
Lucy pun baru pulang dan kaget melihat kamarnya seperti kapal pecah. Lebih syok lagi ia tiba-tiba dituduh mencuri. Lucy berusaha menjelaskan tapi Nyonya Sandra heboh menuduh Lucy. Kylian dan Katherine pun datang mendengar ada keributan. Lucy menangis karena difitnah. Katherine berupaya membela Lucy.
Lalu Ethan datang, dia berkata dialah yang menaruh kalung itu di sana. Dia melihat ada kalung tergeletak, dia mengira kalau itu milik Lucy. Nyonya Sandra dan Selly tidak menyangka Ethan bisa mengarang cerita. Nyonya Sandra berkata pada Ethan tidak mungkin Ethan yang menaruh di situ.
“Jika bukan aku, memang nenek yang menaruhnya?”
Hati Lucy sudah terlanjur hancur dan kacau, dia lari meninggalkan rumah sambil menangis, berniat menenangkan diri. Kylian dan Katherine berpencar mencari Lucy. Malam itu Kylian yang berhasil menemukan Lucy di taman komplek perumahannya.
“Lucy..”
Melihat kehadiran Kylian di tengah kesendiriannya, Lucy segera menghapus air mata.
“Maafkan aku. Aku bahkan tidak tahu harus mengatakan apalagi ke kamu selain maaf..” Dia meminta maaf atas nama ibu tirinya.
“Bukan salah kamu, kok. Ini semua hanya salah paham.” balas Lucy.
Meski akhirnya ketauan bukan dia yang mencuri, Lucy tetap merasa sedih.
“Asal kamu tahu, tidak ada anggota keluargaku yang percaya kalau kamu berbuat seperti itu.”
“Dan wanita tua itu bukan keluargaku. Aku tidak mengenalnya.” ucap Kylian kemudian.
“Lucy, ayo pulang.” ajak Kylian. Kyliam mengajak Lucy pulang. Tetapi Lucy belum mau pulang.
“Kamu pulanglah dahulu. Aku nanti akan menyusul.”
Kylian pun kembali.
__ADS_1
Katherine melabrak Nyonya Sandra. Ia memprotes tindakan Nyonya Sandra memperlakukan staf di rumah. Nyonya Sandra heran Katherine bisa semarah itu padanya. Jelas karena ada alasan yang tidak bisa dia jelaskan yaitu karena Lucy adalah anaknya.
Kylian rupanya tidak tega membiarkan Lucy sendiri. Dia datang dengan membawa sepeda. Lalu meminta Lucy naik sepedanya. Lucy akhirnya tersenyum.
“Memang aku masih anak kecil yang dulu?”
“Bagiku kamu masih anak-anak. Ayo kubawa berputar sampai perasaanmu membaik.”
“Kalau itu akan membutuhkan di atas 10 putaran.”
“Seratus putaran pun tidak masalah asal perasaan kamu membaik.”
Kylian dan Lucy pun bersenang-senang mengelilingi komplek perumahan sebanyak 10 putaran. Benar saja, perasaan Lucy langsung membaik setelah itu. Akhirnya dia sudah mau pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, Katherine membawakan teh untuk putrinya, supaya putrinya bisa tenang dan istirahat. Dia berkata tidak ada yang berpikir Lucy akan berbuat begitu. Lucy terharu karena Katherine begitu pengertian kepadanya. Ibu dan anak ith matanya sama-sama berkaca-kaca penuh haru.
Kylian mengajak Ethan bicara 4 mata. Dia menanyakan mengapa Ethan berbuat begitu. Sambil menangis, Ethan menceritakan apa yang dia saksikan dengan mata kepala sendiri kalau neneknya masuk ke kamar Lucy, dan menaruh kalung di laci kamar. Neneknya jahat, dia ingin menghukumnya. Oleh sebab itu dia menaruh ular mainan di tempat tidur neneknya.
Segera Kylian membentak Nyonya Sandra atas perbuatannya yang sangat hina. Dia memang tidak pernah senang dengan kehadiran Sandra sedari dulu. Dia menjadi tambah marah karena Nyonya Sandra masih pura-pura tidak merasa bersalah. Untungnya ada Ethan yang menyaksikan kebenarannya. Nyonya Sandra merasa terpojok.
Sedangkan Kylian sedang marah semarah-marahnya. Tiba-tiba Nyonya Sandra bertingkah seperti orang gila. Kylian heran melihat perilaku Nyonya Sandra. Katherine bicara Kylian, mungkin Nyonya Sandra sudah terkena dimentia. Katherine menyarankan agar Nyonya Sandra segera diperiksa dan berobat.
Katherine juga bicara pada Lucy dan meminta Lucy melupakan hal-hal yang menyakitkan kemarin.
Di apartemennya, Katherine teringat bagaimana Sandra memperlakukan Lucy dengan buruk. Dia berniat membawanya ke Perancis saat dia kembali nanti. Katherine lalu bertemu dengan Harry. Dia berkata dia menyukai Lucy dan ingin merekrutnya bekerja bersamanya di Perancis saat ia kembali. Dia juga berkata bahwa Lucy dahulu pernah menolak bekerja dengannya karena masih ingin menemani anak-anak. Harry berjanji akan membujuk Lucy untuk tawaran yang bagus ini.
Nyonya Sandra curhat pada Selly bahwa dia tiba-tiba terpikir pura-pura gila tadi. Kalau tidak, dia pasti sudah ditendang dari rumah dengan sangat memalukan.
__ADS_1
Lucy datang ke rumah ayahnya untuk makan-makan bersama keluarga. Suasana kembali mengharukan namun penuh rasa syukur dan kebahagiaan. Mereka tidak menyangka kondisi ekonomi mereka kembali membaik.
Harry pun membahas mengenai Katherine yang ingin membawa Lucy saat dia kembali ke Perancis nanti. Tentu Lucy menolak dengan tegas. Dia sudah terlanjur sayang dengan anak-anak dan tidak bisa meninggalkannya. Bagaimana cara Harry membujuk Lucy pun tidak berhasil. Padahal bagi Harry pergi ke Perancis bersama Katherine adalah kesempatan yang luar biasa, dan pekerjaan yang lebih baik daripada mengasuh anak-anak. Kapan lagi Lucy mendapatkan kesempatan sebaik ini untuk berkembang dengan bekerja ke Perancis.
Kylian khawatir karena hari sudah malam dan Lucy belum pulang. Dia khawatir dan sampai pergi menunggu di taman. Dia akhirnya melihat Lucy yang berjalan di area komplek perumahan. Kylian segera menghampirinya.
“Bagaimana makan malam dengan keluargamu?” Kylian bertanya.
“Sangat menyenangkan. Akhirnya kita bisa makan bersama lagi dengan hidangan yang ramai.”
Kylian mengajaknya pulang. Karena sudah gelap, Lucy tersandung batu dan langsung ditangkap oleh Kylian. Lucy tertegun cukup lama sambil memandang Kylian.
“Mengapa kamu selalu baik padaku..? Karena kamu bersikap baik padaku, dadaku rasanya jadi ingin meledak. Kurasa aku menyukaimu. Jantungku terus berdegup kencang. Semakin kamu baik padaku, semakin aku ingin memiliki dirimu. Jika aku terus seperti ini, aku akan mengharapkan hal yang tidak mungkin. Aku sadar, aku seperti orang asing yang tak diundang dalam hidupmu. Aku sadar kalau sulit bagimu untuk memiliki pengganti istrimu. Kamu mungkin bisa bertanggung jawab dan menikahiku, tapi kamu tidak dapat bertanggung jawab jika aku menyukaimu, ’kan?”
“Jadi, Kylian.. bersikaplah dengan apa adanya dan biasa saja. Supaya aku tidak menyukaimu. Karena kau selalu sangat baik padaku, aku sampai lupa bahwa suatu hari nanti aku harus berpisah denganmu.”
“Lucy, kenapa.. apa maksudmu?”
“Aku akan menghentikan sandiwara ini begitu anak kita lahir.”
“Aku tidak bisa hidup dalam kebohongan dan sandiwara terus-menerus. Aku terus merasa bersalah dengan anak ini. Dia tidak melakukan kesalahan apapun. Tapi kenapa.. kenapa aku selalu merasa takut setiap harinya kalau cepat atau lambat perutku akan membesar?” tambahnya.
Air mata Lucy turun di hadapan Kylian. Dia tidak dapat membendungnya lagi.
“Maafkan aku. Aku tidak tahu kenapa aku sangat emosional hari ini.” ucap Lucy seraya menghapus air matanya.
Kemudian dia berjalan melewati Kylian yang masih diam mematung setelah mendengar semua yang dikatakan Lucy.
__ADS_1
Bersambung...