Menikahi Tuan Duda!

Menikahi Tuan Duda!
54


__ADS_3

“Aku akan pergi ke Perancis untuk menyelesaikan semuanya. Aku akan mengakhiri hidupku di sana.”


“Hey, Sapphira. Apa yang kamu lakukan? Kamu bisa hidup kalau menjalani operasi.”


“Siapa bilang aku bisa hidup setelah operasi?”


“Kamu dengar kata dokter. Operasi adalah sati-satunya pilihan. Tanpa operasi, kamu mungkin tidak akan bertahan sampai enam bulan. Sapphire, kamu bisa hidup kalau dioperasi. Kamu harus mencoba. Kamu tidak boleh menyerah seperti ini. Kembalilah ke rumah sakit bersamaku.”


“Tidak. Aku tidak mau. Lagi pula, aku akan mati. Aku mungkin akan mati di meja operasi. Aku sedang dihukum oleh Tuhan. Aku akan menerima hukuman. Aku ingin menerima semua ini sebagai takdirku. Aku tidak mau hidup susah. Jadi, jangan temui aku lagi, Harry.”


“Sapphira, jangan seperti ini. Tolong jangan lakukan ini,”


“Aku punya penyakit seperti ini lagi karena aku belum menerima hukuman yang pantas untuk kuterima. Aku telah melakukan banyak kesalahan. Jadi, jangan khawatirkan orang sepertiku,”


"Jadi, kamu pikir kamu bisa mati begitu saja seperti ini? Kamu tidak peduli dengan Lucy? Kamu harus memikirkan Lucy. Pasti hatinya terluka kalau tahu ibu kandungnya meninggal begitu saja."


“Harry…”


“Kalau kamu merasa bersalah padaku dan Lucy, tetaplah hidup. Tetaplah hidup dan biarkan kami membencimu.”


“Maafkan aku, Harry.”


“Kamu bisa hidup. Pergilah bersamaku ke rumah sakit.”


Yuni curiga suaminya sering pergi meninggalkan restoran. Apa mungkin Katherine belum pergi ke Perancis? Yuni iseng ke apartemen Katherine. dia bertanya pada sekuriti dan ternyata Katherine masih tinggal di sana.


“Halo. Apa penyewa unit atas nama Katherine sudah berangkat ke Perancis?”


“Tidak, belum.”


“Belum berangkat? Apa kamu yakin?”


“Iya.


Dia lalu tidak sengaja melihat suaminya sedang berjalan bersama Katherine. “Apa mereka kembali bersama?”


Harry dan Katherine rupanya pergi ke supermarket. Mereka berbelanja berdua dengan akrab bagai pasangan. Yuni mengikuti mereka dan cemburu.


“Dia tidak pernah pergi berbelanja denganku, tapi dengan wanita itu, dia membeli bahan makanan seperti pasangan. Bagaimana dia bisa melakukan ini?”

__ADS_1


Sampai di rumah dia menangis. Dia mengaku pada Lucy bahwa ayahnya selingkuh asik berbelanja dengan Katherine diam-diam. Lucy kaget saat mendengar perkataan ibunya.


“Ibu, ibu kenapa? Ibu sakit?”


“Lucy, apa yang harus ibu lakukan?”


“Ada apa ibu? Katakan padaku apa yang terjadi,”


“Ayahmu berselingkuh. Dia bertemu wanita itu lagi. Ibu harus bagaimana, Lucy?”


“Maksud ibu? Siapa wanita itu?”


“Ibu kandungmu Lucy. Dia tidak kembali ke Perancis. Ibu melihat mereka berbelanja ke supermarket seperti pasangan suami-istri. Apa yang harus ibu lakukan?”


“Apa kata ibu? Dengan siapa ayah berselingkuh? Katherine?”


“Lucy, ibu harus bagaimana? Ibu tidak sanggup untuk hidup lagi. Lucy, kamu ada di pihak siapa? Kamu berada di pihak ibu, ‘kan? Aku tidak akan membiarkan mereka berdua! Aku akan menghancurkan mereka!” Yuni langsung berdiri.


“Ibu!” Lucy menyusuli Yuni.


Yuni yang terbakar cemburu mendatangi Katherine.


Harry membuatkan makanan untuk Katherine di apartemennya.


“Baiklah,”


“Aku yakin operasinya akan berjalan lancar seperti yang terakhir kali. Kalau begitu aku pergi.”


Yuni mendatangi apartemen Katherine setelah suaminya pergi dari sana,


"Mana suamiku? Dimana Harry? Dimana dia?"


"Dia baru saja pergi.


“Apa? Dia baru saja pergi? Si*alan! Beraninya kamu membawanya ke sini?"


Mengetahui suaminya benar dari sana Yuni emosi, termasuk menjatuhkan barang-barang. Setelah itu terduduk di lantai menangis.


“Aku tahu kamu sudah kaya sekarang. Tapi bukan berarti kamu bisa mencuri suamiku dariku! Dari semua pria yang bisa kamu miliki, kenapa harus suamiku? Kenapa?”

__ADS_1


“Saya benar-benar minta maaf. Tapi kamu salah. Saya tidak berani berharap memiliki dia untuk diri saya sendiri. Dia hanya membantuku melewati masa-masa sulit. Saya tidak akan pernah membiarkan hal ini terjadi lagi. Tidak ada yang terjadi di antara kita. Memang benar dulu aku pernah mencoba mengambil Lucy dan Harry darimu, tapi kali ini tidak. Aku bersumpah.”


“Lalu kenapa anda keluar dengan suami saya seperti pasangan yang sudah menikah? Kenapa Harry ada di sini? kenapa?”


Katherine berusaha menjelaskan ia tidak ada apa-apa dengan Harry tetapi Yuni tetap menangis. Tak lama kemudian Lucy datang ke sana. Lucy emosi melihat ibu yang membesarkannya menangis di lantai. Ia marah kepada Katherine meski Katherine sudah berusaha menjelaskan. Lucy menyuruh Katherine enyah dari hadapan mereka dan dunia ini.


“Ibu, tolong bangun. Jangan menangis. Apa yang ibu lakukan di lantai? Ibu, ayo pulang.” Lucy gagal membuat Yuni berdiri.


“Bagaimana bisa kamu menyakiti ibuku seperti ini? Kamu tidak pantas disebut manusia!” ucap Lucy kepada Katherine.


“Lucy, tolong jangan salah paham. Ini bukan seperti yang kamu Pikirkan. Memang benar aku pernah mendambakanmu dan ayahmu. Aku ingin pergi ke Perancis bersama kamu dan ayahmu. Dan sekarang aku sedang membayar dosa-dosaku. Kali ini tidak seperti itu.”


“Kalau tidak seperti itu, kenapa kamu bertemu dengan ayahku? Apa kamu tahu? kamu membuatku jijik. Pergi dan menjauhlah dari hidupku. Menghilanglah dari kehidupan kita, menghilanglah dari dunia ini! Aku tidak pernah ingin melihat kamu lagi. Setelah kamu meninggalkanku, ibuku membesarkanku dan aku akan selamanya bersyukur. Kamu harus berterima kasih padanya bukan menyakiti dia! Ibu, ayo. Jangan menghabiskan air mata untuk wanita seperti dia. Ayo pergi, bu.” Lucy berhasil membawa Yuni keluar bersamanya.


Lucy menghibur ibunya. Dia ingin ibunya memberi kesempatan pada ayah, Lucy percaya ayahnya bukan pria seperti itu. Yuni senang karena Lucy menjadi putrinya yang di pihaknya.


“Ibu, jangan terlalu sedih. Aku disini untuk ibu.”


“Terima kasih, Lucy. Terima kasih sudah memihak pada ibu.”


“Jangan konyol. Tentu saja aku akan memihak pada ibuku. Kamulah yang membesarkanku. Ibu adalah satu-satunya ibu yang aku miliki.”


“Lucy…”


“Ibu, aku akan memastikan wanita itu pergi jauh dari ayah. Jangan khawatir. Dan kita tahu kalau ayah bukan orang seperti itu. Pasti ada salah paham. Aku yakin tidak seperti yang ibu Pikirkan. Jadi, tolong percayalah pada ayah sekali ini saja.”


“Terima kasih, Lucy. Tapi, bagaimana mungkin ibu bisa mempercayainya? Ibu sangat terluka sekarang.”


“Ibu, kalau benar ayah melakukan itu, aku juga tidak akan pernah memaafkan ayah. Jadi, tolong tenang. Berhenti menangis, ibu.”


Yuni menangis di pelukan Lucy.


Harry ditanyai di depan istri dan anaknya. Harry menyangkal ia selingkuh. Ia hanya membantu Katherine agar ia mau dioperasi, karena ia menderita kanker pankreas usianya tinggal 6 bulan kalau tidak dioperasi.


“Aku tidak percaya ini. Apa ayah berselingkuh dengan Katherine?”


“Apa yang kamu bicarakan? Ayah berselingkuh?”


“Lalu kenapa ayah pergi berbelanja dengannya? Kenapa ayah sering ke tempatnya? Ibu sedang sakt di tempat tidurnya.”

__ADS_1


“Apa?”


Bersambung...


__ADS_2