Menikahi Tuan Duda!

Menikahi Tuan Duda!
50


__ADS_3

Harry bertemu lagi dengan Katherine untuk membahas kepergian Lucy.


“Aku lega sekali. Semuanya sudah terasa. Aku sudah membeli tiketnya. Kita tinggal pergi,” ucap Katherine.


“Aku senang mendengarnya. Kamu bisa memberitahuku lewat telepon.”


“Aku tahu. aku punya sesuatu untukmu. Tolong terima ini, Harry. Maafkan atas semua perbuatanku. Terima kasih juga. Anggap saja aku membayar tunjangan anak untuk Lucy. Aku bersyukur kamu mengizinkanku pergi bersama Lucy.”


“Apa? Kamu pikir aku mengizinkannya agar kamu bahagia? Jangan salah paham. Sudah aku bilang jangan pernah memberitahunya kalau kamu adalah ibunya. Tunjangan anak? Bagi Lucy kamu hanya Kak Katherine.”


“Ibu Lucy?” Yuni datang menghampiri mereka.


“Apa yang baru saja aku dengar?”


“APa wanita ini adalah ibunya Lucy? Tidak mungkin. Kalian selama ini bertemu di belakangku. Kalian menipuku? Teganya kamu melakukan ini padaku.”


“Bukan begitu. Bisakah kamu… kita bicara di luar saja.” Harry membawa Yuni keluar.


Yuni menolak. “Wanita ini adalah ibu Lucy? Itu sebabnya kamu hampir pergi ke Perancis bersamanya? Teganya kamu melakukan ini padaku.”


“Mari kita bicara di luar.” Harry memaksa Yuni ke luar. “Ikut aku!”


“Kenapa kamu melakukan ini padaku?”


“Ini tidak seperti yang kamu pikirkan.”


“Wanita itu adalah ibu Lucy!”


“Ya, dia memang benar ibunya Lucy. Terus kenapa?”


“Kamu akan membawa Lucy dan pindah ke Perancis agar kalian bertiga bisa hidup bahagia bersama? Teganya kamu melakukan ini padaku.”


“Kamu pikir aku gila? Kamu tidak tahu betapa aku membenci wanita itu?”


“Kamu hampir pindah bersamanya!”


"Saat itu aku tidak tahu siapa dia. Aku juga baru tahu ia Sapphira. Lihat, wajahnya saja jauh berbeda dari 27 tahun yang lalu. Dia mengalami kecelakaan mobil dan menjalani operasi 10 kali untuk memperbaiki wajahnya. Kamu tahu aku sungguh membencinya. Makanya begitu tahu siapa dia, aku menolak pergi ke Perancis. Kamulah yang memaksaku."


“Lalu kenapa kamu membiarkan Lucy pergi bersamanya?”


“Menurutmu kenapa aku melakukan ini? Ini karena aku tidak punya pilihan lain. Lucy harus tumbuh dan mekar. Kamu mau dia menua dengan mengurus ketiga anak Kylian? Itu sebabnya aku menyuruh mereka pergi.”


“Apa sungguh tidak ada apa-apa di antara kalian?”


“Tidak ada! Percayalah padaku dan pura-pura tidak tahu. kalau Lucy tahu dia adalah ibu yang meninggalkannya, dia tidak akan mau pergi ke Perancis. Lucy pergi minggu depan. Semua akan berakhir. Aku tidak akan menemui dia lagi. Jadi, kumohon.”


“Baiklah.”

__ADS_1


Harry mengirim pesan pada Katherine.


Harry.


Aku berhasil berbicara dengan istriku. Dia setuju untuk berpura-pura tidak tahu. tepati janjimu dan jaga Lucy baik-baik.


“Syukurlah.”


Fashion show Ktaherine yang merupakan projek bersama Spencer Group pun diselenggerakan Tiba-tiba Katherine sadar, USB untuk presentasinya tertinggal di apartemen. Dia meminta tolong Lucy mengambilnya di apartemennya di atas meja.


Lucy bergegas pergi ke apartemen Katherine. Begitu sampai di sana, dia membuka-buka kotak di atas meja. Tak sengaja ia menjatuhkan kotak lain. Dan ia menemukan album foto bayi!


Lucy penasaran dengan foto bayi itu.


"Seperti foto bayi ketika aku masih kecil. Apa semua bayi mirip?"


Di bagian belakang foto ada foto ibu yang menggendong bayi. Lucy penasaran dan dia mengambil foto album yang berisi foto bayi dan ibu, juga foto yang mirip foto dia.


Sampai di rumah, Lucy mencocokkan foto bayi yang ia foto dari ponselnya dengan album foto bayi kecilnya.


Lucy yakin itu foto dirinya. Lalu dia berpikir apa foto wanita itu ibunya?


Lucy lalu menghubungi bibi tetangganya dahulu. Dia ingin bertemu. Bibi itu juga ingat dan memastikan orang di foto dengan bayi itu adalah ibu kandung Lucy.


Lucy menangis dan merenung sendirian di taman. Dia akhirnya mengetahui wajah ibu kandungnya.


Lucy ingat Katherine tidak memiliki keluarga. Dan bahkan dia juga ingat perkataan Bibi Yola bahwa Katherine pernah operasi plastik. Tetapi ia masih ragu, rasanya Katherine bukan orang yang menelantarkan bayi. Namun dia kembali teringat akan sikap Katherine yang begitu perhatian seperti menganggap anaknya sendiri.


Katherine mencari Lucy. Dia mengatakan bahwa ada pesta makan bersama setelah fashion show. Lucy mencari alasan tidak datang. Sebaliknya dia kembali ke apartemen Katherine. Karena penasaran, dia mencoba untuk membuktikan apakah benar Katherine adallah ibu kandungnya atau tidak. Lucy masuk ke kamar tidur Katherine dan mengambil beberapa helai rambut dari sisir di kamar Katherine. Sampel itu pun dia bawa ke laboratorium tes DNA. Hasil tes DNA ini akan bisa diambil keesokan harinya.


Yuni menelepon Lucy agar pulang langsung ke restoran. Malam itu keluarga berpesta di restoran untuk melepas kepergian Lucy yang menghitung hari lagi.


“Karena Lucy akan naik pesawat ke Perancis dalam 2 hari lagi, mari bersulang untuk kebahagiaannya. Demi kebahagiaan Lucy, bersulang!”


“Bersulang!”


“Bersulang!”


Pagi-pagi di kantornya, Kylian mendapatkan laporan dari detektif bahwa Sapphira, ibu kandung Lucy, sekarang dikenal dengan nama Katherine.


“Halo, Kylian berbicara,”


“Apa?” Kylian bangkit berdiri.


“Katherine itu Sapphira?” Kylian terkejut.


“Maksudmu, Katherine adalah ibu kandung Lucy? Apa kamu yakin?”

__ADS_1


“Ya, saya yakin. Saya melakukan pemeriksaan berkali-kali. Saya sudah mengirimkan kepada anda semua file dokumen yang membuktikan hubungan keduanya.”


“Baik. Kerja yang baik,”


“Tidak mungkin… bagaimana…” Kylian teringat bagaimana kakaknya begitu menentang hubungan dia dan Lucy seolah-olah dia adalah ibunya.


Kylian mengangkat gagang teleponnya. “Siapkan mobilku,”


Kylian mendatangi Katherine ke apartemennya.


“Kenapa Kylian mengunjungiku di rumah?” Katherine melihat tamu yang membunyikan bel apartemennya. Kemudian dia membukakan pintu untuk Kylian masuk.


“Kenapa kamu datang tanpa memberi kabar?”


“Ada sesuatu yang harus aku tanyakan padamu,”


“Apa itu?”


"Kakak, apa hubunganmu dengan Lucy?"


Katherine terkejut. Matanya membesar. Dia bingung dan juga gugup.


“Kylian, apa maksudmu? Hubunganku dengan Lucy? Lucy akan terbang bersamaku ke Perancis. Dia adalah karyawanku. Apa kamu datang jauh-jauh ke sini untuk menanyakan itu? Itu konyol.”


“Apa benar kamu adalah ibu kandungnya?”


“Apa? Kylian… apa yang kamu katakan?”


“Kak, jangan berpikir untuk berbohong padaku. Lucy ingin mencari ibu kandungnya, jadi aku mencarikannya. Dan aku mendapat laporannya hari ini. Ibu kandung Lucy adalah Sapphira Lewis. Dia melahirkan Lucy 27 tahun yang lalu dan pergi ke Perancis kurang dari 3 bulan kemudian. Orang itu sekarang adalah Katherine.” Kylian mengatakan bahwa dia sudah tahu kakaknya adalah ibu kandung Lucy yang menelentarkannya di saat masih 3 bulan.


“Kylian…”


“Itu kamu, ‘kan? Ibu kandung Lucy, Sapphira Lewis,”


“Kylian, itu semua adalah masa lalu," ucap Katherine.


“Apa? Di masa lalu?” Kylian tidak habis pikir dengan jawaban Katherine semudah itu. Kontras kalau dibandingkan penderitaan Lucy yang menangis-nangis ingin mencari ibunya.


“Kakak meninggalkannya saat dia masih menjadi bayi yang baru saja lahir dan itu adalah masa lalu?”


“Ya. Itu masa lalu,”


“Ini mungkin masa lalu bagimu, tapi menurut Lucy apakah itu sama? Apa dia tahu bahwa kakak adalah ibu kandungnya? Itukah sebabnya dia pergi denganmu?”


“Kak. Beritahu Lucy sekarang,” ucap Kylian kemudian. Menurutnya tidak masuk akal sekarang Katherine membawa Lucy ke Perancis sebagai ibu kandung Lucy.


“Karena itu hanya masa lalu, katakanlah padanya bahwa kakak adalah ibu yang meninggalkannya!”

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2