
Entah mengapa Lucy merasa sedih ketika mendengar perkataan yang diucapkan oleh Kylian. Padahal pergi ke Perancis dalam 3 bulan adalah keputusannya sendiri.
“Aku juga telah membuat Kacang pergi..” ucap Kylian kemudian.
Mata Lucy menjadi berkaca-kaca. Dia masih sering sedih jika memikirkan Kacang.
Kylian pun juga merasakan hal yang sama. Saat air matany hampir jatuh, buru-buru dia keluar dari kamar Lucy dan menghapus air matanya. Dia kembali menguatkan diri sendiri.
Kylian pergi mendatangi anak-anaknya. Dia ingin tahu kronologi kebakaran di gudang itu dan bagaimana bisa terjadi kebakaran. Anak-anak akhirnya mengaku kalau mereka mengetahui papa dan mamanya saling mencintai, mereka ingin menyatukan papa dan mamanya kembali. Mereka menghias gudang dengan balon dan lilin lalu lilin tidak sengaja terjatuh yang menyebabkan terjadinya kebakaran.
Kylian senang mendengar pengakuan anak-anak dan niat baik mereka yang berusaha menyatukan dirinya dan Lucy lagi. Namun, Kylian menjelaskan bahwa dia tidak bisa kembali bersama mamanya anak-anak.
“Valerie, Ethan, Evan. Dalam 3 bulan ini, kita seharusnya mempersiapkan diri untuk hidup tanpa mama. Bagaimanapun mama akan pergi ke Perancis untuk melanjutkan karirnya yang jauh lebih baik. Papa tidak bisa menghalangi mama mengejar impiannya dan menahan kepergian mama. Mama masih muda dan cantik, sedangkan papa sudah memiliki 3 anak.”
“Tapi aku tidak mau tante Selly menjadi ibu kita, aku takut.” ucap Evan.
“Iya, pa. Tante Selly sering memarahi kita, membentak, berbicara dengan nada tinggi. Maksudku, walaupun kita ada salah, memangnya tidak bisa dibicarakan dengan baik?! Bukankah itu akan meninggalkan trauma? Evan saja pernah mengompol karena bermimpi dimarahi tante Selly!” tambah Valerie.
“Guru kita di sekolah dan mama saja tidak pernah memarahi kita. Dan selalu berbicara lembut. Lalu dia siapa hingga berani memarahi kita? Dia juga berusaha menyingkirkan mama dari rumah dan mengusik mama.” tambah Ethan.
Kylian terkejut dengan pengakuan dari anak-anaknya yang telah diperlakukan buruk oleh Selly.
Keesokan harinya, Kylian, anak-anak dan Lucy kembali ke kediaman. Orang di kediaman Kylian heran karena Lucy bersama dengan Kylian dan anak-anak. Karena seingat mereka, hanya Kylian dan anak-anak yang pergi ke vila. Terutama Selly yang langsung memasang wajah tidak senang saat melihat Lucy bersama dengan Kylian dan anak-anak. Kylian menyuruh Lucy langsung beristirahat ke atas.
Sedangkan kemudian Kylian sudah bersiap untuk pergi lagi. Selly cemburu dan marah pada Lucy melihat Lucy pulang bersama-sama Kylian tadi. Dia mengajak Lucy bertemu di taman berdua saja. Begitu sampai di taman, Lucy langsung mendapat tamparan dari Selly. Dia bahkan mengeluarkan kata-kata kasar.
__ADS_1
“Plaakk!!”
“Selly?” Lucy terkejut karena mendapat tamparan di pipinya.
“Kamu bilang kamu akan membantu bicara dengan anak-anak supaya mereka bisa menerimaku!? Tapi buktinya kamu malah semakin lengket dengan anak-anak dan gatal dengan Pimpinan!”
“Gatal?”
“Ya! Kamu yang bahkan sudah bercerai dengan Pimpinan masih menempel padanya. Aku ini akan menjadi istrinya sebentar lagi! Kamu berniat menjadi wanita simpanan pria dewasa?! Aku tidak menyangka kamu wanita yang seperti ini. Aku bahkan sedang mengandung anak Pimpinan, kamu tidak bisa mengerti perasaanku sebagai sesama wanita?! Dasar tidak tahu malu!”
“Harusnya aku yang menanyakan itu padamu. Apa kamu tidak tahu alasan kita bercerai? Mungkin kamu bisa membohongi Kylian dan satu dunia sekalipun kalau kamu mengandung anak Kylian, tapi kamu tidak bisa membohongiku!” balas Lucy.
“Kamu ini menganggap aku wanita murahan yang hamil anak sembarangan orang?! Bayi di dalam kandunganku ini adalah anak Pimpinan! Meski Pimpinan mabuk berat sampai tidak mengingat apa yang terjadi saat malam itu, bayi di dalam kandunganku tetap anak Pimpinan!”
“Oh, jadi, kamu membiarkan dirimu dihamili oleh pria yang sedang mabuk berat?”
Saat hendak pergi, Kylian sempat melihat Lucy berjalan menuju taman. Dia rupanya menghentikan mobilnya karena penasaran. Dia telah menyuruh Lucy untuk beristirahat di kamar, mengapa Lucy malah pergi ke taman? Sesampainya di taman, dia melihat Lucy ditampar hingga dimarahi Selly.
Kylian mendengar semuanya dengan jelas. Dia segera datang dan menghentikan Selly saat dia ingin menampar Lucy untuk yang kedua kalinya.
“Apa-apaan kamu ini? Apa kamu sudah gila? Apa kamu sadar akan yang telah kamu perbuat dan katakan pada Lucy? Ikut denganku!” Kylian menarik tangan Selly dan membawanya ke tempat lain.
Lucy kembali masuk ke rumah. Anak-anak melihat pipi Lucy yang merah sebelah. Mereka menanyakan penyebabnya. Namun Lucy berdalih.
“Di taman ada nyamuk hinggap di pipi mama dan mama tidak sengaja menepuk pipi mama dengan keras. Mama naik ke kamar dulu, ya.” ucap Lucy.
__ADS_1
Lucy kembali ke kamar. Anak-anak pun datang membawakan es batu untuk mengompres pipi Lucy. Mereka mengatakan kalau mereka sedih melihat Lucy. Lucy selalu memberi perhatian pada anak-anak dan mereka ingin melakukan hal yang sama.
“Kita sedih melihat mama terluka. Mama selalu menjaga kita agar tidak terluka tapi kita tidak bisa menjaga mama.” kata Valerie.
“Mama juga selalu memperhatikan kita. Kita juga ingin melakukan hal yang sama ke mama meskipun waktu kita bersama tersisa kurang dari 3 bulan lagi.” tambah Ethan.
“Anak-anak, yang dewasalah yang menjaga yang lebih muda.” ucap Lucy.
“Tapi umur aku 14 tahun, umur Ethan 9 tahun, dan umur Evan 5 tahun, kalau umur kita bertiga dijumlah totalnya akan menjadi 28 tahun, lebih besar dari umur mama yang masih 27 tahun.” ucap Valerie.
Mendengar apa yang dikatakan anak-anak, membuat Lucy menjadi terharu. Dia menjadi goyah. Di dalam hati kecilnya, dia jadi tidak ingin meninggalkan anak-anak jauh ke Perancis 3 bulan lagi. Apalagi kebakaran di gudang kemarin yang membahayakan anak-anaknya. Lucy takut itu akan terjadi lagi saat dirinya pergi ke Perancia. Lucy memeluk ketiga anaknya.
“Bagaimana ini.. aku jadi tidak sanggup meninggalkan anak-anak ke Perancis... Aku sudah sangat menyayangi mereka dan mereka juga sangat baik padaku..” ucap Lucy di dalam hatinya.
Kini Kylian berbicara hanya empat mata dengan Selly.
“Ah, Pimpinan. Tanganku sakit..” rintih Selly.
“Saya ingin membatalkan pertunangan.” ucap Kylian.
“Apa!? Kenapa Pimpinan membatalkan pertunangan? Pimpinan, apa karena keributanku tadi dengan Lucy? Pimpinan, apa saya salah jika saya hanya ingin dekat dengan anak-anak tapi malah Lucy yang ke sana dan menginap di sana? Dia lah yang bersalah.” Selly protes.
“Lucy menginap di villa karena Lucy terluka setelah menolong anak-anak dari insiden kebakaran.” ucap Kylian.
“Saya tidak percaya. Itu terdengar seperti alasan yang dibuat-buat. Dia pasti memiliki motif datang ke sana karena ingin kembali bersama dengan Pimpinan.”
__ADS_1
Bersambung...