Menikahi Tuan Duda!

Menikahi Tuan Duda!
16


__ADS_3

Keesokan harinya, Lucy merasa tidak sanggup untuk bertemu Kylian. Dia lalu mendapat ide untuk pura-pura tidak ingat apa yang dia katakan semalam. Dia berusaha tidak bertemu Kylian dahulu, tapi tidak disangka pagi-pagi mereka sudah berpapasan.


Lucy hanya menundukkn kepala begitu melihat Kylian lalu pergi. Kylian dalam perjalanan ke kantor mengingat Lucy yang semalam mengungkapkan perasaannya. Kylian tidak bisa berhenti memikirkannya bahkan sampai ke kantor.


Karena tingkah laku Nyonya Sandra yang aneh, Kylian meminta Selly membawa Nyonya Sandra ke rumah sakit untuk pemeriksaan kemungkinan dementia. Tentu saja Nyonya Sandra tidak mau.


“Bagaimana kalau begini saja. Kamu laporkan ke Pimpinan kalau saya memasuki tahap awap demensia?” Nyonya Wang mengungkapkan idenya.


Selly melaporkan ke Kylian sesuai dengan ide Nyonya Sandra. Kylian kemudian mengumpulkan anak-anak dan staf di rumah. Dia memberitahukan bahwa nenek dari anak-anak menderita penyakit demensia tahap awal. Semua diharap memaklumi keadaan nenek. Tetapi karena masih dalam tahap awal sehingga masih bisa dikontrol.


Saat Katherine pulang Kylian memberitahukan bahwa Nyonya Sandra menderita demensia tahap awal. Tetapi Katherine merasa ragu dan tidak percaya.


Malam itu, Lucy ingin turun untuk minum. Tetapi takut turun masih tidak berani bertemu Kylian. Lucy berpikir suatu saat jika perasaannya perlahan dia hilangkan, maka canggungnya juga akan hilang. Akhirnya dia turun dengan mengendap-endap untuk mengambil minum.


Namun tidak disangka Kylian keluar dari kamarnya. Lucy gugup buru-buru naik kembali ke kamarnya. Kylian ternyata juga mengambil minum.


“Lucy, kamu bisa turun sekarang, aku akan ke kamar.” Meski sudah naik, ternyata Lucy ketahuan juga.


Namun malam itu Kylian bermimpi aneh. Dia bermimpi ada seorang wanita yang memanggil-manggilnya dengan mesra. Saat dia menghampiri ternyata wanita itu Lucy dan memakai gaun putih cantik. Kylian langsung terbangun dari mimpi.


Giliran Kylian yang menghindari Lucy. Dia pun di pagi hari buru-buru pergi melewatkan sarapan dan menghindari kontak dengan Lucy. Namun sekarang Kylian sering tersenyum. Hari itu dia pun merasa aneh, karena saat melihat sesuatu pun yang dia bayangkan wajah Lucy.


Selly mendatangi Kylian di kantor dengan alasan membawakan makanan karena Kylian tadi pagi tidak sarapan.


“Terima kasih, Lucy.” ucap Kylian sesaat sebelum dia sadar dia telah salah sebut, “Maaf... Asisten Selly.”


Kylian tidak percaya dia bisa salah menyebutkan nama. Bahkan dia sempat berpikir dia mengidap demensia seperti Nyonya Sandra. Di sisi lain, Selly kecewa dan cemburu karena pikiran Kylian dipenuhi Lucy hingga salah menyebut nama.


Sepulang dari kantor, Selly mengadu pada Nyonya Sandra. Dia pura-pura berkata ingin keluar karena tidak sanggup lagi terus mencintai Kylian. Nyonya Sandra berusaha menghibur Selly. Lagi-lagi tercetuslah sebuah ide dari Nyonya Sandra. Dia akan membuat drama lagi dengan memanfaatkan demensianya untuk mengusir Lucy.


Dia pun menyuruh Bibi Yola pergi membeli makanan ke tempat jauh supaya tidak menghalanginya. Kylian dan Katherine bekerja, anak-anak sekolah, kini tersisa Lucy dan mereka saja. Selly meminta Lucy membuatkan teh hangat untuk Nyonya Sandra.

__ADS_1


Lucy mengantarkan teh itu ke tempat dimana Nyonya Sandra berada, yaitu di ruang tengah. Drama pun dimulai, Nyonya Sandra berakting seperti sisi gilanya yang kumat begitu melihat Lucy. Wajah Lucy dia siram dengan teh hangat yang dibawa Lucy tadi. Dia lalu memaksa Lucy pergi dari rumah. Lucy diseret paksa ke luar rumah tanpa ada yang menolongnya.


Untungnya Katherine datang dan langsung menolong Lucy. Dan untungnya Kylian juga tiba tidak lama kemudian. Katherine langsung membawa Lucy ke kamarnya. Lucy masih syok. Katherine mengurusnya dengan hati yang penuh iba. Hatinya sakit melihat keadaan yang mengguncang putrinya sekarang.


Lucy mengerti bahwa Nyonya Sandra itu sedang sakit, tetapi tetap saja hatinya tidak dapat berbohong. Hatinya sedih dan luar biasa. Dia mulai bimbang apa dia harus berhenti dari pekerjaannya dan keluar.


“Aku baik-baik saja. Aku tahu kalau Nyonya Sandra sedang sakit.” ucap Lucy.


“Kamu bisa mengatakan yang sejujurnya kepadaku, kok. Tidak apa-apa.”


“Aku hanya terkejut. Tapi aku tidak tahu akan bagaimana jika hal seperti ini terjadi lagi ke depannya. Apakah aku harus berhenti?”


Katherine menemui Kylian. Katherine menjelaskan kondisi Lucy yang masih syok parah. Hatinya bahkan terluka meski dia berkata baik-baik saja.


“Kak, bagaimana keadaan Lucy?”


“Dia masih syok. Namun sudah jauh lebih baik. Dia mengatakan baik-baik saja, padahal aku tahu dia sangat terluka.”


“Lucy bahkan sempat terpikir untuk berhenti. Kakak rasa Sandra sudah bukan tahap awal lagi. Gejalanya sudah parah.”


Katherine mengusulkan Nyonya Sandra dirawat di panti. Dan Kylian setuju.


“Bagaimana kalau Nyonya Sandra mendapatkan penanganan khusus di panti? Aku banyak dengar, hidup di panti dapat menyembuhkan penyakit demensia secara perlahan. Walaupun tidak bisa menyembuhkan secara keseluruhan, tapi bisa mengurangi gejalanya.”


“Baiklah, kak. Aku pikir itu cara terbaik.”


Kylian kemudian menemui Nyonya Sandra.


“Sebaiknya anda diperiksa lengkap dan diobati di panti. Saya akan mencarikan fasilitas yang terbaik untuk anda.”


Nyonya Sandra terkejut. Dia tidak mau hidup di panti.

__ADS_1


“Apa!? Kylian, tidak tidak. Aku tidak ingin hidup di panti!”


“Ini semua demi kebaikan anda sendiri.” Kylian kemudian memanggil Bi Yola.


“Tolong siapkan baju dan keperluan Nyonya Sandra.”


“Tidak, Kylian, tidak! Kylian, tolong jangan. Aku mohon jangan taruh aku di panti. Kylian, aku mohon! Kylian, sebenarnya aku hanya berpura-pura gila. Aku tidak demensia, Kylian. Tolong jangan.” Nyonya Sandra akhirnya mengaku pura-pura gila.


“Apa!? Pura-pura!? Anda benar-benar sudah gila, ya, rupanya. Anda sadar apa yang telah anda perbuat terhadap Lucy!?” Kylian marah besar.


“Aku minta maaf, Kylian. Aku—”


“Saya tidak dapat membiarkan orang gila tinggal bersama saya di rumah ini. Bi Yola, sudah siapkan semua keperluannya? Segera bawa keluar setelah itu.” ucap Kylian. Dia menyuruh Nyonya Sandra pergi.


Nyonya Sandra kemudian memohon ampun, dia berlutut minta diberi kesempatan untuk tinggal di sana sampai Hana menikah. Dia berjanji pasti tidak akan mengulanginya.


“Kapan dia akan menikah?” tanya Kylian.


“Minggu depan, Kylian.”


“Baik. Berarti minggu depan anda sudah tidak berada di rumah ini lagi.”


Malamnya, Kylian mengirim pesan ke Lucy untuk memintanya keluar rumah sebentar. Begitu Lucy muncul, dia menyuruh Lucy naik ke dalam mobil. Kylian ternyata membawa Lucy ke kedai kopi waktu itu, dan membelikan minuman enak favorit Lucy.


“Minumlah. Kau berkata perasaanmu enak setiap kali meminumnya.”


Lucy tidak menyangka Kylian mengingat perkataan-perkataannya.


“Kamu masih mengingatnya, ternyata..”


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2