
“Terima kasih. Selamat tidur.” Dia pun semakin ramah saat berkirim pesan singkat pada Lucy, bahkan mengucapkan selamat tidur.
Kylian malam itu juga menerima telepon dari orang yang dipanggilnya Kakak, yang berkata akan segera tiba di LA.
Kylian memerintahkan Bi Yola untuk menyiapkan kamar tamu.
"Pasti CEO Katherine yang akan datang, ya!"
Bi Yola hafal raut kegembiraan di wajah Kylian bila wanita ini datang.
Pagi harinya, Bi Yola bercerita pada Lucy, bahwa mereka akan kedatangan tamu yang sudah dianggap kakak oleh Kylian. Katherine pengusaha yang menetap di Perancis yang juga punya saham di perusahan Kylian. Kylian sering bergantung dan mengandalkan pada Katherine.
Katherine telah tiba di Bandara. Harry diperintahkan menjemput sambil membawa papan. Katherine melihat papan dengan namanya, lalu datang menghampiri Harry.
"Apa Anda yang dikirim Kylian untuk menjemputku?"
"Apakah anda Katherine?"
Begitu Katherine melihat wajah Harry dia tertegun lalu lemas.
"Apa dia Harry? Wajahnya sangat mirip." ucapnya dalam hati.
Di dalam mobil, Katherine ragu. Pikirnya mana mungkin Harry menjadi supir, alih-alih cita-citanya sebagai dokter. Katherine berusaha mengonfirmasi identitas supir itu.
"Boleh tahu nama Anda?"
"Harry."
Katherine syok, dia langsung mual dan ingin muntah. Harry memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
__ADS_1
Ya, Katherine tak lain adalah Sapphira. Istri yang meninggalkan suaminya, Harry, ibu kandung Lucy. Di pinggir jalan Katherine menangis mengingat jelas kejadian 26 tahun silam. Dia waktu itu ternyata tak kabur begitu saja, dia menyaksikan dari jauh Harry yang dengan sedih menggendong putrinya.
"Maafkan aku. Anggaplah aku sudah mati. Dan aku akan menganggap kerinduanku yang mendalam ini sebagai dosa yang harus kutanggung" ucap Katherine dalam hati dan menangis.
Suatu hari di Perancis, saat berkendara, sebuah truk besar menghantam mobilnya. Katherine nyawanya selamat, namun wajahnya perlu 10 kali operasi rekontruksi. Wajahnya lalu sudah tak tampak seperti Sapphira semula.
Harry meski merasa familiar, tak bisa mengenali Katherine yang sekarang. Sebaliknya, Katherine dengan mudah mengenali mantan suaminya.
Kylian tak sabar menyambut Katherine datang, dia menanti hingga di luar pagar. Anak-anak Kylian menyambut Katherine dan dengan akrab memanggilnya Tante.
Saat Kylian memanggilnya Sapphira, Katherine mulai keberatan, dia ingin dipanggil Katherine.
“Siapa ini?” Katherine melihat keberadaan Lucy di belakang anak-anak.
“Senang bertemu dengan anda. Saya Lucy, guru privat tinggal anak-anak.”
“Oh, begitu. Senang bertemu dengan anda.”
Malam hari Katherine merasa gelisah dan tidak dapat tidur. Dia teringat puluhan tahun yang lalu saat dia sempat pulang ke Korea. Dia datang ke desa mereka dahulu. Dia diam-diam melihat mantan suaminya dan Lucy yang sudah tumbuh, bersama dengan ibu barunya dan kakak tirinya. Mereka tampak seperti keluarga bahagia Sapphira aka Katherine, hanya bisa menangis.
Katherine merasa tidak sanggup tinggal di sana, di tempat Harry bekerja. Tengah malam dia mengemasi barangnya hendak pergi. Dia kebetulan berpapasan dengan Lucy. Katherine ingin tinggal di hotel. Katherine melarang Lucy membangunkan Kylian atau Harry. Lucy akhirnya memanggilkan taksi.
-
Siang hari, Kylian menyempatkan diri mengantar Valerie pergi ke tempat les. Namun di pinggir jalan dari dalam mobilnya melihat putrinya Valerie bersama seorang laki-laki seumurannya. Valerie bahkan mengoleskan liptint merah merona di depan teman prianya. Kylian meminta sopirnya merapat, lalu turun menghampiri Valerie.
Kylian datang menegur Valerie karena berdandan bahkan di depan teman pria. Temannya merasa tidak nyaman dan pergi. Valerie merasa malu pada temannya dan jengkel kepada ayahnya. Valerie pun pulang dengan kesal.
"Mengapa kamu tidak pergi les?" kata Kylian
__ADS_1
Lucy berusaha menengahi antara Kylian dan Valerie. Dia menjelaskan remaja pria itu hanya teman biasa. Tetapi Kylian tidamk percaya. Kylian bersikukuh pada pendapatnya bahwa perbuatan Valerie berdandan di depan pria itu salah. Kylian malah kesal karena Lucy tidak memihaknya. Lucy merasa bagaimana pun dia menjelaskan, Kylian tidak mau mendengar.
Karena Valerie merajuk, Kylian dan Lucy pergi ke toko kosmetik untuk membeli hadiah untuk Valerie. Kylian akhirnya berniat membelikan lipstik untuk Valerie. Namun ketika memilih, Kylian memilih warna bening transparan. Lucy berusaha menjelaskan bahwa Kylian harus memilihkan yang berwarna jika tulus ingin membelikan hadiah dan berbaikan dengan Valerie.
Lalu Kylian menunjuk bibir Lucy, yang berlipstik merah natural.
"Kurasa warna seperti itu bisa saya toleransi."
Lucy akhirnya memilih lipstik dengan warna seperti bibirnya. Kemudian, Lucy mengajak Valerie makan di restoran. Valerie datang dan melihat ayahnya juga ada di sana. Valerie curiga ini trik yang dilakukan ayahnya dan Lucy. Lucy menjelaskan bahwa ayah Valerie tulus ingin berbaikan.
"Apa buktinya?" tanya Valerie.
Kylian menyerahkan paperbag pada Valerie. Valerie membuka paperbag, dan terharu diberi lipstik oleh ayahnya. Valerie pun bersedia memaafkan ayahnya.
"Tetapi bisakah kamu menunda berpacaran dulu. Papa bisa iri."
Valerie lagi-lagi menjelaskan bahwa teman prianya itu bukan pacar, namun teman biasa. Kecemburuan Kylian akhirnya mereda. Bagaimana pun juga dia adalah seorang ayah, wajar saja jika cemburu melihat putrinya bersama laki-laki lain. Hanya saja Kylian salah dalam mengekspresikan kecemburuannya.
...****************...
Nyonya Sandra hendak pergi mengunjungi rumah putrinya, Hana. Dia menghampiri pondok sopir Harry untuk minta diantarkan. Namun betapa terkejutnya dia karena melihat Yuni di rumah mereka. Harry menghadap Kylian mengatakan ini kesalahpahaman. Lalu dia mengaku memang istrinya kerap datang tanpa izin. Saat itu juga Kylian meminta Harry segera pergi dari rumahnya.
Lucy tak kuasa menahan tangisnya melihat ayahnya diberhentikan. Dia juga hanya bisa menangis dan mengamati ayahnya diam-diam. Di rumah kediaman Kylian, Lucy jadi sering menangis di kamarnya teringat nasib ayahnya. Anak-anak diam-diam menyaksikan guru mereka menangis.
Evan bahkan mendatangi kamar kakaknya. Jadilah Valerie, Ethan, dan Evan mengadakan “rapat”. Mereka ingin menghibur dan membuat Lucy ceria kembali. Mereka lalu memutuskan untuk membawa Lucy ke taman hiburan. Mereka mengumpulkan semua uang yang ada di celengan mereka.
Siang hari Kylian yang sedang membawa mobilnya melihat anak-anaknya berjalan bertiga. Kylian menepi dan menanyakan tujuan mereka. Mereka berkata akan naik bus dan berjanji akan bertemu Lucy. Kylian menanyakan ke mana sebenarnya tujuan mereka. Mereka tak mau menjawab. Begitu Kylian akan menelepon Lucy, Valerie melarang ayahnya. Karena tujuan mereka adalah memberi kejutan untuk Lucy. Akhirnya anak-anak dan Kylian bersepakat, Kylian boleh bersama mereka sebagai sopir.
Mereka berempat menjemput Lucy. Namun Lucy heran karena mereka tidak mau bilang akan mengajaknya ke mana. Kylian dan anak-anaknya tampak bersemangat dan gembira. Mereka akhirnya sampai di tempat hiburan. Lucy terharu mendengar anak-anak menyiapkan uang di celengan mereka untuk menghibur dan membawa gurunya ke taman hiburan.
__ADS_1
Bersambung...