang di waktu yang tidak tepat." ujar Li dihadapan mereka.
"Loh Li. Kenaoa kembali?" tanya Zhi polos.
"Ia menjadi utusan ibu ratu untuk menjenguk kita, Zhi." ujar Zhao.
"Seharusnya kau tidak perlu menjenguk kita. Kita akan pulang sebentar lagi, Li. Kalau kau semangat 45 dalam menjemput kami, pulang bertiga saja bagaimana?" tanya Zhi.
Li menatap ke arah Zhao. Zhao hanya mengangkat kedua bahunya saja.
__ADS_1
"Baiklah nona. Pulang adalah hal utama dalam tugas saya." ujar Li.
Zhi mengangguk. Ia memberikan makanan yang ia pegang untuk Li. Dua tusuk makanan yang jika di jumlah menjadi 8.
Mereka berbincang-bincang hingga memasuki istana.
"Ratu menyampaikan pesan untuk kalian sebelum masuk kamar." ucap Li dengan mengunyah jajan pasar.
"Oh ya, apa?" tanya Zhi.
"Jangan lupakan membuat cucu untuk ratu."
"Uhuk uhuk.." Zhao langsung tersedak Saliva nya sendiri.
"Kau!" Zhao menatap ke arah Li yang hanya meringis.
"Maaf. Tapi itu adalah pesan dari ratu, kalau begitu selamat bersenang-senang!" ucap Li kemudian kabur.
"Asisten not akhlak." Gumam Zhao.
BRAK!
Zhao terperanjat kaget ketika pintu tertutup. "Loh, Zhi?"
-
__ADS_1
Mulai hari ini author fokus up 3 bab klo sempat ya🦋💞