Menikahi Tuan Duda!

Menikahi Tuan Duda!
18


__ADS_3

Setelah selesai berkata seperti itu Kylian kembali mencium bibir Lucy, awalnya pelan, tapi kemudian ciuman itu menjadi panas, karena Lucy ikut membalas setiap pagutan mesra Kylian di bibirnya.


Tiba-tiba terdengar suara perut berbunyi yang tidak lain adalah perut Kylian.


“Kamu belum makan malam?” tanya Lucy.


“Bukan aku. Itu pasti suara dari dalam perutmu.” Kylian mengelak.


Lucy memanaskan lauk untuk Kylian. Saat itu seluruh ruangan sudah gelap, kecuali ruang makan yang hanya ada mereka berdua saja saat itu.


Sambil makan Kylian pun tampak gembira.


“Oh, ya. Aku sudah mencari di internet kelas pra natal yang terbaik di kota ini dan aku menemukannya. Aku juga sudah mendaftarkannya untukmu. Besok kamu bisa datang, akan aku antar.”


“Baiklah.”


Pagi-pagi saat akan berangkat, Bibi Yola pun melihat hal yang berubah dari Kylian. Kylian tampak seperti bujangan kembali. Selly memperhatikan Kylian yang tidak berhenti tersenyum saat memandang Lucy. Dia bertekad akan membongkar rahasia Lucy.


Hana mendatangi kantor kakaknya dan bicara pada kakaknya tentang keputusannya untuk menikah. Kylian ingin memastikan keputusan Hana.


“Apa kamu yakin dengan pernikahan ini?”


“Ibu saja menyetujuinya. Setelah aku menikah serahkan saham yang menjadi bagianku.”


“Jadi kamu menikah demi saham?”


“Menikah dan mendapatkan saham bukankah itu hal yang bagus?”


“Kamu mungkin akan senang karena mendapatkan saham, namun menikah tanpa cinta hanya akan membuatmu menderita. Jangan dengarkan apa kata ibumu, jika dia terus memaksamu untuk menikah, kakak akan mengurusnya.”


“Apa kakak tidak rela memberikan bagian saham yang ayah wariskan padaku?”


“Kamu yakin kamu yang akan memegang saham itu? Bukan ibumu?”


“Kenapa kakak selalu menyebut ibu dengan ‘ibumu’? Tidak bisakah kakak menyebutnya ‘ibu’ atau ‘ibu kita’?”


“Tidak. Pertama, dia bukan ibu kakak. Kedua, kakak tidak bisa melupakan apa yang sudah dia perbuat dengan ibu kakak. Ketiga, sama seperti yang pertama.”


Mereka akhirnya bertengkar, apalagi Kylian selalu tidak menghormati ibunya. Selalu memanggilnya dengan "Ibumu" bukan ibu atau ibu kita.


“Aku tahu ibuku salah, namun kakak tidak bisa lihat bagaimana hidupnya sekarang? Dia bahkan tidak mendapat status sebagai istri yang sah sampai ayah meninggal, dan ayah tidak meninggalkan sepeser pun harta untuknya. Pokoknya, berikan bagian sahamku setelah aku menikah.”

__ADS_1


Hana pergi dari ruangan Kylian. Kylian memijat pelipisnya. Tingkah Hana dan ibunya membuat kepala Kylian sedikit berat. Ditambah, dia mendapat telepon dari Bi Yola karena ada keributan di rumah. Yang dimana Selly mendapatkan informasi hubungan antara Lucy dan Lucy. Bahkan Selly mendaparkan bukti foto kartu keluarganya.


Dia langsung memberitahukan Nyonya Sandra. Nyonya Sandra marah besar karena tidak menyangka Lucy putri Harry. Dia menyerang dan mengatai Lucy penipu.


“Apa-apaan ini? Jadi kamu adalah putri dari sopir Harry? Bisa-bisanya kamu masih bekerja di sini? Menyembunyikan fakta ini? Pintar bersandiwara sekali ya kamu. Dasar penipu! Tidak salah jika saat itu aku menyeretmu keluar dari sini! Seorang penipu tidak pantas bekerja di sini! Apalagi menjadi guru untuk anak-anak. Bagaimana kalau anak-anak besarnya nanti menjadi penipu juga!?”


Kylian tidak lama datang.


“Cukup! Anda sudah melewati batas, bibi tua.”


“Melewati batas? Kamu tidak salah? Penipu ini yang sudah melewati batas!”


“Jaga ucapan anda, bibi tua. Siapa yang anda sebut penipu? Lucy? Dia bukan penipu. Justru seharusnya anda mengaca. Bukankah kemarin ada yang berpura-pura gila?”


“Apa katamu!?”


“Mengenai Lucy adalah putri dari sopir Harry, saya sudah mengetahuinya. Karena itu dahulu Lucy sempat keluar. Tetapi demi anak-anaknya, saya membawa kembali Lucy. Saya sudah ikut menyembunyikan fakta ini, apa bisa saya dikatakan penipu juga?”


“Kamu sudah mengetahuinya!?”


“Ya. Dan saya tidak mau bibi tua mencampuri urusan guru anak-anaknya. Karena anda pun tidak peduli pada anak-anak.”


“Bibi tua!? Aku sudah menggantikan ibunya mengurus selama 20 tahun dan aku hanya dianggap bibi tua olehnya?” Nyonya Sandra tersinggung dipanggil “bibi tua”.


Selly masuk ke ruangan Kylian, dia protes bahwa Lucy mengelabui mereka semua. Dia dengan sok berkata bahwa dia tidak bisa bekerja lagi dengan orang seperti Lucy.


“Silakan Pimpinan pilih Lucy atau saya.”


"Apa katamu?" Kylian kesal.


“Saya tidak bisa bekerja bersama orang seperti Lucy. Jadi, silakan pimpinan pilih.”


Selly berkata ia tidak bisa bekerja dengan orang seperti Lucy di rumah ini. Ia minta Kylian memilih antara ia dan Lucy.


Kylian merasa Selly mulai bertindak kelewatan di luar wewenangnya.


“Kalau memang begitu, silakan anda keluar.” ucap Kylian.


Selly kaget. “Jadi, Pimpinan memilih Lucy daripada saya?” Dia protes.


"Kamu sendiri yang berkata tidak bisa bekerja dengan Lucy. Saya tidak memecatmu."

__ADS_1


"Lalu mengapa selama 5 tahun ini Pimpinan mempertahankan aku?"


"Apa maksudmu?"


"Apa Pimpinan sungguh tidak tahu, aku menghabiskan masa mudaku di sini, mendedikasikan diri hidupku, mengurus anak-anak bahkan sampai pakaian dalam Anda itu karena apa? Anda tidak tahu?"


Kylian sungguh tidak tahu Selly di rumahnya bukan untuk bekerja tetapi mendapatkan cintanya


"Kalau kamu selama ini bekerja dengan pemikiran seperti itu, maaf sebaiknya anda tidak perlu bekerja di sini lagi."


Selly resmi dipecat. Diaa ingat bagaimana pertama kali mulai menjadi Pengurus Rumah Tangga. Ia sungguh hancur dan sakit hati.


Lucy masuk ke ruang kerja Kylian. Kylian menanyakan kondisi Lucy. Dia minta maaf karena ada urusan malah tidak sempat memperhatikan Lucy.


"Aku tidak apa-apa, " kata Lucy menenangkan Kylian.


Lucy merasa tidak enak kalau Selly keluar karena dirinya.


"Lucy tidak perlu cemas, memang peristiwa itu sebagai pemicunya, tetapi itu karena masalah pribadinya. Tidak ada kaitannya denganmu."


Setelah dipecat, malam itu Selly hanya bisa minum dan mabuk sambil meratapi nasibnya. Di mobil Selly tetap menangis dan meracau tentang kejamnya dunia.


"Mengapa tidak ada hal yang mengikuti rencanaku. Untuk apa aku sampai berusaha terlalu keras."


Acara fashion show koleksi Katherine hari itu dilangsungkan. Lucy datang ke acara itu bersama anak-anak. Tentu saja dia berdandan dan berpakaian rapi dari pakaian yang dihadiahkan Katherine. Tidak lama kemudian Kylian diikuti para anak buahnya tiba di lokasi. Pandangan matanya lekat melihat Lucy yang tampak lebih cantik karena berdandan rapi. Katherine melihat pandangan tidak wajar Kylian ke arah putrinya. Ia tidak suka


Saat pergelaran busana berlangsung Kylian tidak bisa berhenti menoleh lagi-lagi ke arah Lucy. Mereka pun diam-diam saling berpandangan dan melemparsenyuman


Setelah acara selesai, Kylian, anak-anak, dan Lucy makan bersama di restoran. Evan bahagia karena sudah lama mereka tidak makan bersama. Ayahnya meminta maaf dan berjanji akan lebih sering makan bersama mereka. Lalu datanglah pelayan restoran yang akan memotret mereka.


Anak-anak otomatis bangkit dari kursi berpose di dekat ayah mereka. Melihat masih ada yang duduk menjauh, pelayan berbicara pada Lucy.


"Mengapa putri sulung tidak ikut bergabung?"


Valerie langsung tertawa terbahak-bahak, begitu gurunya dikira putri ayahnya.


Sebaliknya Kylian tanpa keki dan kesal.


"Apa aku tampak setua itu? Dia itu guru dari putra-putriku!”


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2