
Katherine kecewa. Putrinya sudah menolak untuk ke Perancis, dan sekarang ayah dari putrinya juga melakukan hal yang sama.
“Mengapa kamu tiba-tiba menolak juga? Lalu aku bagaimana? Apa sebenarnya salahku?”
“Maaf. Semoga anda selalu dalam keadaan sehat dan kuat. Karena saya tidak akan datang lagi jika anda sakit.”
Harry jelas mengucapkan kalimat perpisahan. Hal itu membuat Katherine cemas. Dia berusaha mencegah Harry pergi. Tetapi Harry tetap pergi.
Katherine merasa sakit hati. Namun tetap bersikukuh ingin membawa Harry dan Lucy ke Perancis bersamanya dengan cara apapun.
“Aku tidak boleh menyerah. Aku harus menyatukan kembali keluargaku dan mengembalikan waktu yang terbuang banyak.”
Pagi harinya, Katherine mengajak bertemu Yuni di luar. Dia menggunakan kelemahan Yuni untuk mendapatkan Harry kembali.
“Yuni, bagimana ini? Harry menolak ke Perancis.”
“Apa?” Yuni tentu terkejut.
“Padahal saya masih ingin mengutamakan Harry daripada kandidat yang lain. Apa karena gajinya kurang? Bagaimana kalau saya menaikkan gaji Harry dua kali lipat menjadi 500 juta per tahun?”
Tentu saja Yuni tergiur karena dia sangat tertarik dengan uang.
“Bu, maafkan suami saya, ya. Tapi, ibu tenang saja. Saya akan membujuk suami saya. Posisi suami saya jangan diberikan ke orang lain dulu, ya, bu. Saya akan membujuk dia sampai dia mau!”
Yuni berusaha membujuk Harry agar pergi bekerja ke Perancis.
“Kapan dan bagaimana caranya kamu bisa mendapatkan 500 juta per tahun jika tidak dengan ikut Bu Katherine ke Perancis? Banyak yang tidak mau memperkerjakan kamu karena usiamu yang sudah tidak muda lagi. Tapi Bu Katherine dengan berbesar hati menawarkanmu pekerjaan dan gajinya yang bagus. Apa kamu sedang jual mahal supaya gajinya dinaikkan lagi?”
“Yuni, kurasa kamu sudah berlebihan. Cukup, Yuni. Aku tahu kamu tergila-gila dengan uang, tapi aku tidak bisa meninggalkan keluargaku.”
Harry kembali menemui Katherine ke apartemennya.
“Maaf, bu Katherine. Saya rasa anda harus berhenti membujuk istri saya. 500 juta per tahun? Saya merasa saya tidak pantas mendapat gaji setinggi itu di usia saya yang tidak lagi muda. Jadi, saya mohon kepada ibu untuk berhenti menemui istri saya lagi.”
“Harry, tenang dulu. Kita bisa membicarakan ini pelan-pelan. Aku buatkan teh dulu, ya.” Katherine mencoba membuat Harry berada di rumahnya lebih lama.
Dia membuat teh. Saat Katherine mengikat rambutnya, Harry melihat tahi lalat yang mirip dengan ibu kandung Lucy, Sapphira di tengkuknya. Dia lalu tersadar kalau selama ini banyak pengalaman bersama Katherine yang mirip Sapphira.
__ADS_1
Dari yang rasa masakan Katherine, sikap baik Katherine padanya dan Lucy, hingga sekarang tahi lalatnya. Dia menjadi bingung dan curiga siapa Katherine yang sebenarnya.
“Boleh aku ke toilet sebentar?” tanya Harry.
“Oh, boleh boleh.”
Harry diam-diam masuk ke kamar Katherine dan menggeledah lacinya. Dia akhirnya menemukan album berisi foto bayi yang dimaksud Yuni di sana. Benar kata Yuni, foto bayi di album milik Katherine mirip sekali dengan wajah Lucy saat masih bayi. Semakin penasaran, dia pun mengambil sikat gigi milik Katherine.
“Maaf, Lucy mengajakku bertemu. Aku harus pergi sekarang.” ucap Harry pamit.
Katherine bingung sekaligus sedih Harry yang cepat sekali perginya.
Harry mengajak Lucy bertemu di luar. Dia membelikan kopi kesukaan putrinya. Dengan berbekal sikat gigi Katherine, dan sedotan bekas Lucy, Harry melakukan tes DNA untuk menguji apakah ada hubungan darah ibu dan anak di antara keduanya.
Anak-anak masih tidak menyerah atas cinta papa dan mamanya. Terlebih saat ini status papanya sudah bebas dan tidak terikat lagi dengan siapapun. Mereka bertiga merencanakan hal baru lagi. Memang benar kata orang, anak kecil tidak pernah kehabisan idenya.
Ethan mengajak Kylian makan pizza. Sesampainya di restoran, ternyata sudah ada Evan, Valerie dan Lucy di sana. Kylian terkejut. Dia memundurkan langkah kakinya.
“Pa, papa kan sudah tidak bertunangan, mendekati mama tidak akan disebut selingkuh. Jadi, ayo!” ucap Ethan.
Ethan kemudian menarik tangan papanya untuk masuk ke dalam dan bergabung bersama mereka. Mereka makan pizza bersama di restoran yang saat itu pernah ada pelayan yang salah mengira kalau Lucy adalah putri sulung Kylian. Pelayan itu kembai minta maaf dan mengatakan kalau Lucy sekarang terlihat seperti keibuan.
“Iya, cocok sekali. Lebih cocok seperti ibu yang awet muda.”
Anak-anak bertepuk tangan kegirangan. “Dia itu memang mama kami.”
Kylian dan Lucy bingung harus merespon seperti apa. Mereka hanya bertukar pandang saja. Setelah makan bersama, mereka lalu menghabiskan waktu nongkrong dan bermain game. Mereka terlihat gembira. Baik Lucy dan Kylian, keduanya bekerja sama dengan baik untuk menyenangkan anak-anak.
Harry pergi mengambil hasil tes DNA. Dia membaca hasil tes DNA tersebut. Ternyata hasilnya menunjukkan hubungan ibu anak antara Katherine dan Lucy 99.99%.
Dia sangat terkejut dan lemas. Dengan amarah yang memuncak, dia mendatangi apartemen Katherine. Dia menunggu melihat Katherine sedang memarkir mobil. Begitu Katherine keluar dari mobil lalu memanggil,
“Sapphira!”
Katherine pun refleks menoleh. Dan dia kaget ketika mendengar Harry yang memanggilnya dengan nama aslinya. Dengan emosi, Harry langsung menghampiri dan menampar Katherine.
“Ternyata kamu adalah Sapphira. Selama ini kamu sengaja mempermainkan kita dengan mengubah wajahmu? Apa kau ini bisa disebut manusia?!”
__ADS_1
“Harry... Bukan begitu, Harry.. Dengarkan aku dulu..”
“Kamu sebaiknya jangan mendekatinya dan Lucy lagi!”
“Harry!”
Harry pergi dan tidak berbalik lagi. Dia menemui Lucy dan mengatakan bahwa dia juga batal pergi ke Perancis.
“Kenapa ayah juga membatalkannya?”
“Ayah hanya tidak ingin meninggalkan ibumu dan kakakmu. Kamu juga sebaiknya tidak mengunjungi dia lagi. Nanti takutnya kamu akan merasa tidak enak karena telah menolak tawarannya.” ucap Harry. Padahal maksudnya supaya Lucy jauh-jauh dr Sapphira yang notabene adalah ibu kandung yang sudah menelantarkan Lucy.
Saat di rumah, Katherine mengirim pesan agar Harry mau bicara sebentar dengannya.
Katherine.
Harry, ada yang ingin aku bicarakan padamu. Sebentar saja.
Harry mengabaikan pesan dari Katherine itu. Sementara Katherine mengirimkan pesan lagi.
Katherine.
Kalau tidak mau bertemu, aku akan nekad datang langsung ke rumahmu.
Katherine.
Aku tunggu di apartemenku.
Harry kembali emosi. Mau tidak mau dia datang ke apartemen Katherine. Sesampainya di sana, dia mendorong Katherine dengan marah.
“Berani-beraninya kamu mengancamku!?”
Katherine memohon ampun.
“Maafkan aku. Aku tidak berniat mempermainkan kalian. Tidak sehari pun aku lewatkan tanpa memikirkan kamu dan Lucy. Kita tidak sengaja bertemu lagi dengan wajahku yang seperti ini... Aku mendapat karma, aku mengalami kecelakaan yang membuatku harus melakukan operasi 10 kali di wajahku. Aku minta maaf... Aku hanya ingin meminta kesempatan untuk menebus dosaku atas perbuatanku... Perbuatanku yang telah meninggalkan kamu dan Lucy..”
“Jika kamu masih punya kesadaran dan hati nurani, seharusnya kamu cepat pergi kembali ke Perancis. Jangan ganggu kami lagi! Jangan pernah menemui Lucy lagi!” ucap Harry lalu pergi dari apartemen Katherine.
__ADS_1
Katherine hanya bisa menangis.
Bersambung...