
Saat sendiri di kamar, Kylian kembali teringat saat dia pergi ke tempat Lucy bekerja tadi.
“Bagaimana seorang gadis bisa bekerja kasar seperti itu..”
Dia juga ingat Lucy yang bahkan menitipkan kopernya di loker umum.
“Di mana ia akan tidur malam ini kalau aku tidak menjemputnya?”
Tidak bisa dia bayangkan seorang gadis bisa bekerja kasar.
Katherine lega kesalahpahaman Lucy dan Kylian sudah teratasi. Tetapi dia sedikit kecewa karena Lucy malah memilih kembali bekerja menjadi pengasuh anak.
Karena Lucy sudah pembawaannya menyukai anak-anak, dan dia pun berasal dari latar belakang pendidikan jurusan pendidikan, keahliannya dalam mengajar anak, berbeda dengan ibunya yang menyukai fashion.
Keesokan harinya, Lucy menemui Katherine. Dia memberi hadiah pada Katherine sebuah anting sebagai bentuk terima kasihnya karena Katherine sudah membantu berbicara pada Kylian sehingga kesalahpahaman di antaranya dan Kylian sudah teratasi. Dalam hati Katherine merasa bahagia dan bersyukur bisa mendapatkan hadiah oleh putrinya.
Nyonya Sandra mengajak Selly bertemu di luar. Dia mengatakan kepada Selly bahwa dia ingin Selly menjadi menantunya. Dia bertanya kepada Selly apa dia menyukai Kylian. Selly dengan sok malu-malu mengakuinya.
“Wah aku tak tahu, sejak kapan?”
“Hmm.. mungkin baru-baru ini.”
Nyonya Sandra sangat senang dan bersemangat. Karena telah mendapatkan Sandra di pihaknya. Dia kemudian mengingatkan Selly agar tak memperlihatkan cintanya dahulu dan harus hati-hati menghadapi Kylian.
Selly mengatakan kepada Lucy bahwa dia saja yang akan menjemput Evan karena Selly ingin mendekati Evan dan mengambil hatinya. Awalnya, Evan terkejut dijemput oleh Selly, bukannya Lucy. Evan sempat takut kalau Lucy pergi lagi. Namun, Selly mengatakan pada Evan dia sedih karena Evan tidak menyukainya padahal dari kecil dia sudah mengurus Evan.
Evan mengaku dia tidak begitu membenci Selly, dia hanya malas karena sering Selly sering memaksanya dan memarahinya untuk makan hal yang tidak dia sukai dan tidak boleh bermain game. Selly berjanji akan lebih baik pada Evan.
Malam haru setelah pulang kerja, Kylian melihat anak-anaknya di pinggir jalan sedang berjalan bersama Lucy. Kylian meminta sopirnya untuk menurunkannya di pinggir.
“Kamu pulang duluan saja.” ucap Kylian kepada sopirnya.
“Apakah bapak tidak membutuhkan mobil untuk pulang bersama dengan anak-anak?” tanya sopir.
“Tidak.” jawabnya.
__ADS_1
Kylian dengan sengaja mengejutkan mereka berempat dari belakang. Mereka pun terkejut.
“Papa sudah pulang?” tanya Valerie.
“Iya. Kalian berempat mau kemana?”
“Kita mau pergi membeli es krim! Kak Lucy bilang ingin mentraktir kita karena nilai kita bagus! Ya, ’kan, kak?” kata Ethan.
“Iya. Betul.” jawab Lucy.
Kylian pun ingin turut serta. “Oh, ya? Hari ini saya juga telah berhasil mencetak rekor penjualan tertinggi. Apakah saya juga bisa ikut ditraktir?”
“Tentu saja.” jawab Lucy dengan tersenyum.
“Kalau begitu saya akan mengambil es krim yang paling mahal.”
Mereka kembali jalan berlima dengan gembira hingga sampai di rumah. Nyonya Sandra, Selly, dan Bi Yola pun terheran mereka masuk ke dalam rumah dengan ketawa cekikikan.
“Eh? Ada Pimpinan juga?” tanya Bi Yola.
“Iya. Tadi kita papa bertemu di jalan.” jawab Valerie.
“Papa juga mengambil es krim kesukaanku dan tidak mau berbagi..” sahut Evan.
“Kalau kalian marah, salahkan kak Lucy. Kenapa dia bersedia mentraktir papa juga.” ucap Kylian.
Nyonya Sandra terkejut Kylian bisa akrab begitu dengan anak-anaknya. Bahkan tersenyum.
“Besok kalau nilai Evan bagus lagi, kakak belikan lagi, ok?” Lucy menenangkan Evan.
“Valerie, Ethan, Evan, jangan lupa sikat gigi dan cuci kaki sebelum masuk ke kamar.” ucap Kylian.
“Ok, pa!” Anak-anak naik ke atas bersama Lucy.
“Saya juga akan ke ruangan saya.” ucap Kylian ke Nyonya Sandra, Selly dan Bi Yola.
__ADS_1
Keesokan harinya, Kylian datang menemui Harry. Mereka berbicara di suatu tempat. Kylian meminta maaf karena dia telah salah paham. Harry juga mengaku bahwa dia salah karena membiarkan istrinya menginap tanpa izin.
“Tidak perlu khawatir. Semua sudah berlalu. Yang terpenting sekarang adalah sebagai sesama ayah kita fokus terhadap anak-anak.” Kylian juga mengisyaratkan dia sudah tahu Lucy adalah putri Harry.
Harry mendapatkan pekerjaan baru sebagai satpam di apartemen. Dia berpapasan dengan Katherine karena dia memiliki unit di apartemen itu.
Harry mengantarkan Katherine ke unitnya. Katherine sempat cemas kalah Harry akan mengenalinya sebagai Sapphira, istrinya yang dulu meninggalkannya. Tetapi Harry hanya ingin berterima kasih karena telah membantunya menyelesaikan kesalahpahaman antara keluarganya dengan Kylian.
Ethan berulang tahun. Kylian berencana merayakan ulang tahun Ethan di villanya yang berada di luar kota. Dia juga mengajak Selly dan Lucy untuk ikut.
Nyonya Sandra menyiasati Selly untuk menggunakan momen ini untuk lebih dekat dan mengambil hati Kylian beserta anak-anaknya. Selly pun setuju dan bersemangat. Namun sialnya, begitu mereka sampai di villa, dia mendengar kabar ibunya dilarikan ke rumah sakit. Selly bergegas pulang dari villa.
Di villa, Kylian mengajarkan anak-anak memancing. Meski akhirnya heboh karena Ethan menakut-nakuti kakaknya dengan cacing. Kylian tersenyum-senyum melihat kelakuan anak-anaknya. Namun senyum itu pudar begitu Evan ikut-ikutan menakut-nakuti Lucy yang berujung dengan kejar-kejaran.
“Lucy, kamu tidak boleh berlari-lari. Evan, sudah cukup. Jangan menakuti-nakuti kak Lucy lagi.” ucap Kylian.
Evan akhirnya berhenti.
Di malam hari, mereka pesta barbeque dan Lucy menyalakan lilin kue ulang tahun untuk Ethan. Mereka semua bernyanyi selamat ulang tahun untuk Ethan. Dan saatnya Ethan meniup lilin, Valerie memperingatkan untuk membuat harapan terlebih dahulu. Ethan pun berucap: “Aku hanya ingin kak Lucy terus bersama kita supaya kebahagiaan ini terus berlangsung dan mama juga bahagia melihat kita dari atas sana.” dan kemudian meniup lilinnya.
Mereka merayakan ulang tahun Ethan dan Kylian mengambil foto mereka. Keseruan terjadi lagi, Valerie menenggelamkan wajah Ethan ke kue tart. Anak-anak pun akhirnya menyerang ayahnya dengan cream cake. Lucy pun tak ketinggalan. Mereka berlima bersenang-senang berkejar-kejaran. Lagi-lagi, Kylian memperingati Lucy untuk tidak berlari-lari hingga menimbulkan protes dari anak-anak.
“Papa, kenapa sih papa selalu menyuruh kak Lucy tidak berlari? Kak Lucy kan juga ingin bersenang-senang dengan kita!” kata Evan.
“Iya, pa! Dari tadi saat sedang memancing, beberapa hari yang lalu saat ada ular mainan, dan sekarang. Papa selalu menyuruh kak Lucy berhenti. Menyebalkan.” timpal Valerie.
“Itu karena papa khawatir kak Lucy terjatuh.” ucap Kylian.
“Memangnya kenapa kalau kak Lucy terjatuh? Dia sudah besar, jatuh kecil tidak membuatnya kesakitan.” balas Ethan.
“Bagaimana kalau dia terjatuh dan tidak bisa mengurus kalian dengan maksimal? Papa sudah menggajinya dengan mahal!” Kylian membela diri.
Malam hari, saat anak bersiap tidur, Lucy baru sadar kehilangan ponselnya. Dia memikirkan kemungkinan ponselnya jatuh dekat kolam saat berkejaran tadi. Lucy meminta Evan cepat tidur dengan Ethan, karena dia akan keluar mencari ponselnya.
“Apa perlu kutemani?” tanya Evan.
__ADS_1
“Tidak perlu, kakak bisa pergi sendiri. Kalian tidur ya.”
Bersambung...