Menikahi Tuan Duda!

Menikahi Tuan Duda!
33


__ADS_3

“Oh, jadi, kamu yang akan ikut bersama Bu Katherine ke Perancis?” tanya Jeremy.


“Iya. Aku juga tidak mengira kamu yang akan ikut ke Perancis dengan Kak Katherine. Kylian akan kehilangan satu teman terbaiknya.” jawab Lucy.


“Awalnya aku juga ragu ingin ke Perancis atau tidak. Jika aku pergi, Kylian tidak memiliki teman curhat saat minum.” ucap Jeremy.


“Lalu apa yang membuat kamu akhirnya memutuskan untuk pergi ke Perancis?” tanya Lucy.


“Untuk sekali saja, aku ingin memikirkan diriku sendiri. Kalau kamu?”


Jawaban Lucy persis seperti Jeremy. Namun dia tidak bisa mengatakannya.


“Aku ingin bekerja setelah kontrakku sebagai guru selesai. Dan kebetulan kak Katherine menawarkan pekerjaan untukku.” ucap Lucy.


Kylian tampaknya panas terbakar api cemburu melihat Lucy mengobrol ceria dengan pria lain. Kylian masih merasa gelisah sepanjang perjalanan ke rumah. Setelah menurunkan anak-anaknya di rumah, dia kembali mendatangi tempat kursus. 


Dia melihat Lucy keluar dari tempat kursus bersamaan. Dia pergi lalu pura-pura bertemu Jeremy temannya di depan.


“Hey, Jer.”


“Hey, Kylian?”


“Kamu mengikuti kursus bahasa Perancis? Kamu ingin ke Perancis juga?” tanya Kylian.


“Aku masih memikirkan tawarannya bu Katherine.” jawab Jeremy.


Lucy mendengar Jeremy yang berbohong. Namun dia yakin pasti ada alasan kenapa Jeremy membohongi Kylian.


“Kamu sendiri di sini ngapain?” tanya Jeremy.


“Aku? Aku menjemput Lucy. Ayo, kita pulang.” ucap Kylian. Kylian mengajak Lucy pulang bersama-sama namun Lucy tidak mau.


“Aku ingin ke toko buku. Ada buku yang harus aku beli.” ucap Lucy.


“Oh, kalau begitu bareng aku saja. Aku juga ingin ke toko buku.” sahut Jeremy.


Kylian pun terpotek hatinya. Namun dia tidak menyerah.


“Oh, ya! Valerie dan Ethan menyuruh aku untuk membeli buku juga.” Dengan alasannya, dia mengikuti Lucy dan Jeremy ke toko buku. Dia mengawasi Lucy dan Jeremy yang kompak memilih buku bahasa Perancis.


Lagi-lagi, Kylian menawarkan tumpangan karena mereka akan sama-sama kembali ke rumah. Lucy juga tidak bisa menolak.


Selly menyaksikan Kylian dan Lucy pulang bersama. Dia sungguh-sungguh iri. Dia merasa dia sebagai tunangannya lebih berhak atas Presdir.

__ADS_1


Operasi Katherine berjalan lebih lama dari yang diduga. Harry mulai gelisah. Setelah lewat 1 jam lebih pasien akhirnya keluar. Harry menunggu Katherine hingga sadar.


Dia rupanya sering menengok Katherine di apartemennya. Pagi sebelum kerja dan atau malam sepulang dari kerja. Dia rajin memasakkan bubur. Katherine menjadi terbuai. Dia pun berniat mengambil kembali Harry untuk dirinya.


Saat Harry akan pulang, Katherine menahan tangan Harry.


"Tak bisakah kau malam ini menemaniku?" tanyanya.


...****************...


Kylian ke bar minum sampai mabuk. Ketika pulang dia bertemu Lucy. Dengan setengah sadar berkata dia banyak beban sehingga dia minum. Padahal Lucy tidak bertanya.


“Eh, Lucy. Aku memiliki banyak beban sehingga aku pergi minum malam ini.” ucap Kylian.


“Selamat malam.” Lucy hendak naik ke atas.


“Kamu mau kemana? Oh, iya. Kamu sudah tidak tidur di kamar denganku.” ucap Kylian.


“Aku tidak habis pikir di hatinya penuh denganmu tetapi mengapa aku menghamili Selly. Rasanya aku ingin membongkar isi kepalanya,”


“Bolehkah aku menjadi pria br*ngsek dengan hanya menyukaimu, Lucy?”


“Kamu telah menjadi pria br*ngsek bagiku. Dan kamu juga ingin menjadi pria br*ngsek bagi Selly?”


Lucy berbalik badan. “Karena kamu tidak bisa bersikap tegas. Daripada menikahinya, kenapa kamu tidak mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu? Hotel bintang 6 tidak mungkin tidak memiliki CCTV, ’kan?”


Kylian pun menangis, Lucy menghampirinya dan memeluknya.


...****************...


Kylian terbangun dari tidur. Tiba-tiba ingat saat menangis dan dipeluk oleh Lucy. Dia malu telah melakukan hal yang tidak terkontrol seperti itu. 


Saat bangun pagi, Kylian berusaha menghindari Lucy dan pergi ke kantor pagi-pagi.


...****************...


Katherine bangun pagi. Dia mengira Harry ada di sampingnya. Tetapi Harry tidak ada. Dia sudah menyiapkan menyiapkan sarapan pagi untuk Katherine.


Dia pun menuliskan pesan di secarik kertas.


“Terima kasih atas semua kebaikannya selama ini.”


Katherine gelisah akan maksud pesan itu. Dia takut kalimat tersebut merupakan perpisahan. Segera dia mengajak Harry bertemu. Dia berkata sudah terbiasa Harry berada di sampingnya.

__ADS_1


“Bagaimana kalau kamu ikut kami ke Perancis bersama-sama?”


Katherine nekad dia mengatakan tak bisa berpisah dari Harry. Dia meminta Harry ke Perancis bersamanya. Dia mengatakan dia membutuhkan Harry di sisinya. Harry menjadi iba.


“Mengapa Bu Katherine seperti ini? Saya ini bukan siapa-siapa. Saya juga seorang kepala keluarga. Tidak mungkin saya meninggalkan keluarga saya. Terima kasih atas tawarannya, tapi maaf, saya tidak bisa.” ucap Harry


Begitu ditolak Harry, Katherine juga tidak menyerah. Dia ingin menemui istri Harry, Yuni. Katherine berkata bahwa dia ingin merekrut Harry ke Perancis sekalian bersama Lucy.


“Perusahaan saya menyediakan fasilitas untuk tempat tinggal dan kendaraan. Dan gaji tahunan yang bisa diterima suami anda 250 juta.” ucap Katherine.


Yuni menelan ludahnya. Dia tercengang mendengar gaji tahunan yang akan didapat suaminya.


“Tenang saja, bu. Saya berjanji akan membujuk suami saya.” ucap Yuni. Soal uang nomor satu baginya, namun dia tidak sadar kalau suaminya mau direbut.


Kylian dan Lucy tidak sengaja akhirnya bertemu.


“Hmm.. aku.. aku tidak ingat apa yang aku katakan semalam.” ucap Kylian.


“Kamu banyak sekali tidak ingat akan segala hal.” Lucy menyindir.


...****************...


Yuni bertanya mengapa suaminya menolak tawaran bagus ke Perancis padahal dengan beberapa tahun bekerja di Perancis bisa memberikan uang dan rumah untuknya.


Harry kesal, dia pun menegur Katherine. Dan meminta dia untuk tidak mengganggu atau menghubungi istrinya lagi.


Harry mendapat telepon dari Katherine. Dia mengabaikannya. Lalu, Katherine mengirim pesan. Membaca pesan itu dia langsung berangkat ke apartemen Katherine. Ternyata Katherine sakit lagi. Dia membawanya ke RS. Di UGD Harry dimarahi dokter. Mengatakan mengapa sebagai wali pasien membiarkan pasien tidak makan.


Begitu kembali ke rumah, Harry menyuruh Katherine makan.


Katherine tidak mau karena tidak berselera. Dia meminta Harry pergi saja.


“Aku bisa mengurus diriku sendiri.”


Tiba-tiba Harry berkata lain


“Aku akan ikut kamu ke Perancis. Saya akan berada di sisi ibu.”


Katherine terkejut, matanya langsung menyiratkan kebahagiaan. Karena sedang bahagia, dia membelikan jas untuk Harry. Lalu, dia mengajak Harry makan di apartemennya.


Katherine memasakkan Harry masakan andalan resep ibunya. Harry mengingat Sapphira, mantan istrinya yang juga pernah memasakkan sayur serupa dengan ciri khas rasa yang sama.


Dia bertanya dari mana Katherine tahu masakan ini. Katherine berdalih, dia menjawab dia meminta resep dari seseorang karena enak. Dia terpaksa berbohong karena tidak ingin identitasnya terbongkar dan membuat Harry berubah pikiran tidak jadi ikut bersamanya ke Perancis.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2