Menikahi Tuan Duda!

Menikahi Tuan Duda!
27. Aku Mencintaimu


__ADS_3

“Lucy, aku membayangkan hidupku saat menua nanti. Hidup di sini, berkebun, melakukan hal lainnya di vila ini dan bersamamu. Sementara anak-anak nanti sibuk dengan masa depannya masing-masing. Jika seperti itu, kurasa masa tuaku nanti sangat menyenangkan. Ya, ’kan?” ucap Kylian kemudian.


“Benar. Masa tua yang diinginkan semua orang.” balas Lucy.


“Tapi itu tidak akan menyenangkan jika tidak ada kamu di masa tuaku nanti.” ucap Kylian.


“Aku ingin kita hidup bersama selama mungkin.” tambah Kylian.


Lucy mengangguk. “Kita akan hidup bersama selama mungkin.”


Setelah makan bersama, Kylian mengajak Lucy berbelanja untuk pesta perayaan di akhir pekan nanti untu Valerie yang sudah menyelesaikan ujian akhirnya.


“Sepertinya kakimu sudah sembuh, ya. Atau selama ini kamu hanya berpura-pura sakit?” ucap Lucy mencurigai.


“Hah!? Oh, masih sakit, kok. Sedikit. Namun demi anak tercinta.” Kylian membela dirinya.


Lucy pun setuju untuk pergi berbelanja, namun dia yang memilih tempatnya. Lucy dan Kylian mendatangi sebuah pasar tradisional yang dimana tidak pernah Kylian datangi. Kylian berkali-kali mengajak Lucy ke pasar modern saja, namun Lucy menolak. Dia ingin membalas perbuatan Kylian yang sudah mengerjainya. Sesuai dugaan, seorang Kylian yang telah dilahirkan dengan sendok perak di mulutnya pasti belum pernah mendatangi pasar tradisional.


Memasuki pasar tradisional, dengan suasana yang sangat ramai dan riweh, Kylian tidak terbiasa. Lucy ingin membeli makanan laut untuk diolah nantinya. Kylian terkejut ketika melihat ikan, kepiting, gurita dan yang lainnya bergerak dan masih hidup.


“Tante, aku mau ikan dan kepiting ini, ya.” ucap Lucy.


Kylian terkejut ketika sang penjual menangkap ikan dan kepiting yang ingin Lucy beli dengan tangannya langsung yang hanya berlapis sarung tangan saja. Karena bau amis yang begitu tajam, Kylian sontak langsung mual-mual.


“Ho-hoek!”


Lucy tersenyum puas karena merasa telah berhasil membalaskan dendamnya. “Kamu kalah dengan tantenya, tuh. Dia bisa menangkap dengan tangannya sendiri. Kamu apa?”


“Aku tidak bisa, Lucy. Kita harus segera pergi dari sini.” ucap Kylian.


“Loh, kok pergi? Kita saja baru sampai. Masih banyak yang harus kita beli untuk pesta Valerie.”


“Kita bisa beli di tempat lain.”


“Tanggung sekali. Kita sudah jauh-jauh sampai di sini.”


Lucy pun berjalan dan lanjut berkeliling untuk berbelanja. Sementara Kylian hanya bisa mengikutinya dengan menjinjing kantong ikan dan kepiting yang bau amis.


Tiba di toko penjual ayam. Lucy membeli beberapa potong ayam. Mual Kylian terus berlanjut ketika menyaksikan ayam yang dipotong menjadi beberapa bagian, dan menyium bau anyir darah sampai darah ayam tersebut muncrat ke wajahnya. Kylian menjauh sedikit dari sana.


Setelah Lucy menerima ayam pesanannya, dia mendapati Kylian tidak ada di sampingnya. Segera dia mencari Kylian ke sekitarnya.


Tiba-tiba Kylian entah darimana muncul menghampirinya. “Lucy, sepertinya ini sudah banyak dan cukup untuk pesta Valerie nanti. Bagaimana kalau kita pulang?”

__ADS_1


“Sebentar. Kita belum menjelajah pasar sampai ujung.”


Lucy lanjut berjalan. Dia berhenti di toko baju.


“Bukankah ada pantai di dekat vila? Kita harus ke pantai bersama!” Lucy langsung memilih baju untuknya dan Kylian yang sesuai dengan pantai. Kylian berganti pakaian yang sudah dipilihkan Lucy.


“Jika kak Katherine melihat gaya pakaianku sekarang, aku bisa dihabisi olehnya.” ucap Kylian saat berkaca setelah berganti pakaian.


Tentu saja Katherine marah, pakaian yang dikenakan Kylian sekarang sangat nyentrik dan bergaya kuno yang terkenal saat dia masih bujangan. Sedangkan Katherine adalah desainer asal Perancis.


“Namun demi istri tercinta. Lebih baik aku dihabis kak Katherine daripada membuat Lucy kecewa.” ucap Kylian kemudian.


Mereka pun lanjut berkeliling lagi. Lucy menemukan penjual permen kapas dan ada permen kapas bergambar animasi angry bird.


“Tidakkah ini mirip denganmu?” tanya Lucy sambil menunjuk permen kapas yang bergambar burung berwarna merah di angry bird.


“Kamu lebih mirip dengan yang ini.” ucap Kylian seraya menunjuk permen kapas bergambar b*bi hijau di angry bird.


Lucy akhirnya membeli kedua permen kapas tersebut dan memakannya yang berwarna merah.


Setelah puas menyusuri setiap inci pasar, Lucy akhirnya ingin pulang. Kylian dengan senang mengiyakannya karena akhirnya penderitaan dia berakhir.


Namun bukan kembali ke vila, Kylian membawa Lucy ke pantai karena pakaian mereka sudah cocok. Tapi itu hanya alasan pendukung. Alasan utama Kylian membawa Lucy ke pantai karena Lucy tampak bersemangat ingin ke pantai ketika tahu vila dekat dengan pantai.


“Warna langitnya sangat indah.” ucap Lucy.


“Ciptaan Tuhan memang luar biasa.” ucap Kylian sambil menatap Lucy.


Menurutnya langit dan Lucy sama-sama indah. Namun saat ini dia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Lucy. Dia reflek menyelipkan rambut Lucy di belakang telinga yang berterbangan karena angin.


“Katanya kalau kamu memejamkan mata selama 15 detik, warna langitnya menjadi lebih indah lagi.” kata Kylian.


Karena penasaran, Lucy membuktikan apakah ucapan Kylian benar atau tidak. Dia memejamkan matanya sambil berhitung mundur 15 detik.


“15... 14... 13...”


.


.


.


“9...”

__ADS_1


.


.


.


“3... 2... 1...”


Selesai berhitung, Lucy membuka matanya. Tiba-tiba tepat di depan matanya ada sebuah kalung dengan batu permata diamond di tengahnya.


Lucy tersenyum. “Kapan kamu membelinya?”


“Saat menenangkan diri setelah menyaksikan penyiksaan pada ayam.” jawab Kylian.


Kylian memasangkan kalungnya di leher Lucy.


“Akan aku belikan kalung dengan diamond yang asli saat kembali nanti.” ucap Kylian.


“Ini sudah sangat bagus. Terima kasih, ya.” balas Lucy.


Kylian menyodorkan pipinya. Sementara Lucy mengerutkan dahinya karena heran.


“Cium aku di sini kalau kamu benar-benar terima kasih.” ucap Kylian.


“Kalau begitu kamu tutup mata dulu.”


Kylian pun menurut. Dia memejamkan matanya dan menunggu bibir Lucy mendarat di pipinya.


“Kabuuurrrrr.....!!” Lucy berlari menjauh dari Kylian dengan kaki yang bersentuhan langsung di atas pasir. Merasa dibohongi, Kylian segera membuka matanya dan mengejar Lucy.


“Awas kamu, ya! Aku akan menangkapmu!” teriak Kylian seraya mengejar Lucy.


“Kejar saja aku kalau bisa!” Lucy menantangnya.


Sampai Kylian berhasil menyamai langkah kakinya dan menangkap Lucy. Keduanya pun tertawa lepas. Kylian memberi Lucy pelukan yang sangat erat dari belakang. Keduanya memandangi langit yang semakin lama menghitam.


Kemudian Lucy berbalik badan dan berjinjit. Dia mencium pipi Kylian. Kylian terkejut dan sempat melamun sebentar. Kedua mata mereka bertemu dan saling memandang. Perlahan Kylian memajukan wajahnya, mengikis jarak kedua wajah mereka dan mempertemukan bibirnya dengan bibir Lucy.


Kylian mengisap lembut bibir Lucy dan dibalas oleh Lucy. Setelah itu Kylian pun membawanya ke dalam pelukannya.


“Aku mencintaimu, Lucy.”


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2