
"Mengapa putri sulung tidak ikut bergabung?"
Valerie langsung tertawa terbahak-bahak, begitu gurunya dikira putri ayahnya.
Sebaliknya Kylian tanpa keki dan kesal.
"Apa aku tampak setua itu? Dia itu guru dari putra-putriku!"
Kylian di rumahnya sampai mencari di internet bagaimana agar tampil lebih muda. Dia menjadi tidak percaya diri sejak dikira ayah Lucy. Malam itu Kylian mendapat sms dari Lucy untuk bertemu di luar. Dia duduk di kursi taman menunggu. Begitu Lucy datang dengan lesu ia menyapa,
"Putri sulungku sudah datang."
Lucy menghibur Kylian dengan berkata bahwa bahwa Kylian tidak terlalu seperti Om-om kok. Ia juga sesumbar karena ia juga yang tampak lebih muda dari usianya.
Lucy dan Kylian berjalan pulang berdua. Diam-diam Selly datang ke depan Kediaman Kylian. Dia mengintip Kylian yang dengan Lucy yang saling bertatapan seperti kekasih. Dia cemburu. Dia menghampiri Kylian. Lucy pun masuk ke dalam terlebih dahulu.
“Pimpinan..”
“Asisten Selly?”
“Apa yang membuat Pimpinan memilih Lucy bukannya saya?”
“Sepertinya anda sudah minum terlalu banyak.”
“Apa Pimpinan tidak berpikir kalau orang semuda Lucy mendekati Pimpinan yang jauh lebih tua pasti karena uang.”
“Itu bukan urusan anda. Silakan pergi.”
“Saya bisa lebih baik dari Lucy dan tulus kepada Pimpinan.”
“Cukup.” Kylian tentu kesal.
"Apa Kylian pernah memandangku sebagai seorang wanita?"
"Tidak pernah sama sekali." katanya dengan tegas.
Saat Kylian pergi, Selly nekad memeluk Kylian dari belakang berusaha meyakinkan Kylian. Kylian pun dengan tegas melepas pelukan itu.
Pada saat yang sama Bibi Yola melihat Selly memeluk Kylian. Ia syok, jangan-jangan mereka berdua punya hubungan atau apa sampai Selly harus keluar.
“Maaf, asisten Selly. Anda mungkin tidak akan mengingatnya nanti, tapi saya ingin mengatakan bahwa saya dan Lucy adalah pasangan suami istri.”
Bi Yola terkejut bukan main saat menguping pembicaraan mereka.
__ADS_1
Di dalam rumah, Katherine melihat Lucy baru pulang berwajah ceria.
"Kamu baru pulang dari bertemu dengan pacarnya, ya!" Katherine meledek.
"Dari mana kakak tahu?"
"Karena di wajahmu tertulis "Aku baru bertemu pacarku." ledek Katherine.
Katherine kembali menggoda mengorek sosok pacar putrinya. Lucy malu dan belum bisa mengatakannya sekarang.
Keesokan harinya, di kediaman Kylian, anak-anak mengajak Lucy bermain bola. Kylian senang menonton keasyikan mereka bermain. Berkali-kali ia pun mencuri pandang ke arah Lucy. Katherine pulang ke rumah, dia melihat tatapan yang tidak wajar dari Kylian ke putrinya, dia tidak senang. Apalagi dia tahu putrinya sudah punya pacar.
Katherine mendatangi Kylian di ruang kerjanya, membawakan teh dan mengajaknya bicara. Lalu dengan tidak segan ia bertanya.
"Apa mungkin kamu menyukai Lucy?"
Kylian pun terkejut dengan pertanyaan itu.
"Apa itu ilegal?" balas Kylian.
"Lucy itu kan masih sangat muda, nanti ada yang berkata buruk. Dan yang dirugikan nanti adalah Lucy."
"Apa karena aku sudah punya 3 anak?"
Kylin tampak kecewa. Baginya, Katherine adalah orang tua yang dia miliki sekarang. Namun tanggapan Katherine membuatnya kecewa.
Pernikahan Hana pun dilangsungkan. Nyonya Sandra bicara dengan pengacaranya Kylian agar segera melakukan proses perpindahan saham nanti.
Lucy datang bersama anak-anak ke lokasi dan menengok pengantin wanita. Setelah mengantar anak-anak ke aula, Lucy kembali lagi membawakan sapu tangan untuk Hana. Ternyata Hana didatangi wanita yang mengaku kekasih pengantin pria. Dia menyetel rekaman saat pengantin pria mengatakan menikahi Hana demi uang. Perempuan itu juga mengatakan dia sedang hamil dan meminta Hana tidak usah jadi menikah.
“Aku akan bertanggung jawab. Aku akan menikahimu. Tapi kamu harus bersabar. Setelah aku menikahi Hana, dia akan membantu perusahaanku dengan sahamnya, dan saat kondisi perusahaanku sudah membaik, saat itulah aku baru akan menikahimu.” ucap kekasih Hana dalam rekaman tersebut.
“Aku tidak ingin kalian menikah. Jadi, lebih baik kamu tidak usah melanjutkan pernikahanmu.” ucap wanita itu.
Hana pun syok, dia membatalkan niatnya untuk menikah. Dia meminta Lucy membantunya kabur dari pernikahan. Lucy setuju, dia membantu Hana pergi. Sementara Hana terus menangis. Lucy akhirnya mencarikan taksi untuk Nona Hana pergi.
“Terima kasih, Lucy. Aku akan terus mengingat jasamu.” ucap Hana sebelum taksinya melaju.
Saat waktunya pengantin wanita masuk, Hana tidak kunjung masuk. Dan staff di sana membisik ke Nyonya Sandra kalau pengantin wanita hilang. Nyonya Sandra dan Kylian pun terkejut. Mereka mencari Hana sampai ke seluruh isi gedung.
Lalu Lucy datang, dan berkata dialah yang membantu Nona Hana pergi, karena pengantin prianya ternyata mempunyai pacar yang tengah hamil. Tetapi Nyonya Sandra tidak percaya pada Lucy.
Kylian ternyata lalu mencari dan mendatangi kekasih Hana br*ngsek itu. Di parkiran apartemen kekasih Hana, mereka bertemu. Yang kebetulan kekasih Hana baru turun dari mobil bersama wanita yang tengah hamil.
__ADS_1
Segera Kylian memukul dan menghajarnya. Wanita di samping kekasih Hana pun menjerit.
“Sampah sepertimu tidak pantas berada di tempat sampah. Seharusnya kamu sudah berada di tempat pengolahan sampah dan siap untuk dihancurkan.” ucap Kylian.
Kekasih Hana berlutut dan meminta ampun di hadapan Kylian.
“Ampuni saya, kak. Saya diminta menikah karena dijanjikan saham Hana dan dia berjanji membantu perusahaan saya dari kebangkrutan.”
“Apa nama perusahaanmu? Perlu kupercepat kebangkrutannya?” tanya Kylian.
“Jangan berani muncul di depan Hana lagi.” ucap Kylian lalu pergi.
Kylian marah dan kembali ke rumah untuk menemui Nyonya Sandra. Dia tidak menyangka bibi tua itu menjual adiknya demi saham. Lagi-lagi, dia menarik dan mengusir Nyonya Sandra untuk segera pergi dari rumahnya. Tetapi Nyonya Sandra bersikeras tidak mau pergi dari rumah hingga mati.
Akhirnya Hana menelepon kakaknya.
"Katakan kau ada di mana. Kakak akan mendatangimu."
Hana akhirnya menceritakan semuanya pada kakaknya. Dia juga menikah bukan karena cinta, melainkan ibunya yang menjodohkannya. Ibunya yang mempertemukan dia dengan laki-laki itu. Dia ingin membahagiakan ibunya yang terus membicarakan saham.
"Tetapi aku tak menyangka dia ini ternyata sebrengsek itu!"
Kylian prihatin akan nasib adiknya.
"Sekarang, ayo kita pulang."
Tetapi Hana menolak, dia berkata sudah memesan tiket penerbangan ke Perancis. Dia minta Kakaknya tidak perlu khawatir. Namun Hana memiliki satu permintaan untuk kakaknya.
"Aku tahu Kakak membenci ibuku. Tetapi tolong, jangan usir dia dari rumah. Dia tidak memiliki siapapun setelah aku pergi ke Perancis."
Kylian pun mengerti. Meskipun dia muak sekali harus tinggal serumah dengan bibi tua itu, namun dia menuruti permintaan adiknya.
Malam hari, Kylian dan Lucy kembali janjian di luar rumah. Kylian menanyakan kabar Lucy. Dia khawatir Lucy akan menangis lagi.
"Aku baik-baik saja, aku tidak secengeng itu."
Lalu Kylian memeluk Lucy.
"Dengan adanya dirimu, aku merasa lebih kuat, dan merasa tenang karena ada seseorang yang bisa kuandalkan. Terima kasih karena sudah membantu Hana."
Lucy bahagia dan bangga bisa diandalkan oleh Kylian. Dia juga membalas memeluk Kylian. m
“Oh, ya. Bagaimana dengan kelas pra natalmu? Karena tidak jadi hari ini, maka besok harus jadi.” ucap Kylian.
__ADS_1
Bersambung...