Menikahi Tuan Duda!

Menikahi Tuan Duda!
36


__ADS_3

“Saya tidak percaya. Itu terdengar seperti alasan yang dibuat-buat. Dia pasti memiliki motif datang ke sana karena ingin kembali bersama dengan Pimpinan.”


“Kamu tidak bisa melihat tangannya yang dibalut perban? Selly, apa kamu tahu? Kamu membuatku semakin ingin membatalkan pernikahan. Tunggu. Setelah saya pikir lagi, sepertinya kita tidak pernah membicarakan soal pertunangan apalagi pernikahan. Kamu sendiri yang membuat pernyataan seperti itu dan mengatakan ke semua orang termasuk anak-anak.”


“Jadi, maksud Pimpinan, Pimpinan ingin lepas tanggung jawab?”


“Saya juga tidak pernah mengatakan tidak akan bertanggung jawab. Jika itu memang benar bayi di dalam kandunganmu adalah anakku, darah dagingku, saya akan membesarkannya dengan penuh cinta kasih. Dia akan menjadi keturunan dan dapat nama akhirku. Jadi, kita tunggu saja sampai anak itu lahir.”


Selly menjadi ketar-ketir. Dia meminta maaf dan lagi-lagi mengatakan hanya ingin dekat dan memperhatikan anak-anak.


Kylian tersenyum pahit. “Selly, sayangnya kamu tidak pernah memiliki kualifikasi sebagai ibu anak-anak. Kamu tidak pernah dilihat baik di mata anak-anak.”


Kylian hendak pergi meninggalkan Selly. Setelah mendengar perkataan Kylian, Selly barulah sadar bahwa tindakannya melawan Kylian itu suatu kesalahan. Dia menahan tangan Kylian dan berlutut. Dia meminta maaf dan mengaku salah.


“Pimpinan, Pimpinan, saya minta maaf. Saya akui perbuatan saya salah. Saya minta maaf, Pimpinan. Tolong berikan saya kesempatan sekali lagi demi bayi kita di kandungan saya.” ucap Selly dengan segala air mata buayanya.


Kylian berbalik dan menampilkan raut muka yang menakutkan.


“Bayi kita!? Cukup, Selly. Jangan bermimpi.” ucap Kylian.


“Pimpinan? Pimpinan tidak boleh menyangkalnya meski Pimpinan tidak mengingatnya..”


“Bayi di dalam kandunganmu itu sebenarnya anak siapa?!”


Ingatan Kylian bukanlah hilang. Melainkan dia benar-benar tertidur sampai pagi tidak lama setelah minum air di gelas di dalam kamar hotelnya saat itu. Memang benar Selly ada di dalam kamar hotelnya saat itu karena membohongi resepsionis untuk meminta kunci akses kamar hotel Kylian.


Namun tidak ada yang terjadi pada saat itu. Karena perkataan Lucy untuk mencari tahu kebenaran dengan mengecek CCTV, Kylian segera melakukan itu. Dia sampai kembali ke hotel dan mengecek CCTV yang sulit diperlihatkan jika Kylian bukan penyewa kamar VVIP di hotel itu. Setelah melihat di rekaman CCTV kalau Selly keluar tidak lama setelah Kylian masuk. Sudah jelas membuktikan bahwa tidak mungkin ada hubungan yang membuat Selly sampai mengandung anaknya.


Kylian juga ingat sekali dia butuh waktu untuk berereksi karena mengalami widower syndrome yang muncul ketika pria kehilangan istrinya. Amarah Kylian memuncak karena Selly sampai berbohong tentang bayi dalam kandungannya.


Orang-orang yang ada di dalam rumah keluar. Kecuali Lucy dan anak-anak. Selly ketakutan. Tetapi dia tidak berani berkata apa-apa.

__ADS_1


“Sudahi sandiwaramu! Mengapa kamu lakukan ini padaku? Apa yang saya lakukan sehingga kamu seperti membalaskan dendam padaku!?” ucap Kylian seraya mencengkram kedua lengan Selly.


“Saya menyukai Pimpinan. Saya ingin bersama Pimpinan karena itulah saya melakukannya.”


“Alasannya hanya karena itu? Apa kamu tahu? Kamu telah memporak-perandakan hidupku! Dasar wanita gila.” Kylian melepaskan cengkramannya dengan kasar hingga membuat Selly jatuh tersungkur di lantai.


Segera Kylian menyuruh Gita mengurus dan mengusir wanita gila ini. Keputusan Kylian sudah bulat. Dan dia akan memberi kompensasi melalui pengacaranya atas pembatalan pertunangan yang meskipun tidak apa-apa jika tidak dia berikan.


“Pergilah dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi. Pengacaraku akan menghubungi mengenai kompensasi atas pembatalan pertunangan.” ucap Kylian lalu masuk ke rumah.


Keesokan harinya, Kylian mencari keberadaan Lucy karena tidak ikut sarapan bersama di meja makan. Bibi Yola mengatakan pada Kylian bahwa Lucy menitip pesan kalau dia mengambil cuti sakit dan pulang ke rumah setelah terluka karena menyelamatkan anak-anak.


“Kalian tahu soal ini?” tanya Kylian pada anak-anaknya. Karena dia heran mengapa anak-anaknya tampak tenang dan santai saja dengan tidak adanya Lucy. Biasanya mereka akan merengek dan membuat keributan meminta Lucy kembali ke rumah.


Ketiganya pun mengangguk secara bersamaan.


“Wah.. hanya aku yang tidak tahu di sini.” ucap Kylian.


“Kenapa papa terkejut begitu? Bukankah kata papa kita harus menyesuaikan diri tanpa adanya mama di rumah ini?” tanya Valerie.


“Iya, iya. Tentu saja. Benar. Iya, yang papa katakan itu benar Tapi siapa yang tidak terkejut jika perginya tiba-tiba dan hanya meninggalkan pesan?” jawab Kylian.


“Untuk itu kita harus mempersiapkan diri. Meskipun sangat sulit..” sahut Ethan.


“Iya, benar. Sangat sulit.” ucap Kylian kecil.


“Apa, pa?” tanya Evan.


“Cepat habiskan sarapan kalian. Papa akan mengantar kalian ke sekolah.” Kylian berdalih.


“Pa, aku dengar kemarin telah terjadi keributan besar. Tante Selly tidak mengandung anak papa dan papa membatalkan pertunangan.” ucap Valerie.

__ADS_1


“Iya, itu benar.”


“Wah, beneran, pa?! Berarti tante Selly tidak akan menjadi mama kita?” sahut Ethan.


“Iya, tidak akan.”


“Yes!” Ketiga anak merasa senang.


“Kita harus memberi tahu kabar baik ini ke mama!” ucap Ethan.


Kylian tiba-tiba berpikir Lucy akan mengurungkan niatnya untuk ke Perancis jika mendengar pertunangan mereka batal. Kylian tidak mau itu terjadi karena pergi dan memulai karir di Perancis adalah hal yang menguntungkan untuk Lucy. Terlebih Lucy masih muda dan pekerjaannya di Perancis lebih baik daripada menjadi guru asuh bagi ketiga anaknya.


“Anak-anak, sepertinya mama tidak perlu mengetahui soal pertunangan papa dan tante Selly yang batal.” ucap Kylian.


“Kenapa, pa? Ini kan kabar baik.” ucap Valerie.


“Mama tidak ada sangkut pautnya lagi dengan papa. Dia tidak mau tahu apa yang terjadi dengan papa. Jadi, lebih baik kita tidak perlu memberitahunya. Kalian mengerti?”


“Iya, iya. Baik, pa.”


Lucy pun pulang ke rumah ayahnya untuk beristirahat. Untungnya, Harry sudah pergi bekerja sehingga tidak melihat tangan Lucy yang diperban. Kalau ayahnya sampai tahu, dia mungkin tidak mengizinkan Lucy untuk tetap bekerja di kediaman Kylian.


Katherine mengajak Lucy bertemu di luar. Dia berniat menyampaikan kabar yang membahagiakan. Namun Katherine terkejut melihat tangan putrinya dibalut perban.


Sementara Lucy awalnya melihat wajah Katherine yang begitu ceria.


“Astaga! Tanganmu ini kenapa, Lucy?”


“Ah, ini.. sempat terjadi kebakaran di gudang vila Kylian. Aku terluka saat menolong anak-anak.”


“Yaampun.. sudah diperiksa ke rumah sakit? Apa lukanya parah?”

__ADS_1


“Kenapa kak Katherine begitu khawatir denganku?” Lucy bertanya-tanya di dalam hatinya.


Bersambung...


__ADS_2