Menikahi Tuan Duda!

Menikahi Tuan Duda!
57


__ADS_3

“Baiklah, baiklah. Aku akan datang ke mimpimu malam ini. Supaya kamu bisa melihat aku sepuasnya.”


“Woah, sejak kapan Kylian yang kaku ini bisa manis juga? Aku jadi tidak merasakan kesenjangan generasi,”


“Apa katamu? Kesenjangan generasi?” Kylian tertawa, begitu juga Lucy.


Harry memperhatikan mereka dari kejauhan.


Lucy tidur seranjang dengan ibunya.


“Bisa berbaring di sini bersamamu, menatap matamu sedekat ini… aku rasa aku matipun aku tidak menyesal. Aku akan menjadi wanita yang paling bahagia.” Katherine merasa bahagia bisa tidur bersama Lucy seperti ini. Kalau mati sekarang pun ia merasa tidak menyesal.


“Kenapa ibu bilang seperti itu?”


“Ibu minta maaf. Ibu tidak merasa lebih bahagia dari sekarang. Bersamamu adalah sebuah kebahagiaan. Lucy, ayahmu sepertinya akan segera merestuimu. Jadi, bersabarlah dengannya.”


“Aku juga merasa seperti itu. dia tidak lagi meneriakiku untuk memutuskan hubungan dengan Kylian seperti dulu.”


“Benar. Ibu bilang dia harus membiarkan kalian berdua bersama.”


“Benarkah? Apa ibu benar-benar mengatakan itu?”


“Iya. Ibu melihat kamu dan Kylian, kalian berdua terlihat sangat bahagia. Sejujurnya ibu tidak mengerti kenapa ibu mencoba untuk memisahkan kalian berdua dulunya. Betapa bodohnya ibu.”


“Terima kasih sudah mengerti perasaanku, dan mempertimbangkan hubungan kita,”


“Ibu juga berterima kasih, Lucy. Terima kasih sudah memaafkan ibu. Ibu benar-benar senang dan bersyukur.”


Katherine bersyukur dan berterima kasih karena Lucy mau memaafkannya. Ia merasa bahagia. Ia ingin Lucy bahagia. Ia mengatakan senang melihat Lucy terlihat bahagia bersama Kylian. Ia merasa bodoh baru menyadarinya. Ibunya minta maaf karena dulu berusaha memisahkan hubungan anaknya.


“Ibu…” Lucy membiarkan dirinya dipeluk oleh Katherine.


“Setelah ibu pulih dari operasi, kita pergi ke pulau bersama. Ok?”


“Tentu saja. Ibu tidak bisa berhenti tersenyum membayangkan itu, Lucy, anak perempuanku.”


Lucy pagi-pagi terbangun dan mendapati ibunya tidak ada di sampingnya. Ia bangun mencari ibunya.


“Kemana dia pergi?”


“Ibu? Apa ibu di dalam? Ibu? Ibu?!” Ia mengecek ke kamar mandi dan memanggil ibunya, tetapi tak ada jawaban. Ia membuka pintu kamar mandi, ibunya ternyata terkapar pingsan di kamar mandi. Lucy syok.


“Ibu! Ibu, bangun! Ibu, tolong bangun! Ibu! Tolong bangun. Oh, tidak! Ibu! Tolong bangun, ibu!”


Katherine dilarikan ke rumah sakit. Keluarga Kylian dan Lucy juga berdatangan ke rumah sakit.


Katherine sudah sadar tetapi rupanya kondisinya sudah parah.


“Lucy…”


“Aku di sini, ibu. Semuanya akan baik-baik saja.”


“Benar. Ibu akan baik-baik saja.” Katherine meraih wajah Lucy.


“Lucy anakku, terima kasih. Ibu sayang kamu.”


Katherine berbicara Lucy mengucapkan terima kasih. Lalu ia ingin mengucapkan terima kasih bergantian pada Kylian dan juga Yuni. Yuni mengatakan soal Lucy tidak perlu khawatir. Dia akan mendampingi Lucy sampai menikah dan melahirkan anak. Terakhir Katherine ingin bicara dengan Harry. Ia meminta maaf dan terima kasih. Ia menitipkan permintaan terakhirnya sebagai wasiatnya.


“Ibu…”


“Kylian…”


“Iya, kak.”


“Terima kasih untuk semuanya. Tolong jaga Lucy anakku.”


“Tentu saja, kak. Jangan khawatir.”


“Bu Yuni, terima kasih.”


“Jangan bicara seperti itu. dan jangan khawatir tentang Lucy. Bahkan ketika dia menikah, dan ketika punya anak nanti, aku akan selalu berada di sisinya. Jadi, jangan khawatir…”


“Terima kasih. Harry… aku sangat menyesal atas semua yang telah aku lakukan padamu. Dan juga terima kasih. Hal-hal yang aku minta padamu, lakukan untukku, ya? Ini adalah keinginan terakhirku.”


“Ibu!” Lucy memeluk ibunya dan menangis.


“Jangan menangis. Jangan menangis, sayangku. Ibu… mencintaimu.” Semua yang ada di ruangan pun tidak kuasa menahan tangisnya. Suasana mengharukan antara ibu dan anak itu sekaligus menjadi momen terakhir Katherine menghembuskan napas.


Katherine menghembuskan napas terakhirnya.


“Tidak! Ibu tidak boleh mati! Ibu, jangan tinggalkan aku!”


Katherine akhirnya meninggal saat Lucy memeluknya.


Keluarga Lucy dan Kylian menjalani prosesi pemakamanKatherine. Lucy masih tidak kuat menahan tangisnya. Untungnya ada Kylian di sisinya yang selalu sigap menenangkan dan memeluknya.


Setelahnya anak-anak Kylian tampak bermain di sekitar, disaksikan oleh Kylian dan Lucy. Harry menyaksikan Lucy bersama Kylian. Kylian begitu menjaganya.


Di lain waktu, Harry meminta Kylian bertemu di sebuah tempat makan.


“Ayah.”


“Silakan duduk,”


“Pertama-tama, tentang hubunganu dengan Lucy, aku telah memberimu masa yang sulit dan memperlakukanmu dengan buruk, aku ingin meminta maaf untuk itu. anggap saja ini cinta seorang ayah pada putrinya, tolong maafkan aku. Aku menyesal. Putriku sudah dewasa sekarang dan cukup pintar untuk mengatur hidupnya sendiri. Aku masih berpikir dia adalah gadis kecilku yang perlu tetap dekat dan di bawah perlindunganku. Dia bilang dia mempercayaimu dan mencintaimu dengan sepenuh hatinya. Aku ingin merestui pernikahan kalian.”

__ADS_1


“Ayah, terima kasih telah memberikan izin. Aku akan melakukan yang terbaik untuk tidak mengecewakan Lucy dan ayah.”


“Bukan karena ini adalah keinginan terakhir Katherine, ini karena Lucy yang bilang dia hanya akan bahagia bersamamu. Itu sebabnya aku menyerah dan memberi izin. Sakit untuk melepaskannya tapi berjanjilah untuk membuatnya bahagia.”


“Baik. Terima kasih.”


Kylian senang bukan main. Saking senangnya, di kantor pun dia melayangkan kepalan tangannya ke udara hingga para pegawainya heran.


“Tunggu. Kenapa aku berada di sini? seharusnya aku berada di toko perhiasan.”


Kylian pun pergi meninggalkan perusahaannya ke toko perhiasan untuk membeli cincin.


Harry juga mengatakan hal yang sama pada Lucy bahwa dia menyetujui hubungan Lucy dan Kylian dan akan merestuinya jika menikah.


“Ayah tidak bohong? Ayah benar-benar akan membiarkan aku menikah dengan Kylian?”


“Bagaimana ayah bisa menolak saat kamu begitu menyukainya? Meskipun dia memiliki tiga anak, sebenarnya dia adalah pria yang baik.”


Lucy memeluk ayahnya. “Aku tidak akan pernah membuat ayah khawatir. Aku akan hidup bahagia. Ayah, terima kasih banyak.”


“Dia mungkin sekarang sedang membeli cincin untukmu,” ucap Harry.


Lucy dan Kylian pergi makan siang bersama di sebuah restoran. “Kylian pasti akan melamarku hari ini. Dia membawaku ke restoran yang indah. Dia tidak akan tiba-tiba berlutut saat kita sedang makan, ‘kan?” ucap Lucy dalam hati sambil tersenyum-senyum.


Kylian berniat mengeluarkan kotak cincin yang baru dia beli, namun dia memasukkannya kembali. “Tidak, tidak. Itu tidak romantis,” ucap Kylian dalam hati.


Melihat ada pelayan yang membawa makanan penutup, mata Lucy langsung berbinar-binar. “Tenang, Lucy. Tetaplah bersikap anggun,” ucapnya dalam hati.


“Lucy, cobalah es krimnya. Es krim di sini sangat enak,” ucap Kylian.


“Cincinnya pasti ada di dalam es krim ini. Aku harus memakannya pelan-pelan. Supaya cincinnya tidak tertelan olehku,” ucap Lucy dalam hatinya.


Setelah mengambil beberapa sendok es krim tersebut, Lucy tidak menemukan tanda-tanda keberadaan cincin. Lucy pun mengorek es krim dengan sendoknya untuk mencari cincin.


“Tunggu. Dimana cincinnya?” ucap Lucy dalam hati.


“Ada apa, Lucy? Kamu tidak suka es krimnya?” tanya Kylian.


“Oh, bukan. Es krimnya sangat enak,” jawab Lucy.


“Aku tahu kamu akan menyukainya. Kalau kamu sudah selesai makan, kita bisa pergi sekarang,” ucap Kylian.


“Tentu,” jawab Lucy.


“Ya, di tempat ini terlalu banyak orang. Dia akan melamarku di tempat yang lebih tenang,” ucap Lucy dalam hatinya.


Kylian mengantar Lucy ke rumahnya. Lagi-lagi, Kylian berniat mengeluarkan kotak cincin dan memberikannya pada Lucy, namun dia masukkan lagi. “Melamar di depan rumah? Itu norak sekali. Tidak, tidak,” ucap Kylian dalam hati.


“Kita sudah sampai di rumahku,” ucap Lucy.


“Masuklah. Kamu harus beristirahat. Selamat malam,” balas Kylian.


Kylian pun pergi. Kemudian Lucy memanggilnya.


“Kylian, apa ada yang ingin kamu katakan padaku?”


Kylian berbalik dan menghampiri Lucy. Dia menarik napas yang panjang. “Lucy.”


“Iya,”


“Sampai jumpa di mimpiku,” ucap Kylian lalu pergi.


“APa katanya? Sampai jumpa di mimpiku?” Lucy masuk ke dalam rumah dengan kesal.


Sesampainya di rumah, Kylian mengumpulkan anak-anaknya.


“Papa punya sesuatu yang penting untuk diberitahukan ke kalian,” ucap Kylian.


“Raut wajah papa menggambarkan sesuatu yang baik. Apa itu?” tanya Ethan.


“APa wajah papa mengatakan bahwa itu sesuatu yang baik?


“Iya. Itu tertulis dengan huruf besar. Cepat beritahu kita apa itu,” ucap Valerie.


“Baik, jadi papa sudah mendapatkan izin dari ayah Harry untuk menikahi mama,” ucap Kylian.


“Luar biasa!”


“Papa akan melamar mama,”


“Yes! Yes!”


“Bagaimana papa akan melamarnya?” tanya Valerie.


“Papa sudah membeli cincinnya. Tapi papa bingung bagaimana cara melamarnya,”


“Papa, aku punya ide bagus. Lakukan sesuai dengan yang aku katakan dan jangan ada penolakan. Momen mengharukan ini pasti tidak akan pernah bisa mama lupakan,” ucap Valerie.


“Kamu punya ide? Apa itu?”


Pagi hari setelah bangun tidur, Lucy mencari ponselnya dan kesal.


“Ini tidak bisa dipercaya. Ini hari Minggu, tapi dia bahkan tidak meminta bertemu denganku. Apa yang dia Pikirkan? Apa dia berusaha melanjutkan tanpa ada lamaran? Begitukah cara berpikir orang-orang seusianya? Ah! Dia membuatku kesal. Bahkan kalau dia melamar nanti, aku akan mengatakan tidak,”


Ponsel Lucy lalu berbunyi. “Halo, Valerie.”

__ADS_1


“Ma, bisakah kita bertemu sekarang? Ada sesuatu yang mendesak di sekolahku, dan aku membutuhkan saran dari mama,”


Lucy segera datang ke tempat yang Valerie berikan untuk bertemu.


“Apakah anda Lucy Harry Steward?”


“Iya,”


“Silakan ikut staf kami,”


Lucy pun masuk ke dalam menelusuri tempat restoran dengan mengikuti staff yang ada di depannya. Setelah itu, tibalah dia di sebuah pantai di depannya dan ada sebuah jalan yang dihiasi oleh bunga mawar. Lucy pun berjalan menapaki jalanan yang telah dihiasi oleh bunga tersebut. Hingga di penghujung jalan, Kylian datang menghampirinya dan memeluknya dari belakang. Kemudian berlutut dan mengeluarkan cincin.


“Maukah kamu menikah denganku?”


Lucy mengangguk. Mereka kemudian berpelukan.


Anak-anak keluar dari tempat persembunyiannya dan berlari menghampiri mereka.


Lucy dan Kylian sedang berdiskusi di ruangan Kylian tentang rencana pernikahannya.


“Ada banyak hal yang harus dilakukan sebelum pernikahan. Kita harus mengambil foto pre-wedding, memilih dekorasi, dan masih banyak lagi,” ucap Lucy.


“Santai saja, kita bisa lakukan satu persatu. Minggu depan aku akan sibuk, jadi kita bisa melakukan foto pre-wedding minggu ini, lalu memilih dekorasi untuk kamar kita.”


“Bagaimana dengan bulan madu? Aku ingin ke Hawaii. Bagaimana kalau kita mengajak anak-anak juga?”


“Mengajak anak-anak? Itu namanya perjalanan keluarga, bukan bulan madu. Kita harus pergi tanpa mereka.”


“Tanpa mereka? Hanya kita berdua?”


“Iya.”


“Bagaimana mungkin kita meninggalkan anak-anak? Kamu egois sekali,” ucap Lucy lalu keluar dari ruangan Kylian.


Kylian mengejarnya.


“Lucy, bukan begitu maksudku. Bukannya aku ingin bersenang-senang tanpa anak-anak. Tapi kita harus memiliki waktu berdua. Baiklah, baiklah, kalau kamu ingin pergi bersama anak-anak. Kita akan membawa mereka. Jangan marah lagi, ya?” Kylian mengecup pipi Lucy.


Lucy pun tersenyum.


“Kamu cantik saat tersenyum,” Kylian menggoda Lucy.


Tidak lama kemudian, mereka menyadari kalau anak-anak mengintip mereka diam-diam. Mereka pun menjadi salah tingkah.


“Ap-apa yang sedang kalian lakukan di sana?” tanya Kylian.


Anak-anak pun kabur ke kamarnya masing-masing.


“Kamu lihat? Karena itu kita harus pergi tanpa mereka,” ucap Kylian.


“Baiklah,” balas Lucy.


Hari pernikahan mereka pun tiba. Pernikahan dilangsungkan di sebuah taman terbuka. Kylian menunggu Lucy dengan gaun pengantin ala putri yang datang didampingi ayahnya. Ethan dan Evan berjalan di depannya mereka seraya menaburkan bunga.


Mereka berdua terlihat bahagia sekaligus haru. Kylian flashback pertama kali mereka bertemu di bar yang berujung pada cinta satu malam panas mereka. Lalu kedekatan pertama mereka, saat Kylian yang modus terkilir saat di villa.


Harry pun lalu menyerahkan tangan Lucy kepada Kylian. Mereka pun lalu melanjutkan dengan mengucapkan janji pernikahan dan prosesi tukar cincin.


Keluarga pun diberi kesempatan memberikan komentar/sambutan kepada pengantin.


Valerie memberikan selamat pada papa dan mamanya.


Evan langsung berkata, "Mama, aku tunggu adiknya ya!"


Tibalah masa bulan madu Kylian dan Lucy. Mereka memilih datang ke Hawaii dan menikmati kemesraan bersama di pulau ini. Kylian mengeluh kesal karena dia inginnya bulan madu selama sebulan, tapi malah hanya bisa selama tiga hari dua malam saja. Ini menyebalkan.


Kylian dan Lucy memulai malam mereka dengan berdansa bersama. Lucy bercerita kalau dulu saat dia kecil, dia dan ayahnya kadang menari seperti ini, dan ayahnya memanggil dia dengan sebutan Putri.


Keesokan harinya di hotel tmpak baju-baju berserakan di lantai, pertanda bahwa semalam si pemilik baju sudah menanggalkannya. Tentu saja saat si penghuni kamar terbangun yang mereka adalah Kim Lucy dan Kylian, keduanya langsung menyadari keadaan mereka yang tanpa sehelai benang pun.


Kylian bahkan bilang kalau rasanya kejadian seperti ini sudah ga asing untuknya. Rasanya seperti Déjà vu.


Setelah puas mengunjungi tempat ini dan itu, malam harinya Kylian dan Lucy bersantai sambil melihat bintang di langit. Bintang berkelip sangat indah menghiasi langit malam ini. Kylian berkata kalau dia merasa semua beruntung karena ada Lucy.


Sebulan kemudian…


Kylian dan Anak-anak tampak resah menunggu hasil tes yang Lucy lakukan hari ini. Mereka menunggu Lucy sampai keluar ruang dokter dan anak-anak langsung memberondong Lucy dengan pertanyaan. Lucy menatap Kylian dan anak-anak dihadapannya dan langsung berkata kalau dia hamil kembar. Lucy juga menunjukkan foto hasil USG pada Anak-anak.


Anak-anak girang mendengarnya.


“Apa? Jadi kita akan memiliki bukan 1 adik melainkan 2 sekaligus?”


Kyli bahkan tidak percaya jika dia akan punya anak dua sekaligus, kembar pula. Kylian kemudian memeluk Lucy erat. Dia merasa sangat bahagia.


Di sebuah tempat yang sangat indah. Hijau menyejukkan mata. Tampak keluarga Kylian sedang mengadakan piknik di alam terbuka. Anak Kylian dengan Lucy adalah kembar. Laki-laki dan perempuan. Mereka piknik dengan membawa 5 orang anak tanpa pengasuh. Anak kembar Kylian sudah menginjak usia 2 tahun. Kylian meminta Lucy makan saja, biar anak-anak dia yang urus.


Anak-anak mereka bermain dengan puas. Kylian bertanya pada Lucy apa Lucy menyesal menikah dengannya. Lucy menjawab, kenapa dia harus menyesal, sekarang aja Kylian ada di hadapannya.


“Hari ini, sekarang, aku ingin berterima kasih padamu karena ada bersamaku.”


Lucy membalas kalimat Kylian dengan berkata “Aku tidak mengatakan masa lalu atau masa depan, tapi disini dan sekarang terima kasih karena kau ada bersamaku.”


“Aku mencintaimu, Lucy.”


“Aku juga mencintaimu, Kylian.”

__ADS_1


Mereka pun saling menempelkan bibir mereka. Tak peduli jika mungkin anak-anak melihat mereka.


TAMAT


__ADS_2