Menikahi Pria Candu

Menikahi Pria Candu
BUKAN SELINGKUH KOK


__ADS_3

Pada malam hari nya aku kembali ke kamar. Menatap pria itu yang tak ada di dalam kamar membuat ku menghela nafas. Berjalan dengan sedikit lesu lalu duduk di sana.


Tap...Tap...Tap


Seseorang berjalan dengan cepat, aku sedikit terkejut. Aku kira pria itu, ternyata Devan yang menatap ke arah ku dengan lirih lalu berjalan ke arah ku.


“ Kakak ipar, kau baik-baik saja? Dimana kakak ku? ” Tanya nya.


“ Aku baik-baik saja, aku tidak tahu dimana dia. ” ujar ku tersenyum tipis.


“ Kakak ipar, ” panggil nya.


“ Ya? ” tanya ku


“ Aku ingin bertanya Banyakkk sekali kepada kakak ipar. Apa akan menyulitkan mu? ” tanya nya.


Aku tersenyum kecil sebelum menjawab nya. “ Kau bisa bertanya sesuka hati mu, ini masih jam 7 malam. Santai saja, ” ujar ku tersenyum manis.


“ Kakak ipar, apa kakak ipar sudah punya teman disini? Aku tadi mengawasi kakak ipar dari jauh kakak sedang berkeliling. ” ujar nya.


“ Aku memang berkeliling, tapi tak menemukan satu teman pun. Aku.. sepertinya orang-orang disini tidak menyukai ku. ” ucap ku dengan pelan.


“ Kakak ipar tak perlu insecure, aku disini menjadi teman kakak! Kakak sangat baik, tak apa jika tak ada yang ingin bersama mu. Aku mau kok, ” ujar nya dengan bersemangat.

__ADS_1


“ Terima kasih, ” ujar ku terkekeh.


“ Sama-sama, aku lanjutin ya pertanyaan ku. ” ujarnya yang hanya aku jawab anggukan kepala.


“ Kakak sudah bertemu dengan kakak ku? Apa dia memperlakukan kakak dengan baik? ” tanya nya.


“ Soal itu... ” Belum ku selesaikan ucapan ku. Tiba-tiba gelar Suami yang beberapa saat lalu di terimanya datang dan berjalan menghampiri kami.


“ Ada orang yang sedang berduaan di dalam kamar sepasang suami istri. Duduk di ranjang yang sama, aku takutnya rumah tangga kami akan hancur karena ulah mu, pangeran Devan! ” ujar lelaki itu yang datang dan memperlihatkan tidak kesukaannya terhadap nya.


“ Haish, kenapa kau selalu menganggu ku? Kakak ipar, aku tahu semuanya. Aku kesini hanya ingin bertemu dengan mu, kebetulan kalian disini bersama. Besok datang lah ke istana, ibu ratu memanggil kalian. ” ujar Devan.


“ Apa? Se-secepat ini? ” Tanya ku terkejut.


“ Iya. ” ucap ku.


“ Baiklah, ku rasa ada seseorang yang cemburu. Aku pergi dulu ya kakak ipar, dahh. ” ucap Devan.


“ Iya.. Ehh, Devan kau mau kemana! Aku ingin berbicara banyak dengan mu!! ” Teriak ku. Ketika aku menyadari bahwa Zhao menatap ku dengan lekat dan tajam.


“ Kau mau kemana, istri ku? ” tanya nya dengan penuh tekanan membuat ku bergidik ngeri.


“ Apa urusan mu? Lepaskan aku, heh lepaskan aku! Sakit, ” ujar ku meronta ketika kera jubah ku di tarik ke atas.

__ADS_1


“ Sudah malam, aku hanya tidak ingin memiliki istri yang tak punya sopan santun seperti mu keluar malam-malam dan menghancurkan nama baikku. ” ujar nya sembari melepas kera pakaian ku.


“ Kita hanya berteman, kenapa kau sangat memperdulikan ucapan orang-orang? ” tanya ku heran.


“ Aku suami mu, bukan teman mu! ”


“ suami apa? aku bahkan tidak tau pernikahan ku. ” gumam ku pelan. Aku menarik dan menghembuskan nafas dengan gusar. Bagaimana tidak? Aku yang sebelumnya berada di kamar paviliun tiba-tiba di kamar sepasang suami istri? Dan terlebih lagi aku sudah menikah dan berada di kediaman suami ku. Gila!


“ Karena usia pernikahan kita masih muda dan masih banyak orang yang mengenal asing diri mu! Jangan berpikir hal lain selain itu, bocah tengik! ” ujarnya memundurkan tubuh ku dengan jari telunjuk yang menyentuh dahi ku.


“ CK, aku tidak peduli. Aku mau bertemu dengan Devan. ” ujar ku melangkahkan kaki ku mendekat ke arah pintu.


BRAK


Seketika pintu itu tertutup, membuat ku menelan Saliva dengan kuat.


“ Kenapa kau menutup pintu nya? ” Tanya ku.


“ Aku tak akan pernah membiarkan mu merusak nama baikku. ” ujar nya dengan sinis lalu melangkah ke tempat kerja nya.


“ Memang dia siapa mu? kenapa aku tidak boleh berdekatan dengannya? ” tanya ku aneh menatap pria itu yang terdiam di kursi. Tapi tangannya menjulur mengambil kertas dan pena.


“ Hanya orang gila yang akan merusak otak mu. ” Jawabnya.

__ADS_1


Aku tercengang.


__ADS_2