
“Beristirahatlah lagi, Lucy,” ucap Kylian.
“Baiklah,”
Kylian keluar bersama anak-anak.
“Pa, apa papa dan mama kembali lagi?” tanya Ethan.
Kylian mengangguk. “Iya. Papa tidak akan membiarkannya pergi ke mana pun,”
“Luar biasa,”
“Kalau begitu, jangan putus lagi, ya, papa.” Ucap Valerie.
“Kalau begitu, kita berlima akan menjadi keluarga sungguhan? Sungguh, sungguh, sungguhan?” tanya Evan.
“Ya.” Anak-anak pun lompat kegirangan.
Kylian kembali ke kamar Lucy. Dia masuk dengan berhati-hati karena tidak ingin mengganggu Lucy yang sedang tertidur pulas. Namun Lucy tetap terbangun.
“Apa aku membangunkanmu? Mungkin seharusnya aku tidak masuk.”
“Tidak apa-apa. Aku sudah merasa lebih baik sekarang.”
Kylian duduk di tepi ranjang.
“Kamu yakin?”
“Iya.”
“Kalau begitu, kamu mau bubur? Mau aku ambilkan?”
“Mungkin nanti. Aku tidak lapar sekarang.”
“Kamu belum makan sejak kemarin. Kamu yakin tidak lapar?”
“Iya. Berada di sini bersamamu memberiku kekuatan.”
“Lucy, bersamaku tidak bisa menyelamatkanmu dari kelaparan.”
“Namun, aku tidak lapar,”
Tok… tok… Bi Yola yang mengetuk pintu.
“Ya?”
“Pimpinan. Lucy, Pak Harry ada di depan. Dia datang untuk membawa Lucy pulang. Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku membiarkannya masuk?”
“Tidak, tolong suruh dia pergi. Aku tidak akan pulang dengannya. Aku tidak akan pergi. Aku bahkan tidak mau melihatnya. Kylian, tolong suruh dia pergi,” jawab Lucy.
Kylian memegang tangan Lucy. “Lucy, tenanglah. Biar aku yang bertemu dengan ayah,”
Harry ternyata datang ke rumah Kylian. Dia ingin bertemu Lucy dan membawa Lucy pulang. Tetapi Lucy bertemu ayahnya pun dia masih tidak sudi, dia masih terpukul dan merasa dikhianati. Kylian yang akan menemui ayahnya.
Begitu bertemu Harry, Kylian memberi hormat pada Harry.
“Ayah.”
“Dimana putriku?”
“Ayah, Lucy sekarang sedang tidak sehat dan harus beristirahat beberapa hari. Selain itu, dia tidak ingin bicara dengan ayah saat ini. Kurasa lebih baik ayah pergi. Aku akan bicara dengannya setelah dia merasa lebih baik,”
“Aku pergi tanpanya? Tidak bisa. Aku tidak bisa meninggalkan putriku di sini. kumohon, setidaknya aku bisa melihatnya. Tolong suruh dia keluar.”
“Ayah, Lucy tidak ingin bertemu dengan ayah saat ini. Bagaimana caraku membawanya keluar? Dia butuh waktu. Pulanglah, aku akan mengantar ayah.”
“Untuk apa aku masuk ke mobilmu? Aku bisa naik taksi atau bis. Bawa putriku saja ke sini.”
“Ayah…”
“Sekarang kamu mencoba memisahkan kita? Memangnya kamu siapa bisa mencegahku menemui putriku sendiri?”
“Bukan aku yang menghalangi, tapi Lucy yang menolak menemui ayah.”
Harry sulit dibujuk. Dia mengatakan ingin membawa Lucy pulang, dia tak mau meninggalkan Lucy di rumah Kylian. Akhirnya Kylian pun kehilangan kesabaran.
__ADS_1
“Sudah aku bilang untuk beritahu Lucy bahwa Kak Katherine adalah ibu kandungnya. Akhirnya Lucy sampai syok, dan pingsan karena penderitaan yang kalian sebabkan!”
“Aku tetap akan membawa putriku pulang, Lucy adalah putriku!”
“Ayah! Dia jelas tidak mau pulang bersama ayah. Selain itu, ayah masih tidak tahu apa kesalahan ayah? Atau ayah berpura-pura tidak tahu? apa ayah tahu apa yang Lucy katakan padaku pertama kali setelah dia sadar? ‘Kylian, hatiku hancur.’ Bagaimana ayah bisa seperti ini setelah menghancurkan hatinya? Aku tidak akan melepaskannya kali ini. Ayah tidak memiliki hal lagi dalam hal ini. Mulai sekarang, aku akan bertanggung jawab atas Lucy,” Kylian akhirnya mengatakan dengan tegas bahwa ia tak mengizinkan Lucy dibawa pergi. Mulai saat ini, aku yang akan bertanggung jawab atas Lucy. Kylian kembali masuk ke dalam rumahnya.
Kylian masuk ke dalam kamar Lucy.
“Kamu sudah menemui ayahku?” tanya Lucy.
“Iya,”
“Apa yang dia katakan?”
“Dia ingin membawamu pulang, tapi aku melarangnya. Aku mengatakan padanya bahwa aku akan menjagamu mulai sekarang.” Kylian memegang tangan Lucy.
“Aku tidak akan pernah melepaskan tangan ini lagi. Lucy, tetaplah bersamaku mulai sekarang,”
“Aku juga tidak akan meninggalkanmu lagi. Aku akan tetap di sini denganmu dan anak-anak,”
Kylian membawa Lucy ke dalam pelukannya.
Namun Harry tidak menyerah. Harry datang kembali ke Kediaman Kylian. Lucy akhirnya mau keluar menemui ayahnya. Tetapi sikapnya dingin. Dia tetap tidak mau ikut pulang dan bersikukuh ingin tetap bersama Kylian dan anak-anaknya.
“Lucy, terima kasih sudah mau menemui ayah. Kamu sudah merasa lebih baik?”
“Kenapa ayah ke sini?”
“Lucy, maafkan ayah atas segalanya. Pulanglah bersama ayah. Kamu tidak bisa tinggal di sini.”
“Ayah, aku tetap di sini. aku akan tetap di sisi Kylian.”
“Lucy, kenapa kamu bersikap seperti ini? Kediaman mewah ini bukan tempatmu.”
“Awalnya saat aku tahu Katherine adalah ibu kandungku, aku khawatir bagaimana kabar ini akan mengejutkan ayah. Aku memikirkan dan mencemaskan ayah. Namun, ternyata ayah tahu segalanya dan menipuku agar aku bisa pergi bersamanya, hanya agar aku bisa putus dengan Kylian.”
“Lucy…”
“Putus dengan Kylian sungguh… sungguh tidak mudah bagiku. Selama ini aku rela putus dengan Kylian bahkan ke Perancis meski putusnya itu merobek robek hatiku, aku tetap melakukannya. Ayah tahu karena apa? Karena saking mencintai ayah. Tetapi aku tidak menyangka ayah menyuruhku pergi dengan orang yang menelantarkanku. Yang ayah juga membenci orang itu, sampai tidak mau menyimpan foto dan menyebutkan namanya. Aku tidak lagi mempercayai ayah. Satu-satunya yang aku percaya adalah Kylian. Aku ingin hidup bahagia bersamanya. Jadi, jangan pernah menemuiku untuk masalah ini lagi.” Lucy kembali masuk ke dalam.
Katherine tak menyerah, dia bertemu Kylian. Dia meminta Kylian untuk diizinkan untuk membawa Lucy ke Perancis. Katherine ingin menebus kesalahannya. Lucy masih muda dan harusnya bisa bebas meraih impian dan bahagia.
“Kak, aku dengar kamu datang ke rumah untuk menemui Lucy. Tentang apa itu?”
“Kylian, karena Lucy sudah tahu, aku ingin membuatnya bahagia. Aku ingin menebus hal yang belum bisa aku lakukan untuknya. Aku ingin Lucy menikmati hidupnya tanpa khawatir. Kylian, tolong biarkan aku pergi membawa Lucy ke Perancis. Bisa bantu aku? Aku mohon. Lucy akan mendengarkanmu.”
“Kak Sapphira, tidakkah kamu berpikir kamu telah melakukan banyak kesalahan untuk meminta bantuanku seperti ini?”
“Kylian…”
“Kakak sudah meninggalkannya saat Lucy masih bayi. Aku masih tidak mengerti kenapa kamu memilih melakukan itu. Tapi, kakak tidak berhak membawa Lucy ke Perancis. Aku akan menikahinya. Aku akan melindunginya mulai sekarang. Kalau dia ingin kembali kuliah atau belajar di luar negeri, aku akan menyokongnya. Jadi, berhentilah berusaha membawa Lucy ke Perancis. Dan jangan pernah mengatakan ingin menebus kesalahan kakak dengan membawanya ke Perancis padahal hanya ingin memisahkan aku dan Lucy. Mungkin karena kakak tidak pernah menjadi seorang ibu baginya, maka sekarang kakak tidak bisa bertindak seperti seorang ibu yang benar. Berhentilah mencampuri hidupnya. Aku pergi.”
Ketika Kylian menidurkan Evan, Evan mengatakan pernah ada seorang paman yang mencabut rambutnya.
"Apa orang tua kandungnya?"pikir Kylian.
Dengan tegas Kylian mengatakan bahwa Katherine yang sudah meninggalkan Lucy sejak bayi, tidak punya hak atas diri Lucy.
Mantan kekasih Selly, Ray, menelepon.
"Sepertinya Evan, anak bungsu Pimpinan itu anak adopsi ya?"
Selly terkejut Ray mengetahuinya, dia buru-buru menemui Ray.
Ternyata Ray sudah mengambil tes DNA antara dia dan Evan. Dia memperlihatkan hasilnya 99.99% hubungan ayah dan anak.
"Tolong jangan katakan itu pada Evan. Evan hanya tahu dia putra Kylian," Selly panik.
Ray ujung-ujungnya minta uang dengan alasan kompensasi perasaan hatinya terhadap anak. Tidak tanggung-tanggung ia minta 500 juta. Kalau Selly tidak memberikannya, dia akan menemui Kylian.
Selly mengatakan dia paling bisa memberikan 300 juta tetapi setelah menjual harta simpanannya.
Bisa ditebak Ray butuh uang banyak karena terjerat utang di dunia hitam. Saat berjudi, dia kembali tertangkap anggota geng, lalu dihajar.
Dia lalu menelepon Selly dan meminta uang tambahan sebesar 1 miliar. “Kirimkan aku 1 miliar sekarang,”
__ADS_1
Selly kaget, dia baru saja memberikan 300 juta, menghabiskan semua uangnya. Ray mengatakan dia akan menemui Kylian kalau tidak diberi.
"Aku sungguh tidak punya uang lagi, uangku sudah habis. Aku sudah bangkrut."
“Kalau begitu aku tidak ada pilihan lain. Aku akan mendatangi ayah Evan. Aku akan meminta kompensasi karena tidak bisa menjadi ayah untuk putraku,”
Ray malam-malam datang ke kediaman Kylian ingin menemui Kylian.
Dia menyapa Kylian. “Selamat malam, Pimpinan,”
“Siapa anda? Dan kenapa anda di rumahku jam segini?”
Ray lalu memperkenalkan diri. "Saya ayah Evan, ayah kandungnya."
“Apa?”
Ray menunjukkan bukti hasil tes DNA yang menyatakan dia ayah kandung Evan.
Selly datang mengejar Ray. Dia meminta maaf dan pamit pada Kylian sambil menarik Ray pergi. Selly kesal karena Ray menganggu Evan.
“Kenapa kamu datang ke rumahnya? Kamu berjanji padaku, kamu bilang akan menjauh dari kehidupan Evan. Itu sebabnya aku memberikan 300 juta padamu. Aku sudah memberikannya padamu. Lalu kenapa kamu melakukan ini?”
"Aku juga tidak ingin melakukan ini. Hidupku kini dalam bahaya, Selly. Jadi, katakanlah pada Pimpinan untuk memberiku 1 miliar baru setelah itu aku tidak akan menganggu Evan lagi. Aku akan pergi dari negara ini. Pimpinan kaya itu juga tidak tahu malu. Seharusnya dia tidak mengambil anak tanpa membayar terlebih dahulu. Aku harus mendapat kompensasi." kata Ray.
“Kamu meninggalkan aku dan aku meninggalkan Evan, siapa kamu berhak meminta kompensasi,”
“Aku tidak peduli. Siapkan 1 miliar untukku.”
Kylian menepon Selly memintanya menemuinya. Kylian sudah mengecek kebenaran tes DNA itu ternyata asli. Kylian menanyakan apa hubungan Selly dengan pria tadi. Dan kenapa Selly datang ke sana juga. Selly mengakui semuanya bahwa dia adalah ibu Evan yang meninggalkan Evan di depan rumah Kylian lalu pria tadi adalah mantannya. Karena itu selama ini dia ingin dekat dengan Evan bahkan menjadi ibu Evan. Selly minta maaf.
“Pimpinan, saya… saya ibu kandung Evan.”
“Apa katamu? Ibu kandung Evan? Anda?”
“Akulah yang meninggalkan Evan di luar gerbang rumah Pimpinan. Namun aku ingin tinggal bersama Eva, jadi aku bekerja di tempat Pimpinan. Aku ingin menjadi ibu untuk Evan. Saya minta maaf. Ini semua salahku,”
“Woah… karena itu anda merencanakan rencana tidak tahu malu anda dengan mengaku hamil anakku? Anak yang sedang anda kandung itu anak dia, ‘kan? Dan karena rencanamu tidak berhasil, anda menggunakan pria itu untuk mengambil Evan kembali?”
“Tidak, tidak seperti itu, Pimpinan. Saya berjanji Ray tidak akan muncul di hadapan Evan lagi. Jadi, tolong jaga Evan baik-baik, Pimpinan.”
Keesokan paginya Selly menerima telepon lagi dari Ray yang menagih uang. Ray bahkan membawa Evan bersamanya. Evan dibiarkan bermain game di tempat kesukaannya. Selly gelisah Ray sudah membawa Evan.
“Ray, tolong jangan seperti ini. Apakah kamu serius tentang 1 miliar? Bagaimana aku bisa memiliki 1 miliar? Aku sudah memberikan semua yang aku miliki.”
Pagi-pagi di kantornya Kylian mendapat kabar dari Lucy bahwa Evan menghilang dari sekolah. Kylian bergegas pulang. Kylian dan Lucy pun berpencar bergegas pergi mencarinya.
Evan mulai melihat gelagat Ray ternyata menakutkan. Saat Ray menerima telepon, dia pun lari kabur. Kylian, Selly, dan Lucy sama-sama mencari Evan dari arah yang berbeda. Kylian akhirnya melihat sosok Evan yang sedang berlari dari kejauhan, dia memanggil Evan. Namun Evan rupanya berlari menyebrang tanpa melihat kiri kanan. Sebuah mobil datang menghampiri ke arahnya.
"Tidak!" seru Kylian.
Lucy ternyata datang berlari dari arah lain dan secepatnya meraih badan Evan. Malangnya Lucy tiddak sempat menghindar. Dia tertabrak dan jatuh.
Kylian berlari melihat kondisi Evan. Rupanya Lucy memeluk Evan di posisi yang aman. Namun Evan langsung menangis melihat Lucy jatuh tidak bergerak dan tangannya berdarah. Kylian membangunkan Lucy. Lucy tidak sadarkan diri. Selly pun dari jauh melihat kecelakaan itu, tapi dia tak berani mendekat. Ray pun pergi karena tidak berhasil menawan Evan.
“Lucy, Lucy! Lucy! Bangunlah!”
Lucy dilarikan ke rumah sakit. Dia dibawa ke ruang operasi. Evan menangis di pangkuan ayahnya. Dia takut kalau Lucy sampai meninggal juga seperti ibunya. Kylian menenangkan bahwa Lucy hanya bagian lengannya yang terluka, Lucy akan baik-baik saja.
“Pa, apa mama akan meninggal juga?” tanya Evan sambil menangis.
“Tidak. Mama hanya terluka di bagian lengannya. Mama tidak apa-apa. Mama akan baik-baik saja. Para dokter sedang menolongnya. Oh, ya, Evan… om tadi yang bersama Evan ada mengatakan sesuatu?”
“Hmm… dia hanya menyuruhku bermain game sampai tante Selly datang,”
“Betulkah? Itu saja?”
“Iya. Tapi karena dia menakutkan, aku berlari dan kabur darinya,”
“Tidak apa-apa. Tapi, kamu tidak boleh mengikuti orang asing lagi. Mengerti?”
Selly mengikuti ke rumah sakit dan melihat dari kejauhan.
Hana, Ethan, dan Valerie datang ke rumah sakit. Mereka lega Evan selamat. Kylian menitipkan Evan untuk dibawa pulang.
Dokter sudah selesai mengoperasi Lucy. Lucy kondisinya aman dan tak parah. Lengannya dijahit dan diberi gips karena retak. Dia tinggal menunggu sadar dari anestesi.
__ADS_1
Bersambung...