
“Kamu sudah memusnahkan kontrak kita, ’kan? Itu artinya aku sudah tidak berkewajiban tinggal di rumah ini sampai Kacang lahir.”
“Lucy, kumohon.” Kylian menahan tangan Lucy.
“Maksudmu, kamu ingin aku tinggal serumah dengan wanita yang juga sedang mengandung anakmu?”
“Kamu tidak dalam kondisi yang bisa diajak bicara. Tenangkan dirimu. Tunggu sampai aku memeriksa kebenarannya. Baru kita bicara lagi.”
Kylian keluar dari kamar. Dia merasa harus memeriksa apakah Selly sungguh hamil. Dia membawa Selly ke dokter kandungan, untuk mengecek sendiri kehamilan itu. Setelah dilakukan pemeriksaan USG, memang benar Selly sedang hamil. Selly hanya tersenyum, karena ia memang hamil. Dokter berkata umur Selly tidak muda lagi dan penting untuk menjaga kestabilan emosi dan makanan.
“Pimpinan, dengar kan? Aku harus menjaga kestabilan emosiku. Aku harus tinggal di kediaman Pimpinan.”
Sementara dalam pikiran Kylian terus memikirkan cara agar Lucy tidak pergi dari rumah dia. Dia memutuskan hanya akan mengakui anak itu, tetapi tidak akan tinggal bersama Selly.
Kylian kembali ke rumah dan berbicara dengan Lucy.
“Aku sedang memikirkannya...”
“Apa lagi yang perlu dipikirkan? Selly benar hamil, ‘kan?”
Kylian terdiam.
“Aku tidak menyangka kamu orang yang seperti ini. Kita akhiri semuanya saja sekarang.” ucap Lucy.
“Lucy, tunggu! Mari kita pikirkan lagi... Aku tidak bisa jauh darimu dan Kacang. Bagaimana dengan anak-anak setelah kamu pergi? Mereka akhirnya kembali cer—”
“Bagaimana denganku? Kamu tidak berpikir bagaimana aku hidup serumah dengan wanita yang juga sedang mengandung anakmu? Kenapa kamu hanya memikirkan dirimu dan anak-anak saja? Apa kamu tahu perasaanku sekarang? Aku seperti dihantam palu tetapi aku tidak bisa menangis!”
Kylian hanya bisa memandang Lucy pergi dengan hati yang lara. Lucy meninggalkan kediaman Kylian.
Pagi harinya, Selly datang lagi ke Kediaman Kylian. Seperti nyonya rumah, da menegur Gita yang menghentikannya bukan malah menyiapkan kamarnya.
“Aku belum mendapat perintah dari Pimpinan.” kata Gita tegas.
Kylian pun keluar dari ruangan. Ia pun tidak mau Selly tinggal di rumahnya. Lebih baik ia menyediakan tempat lain yang cukup layak. Selly beralasan ia butuh ketenangan mental. Ia pun lalu pura-pura pusing mau pingsan.
__ADS_1
“Terserah.” kata Kylian sebal. Dia pun pergi.
Berpapasan dengan Hana yang datang ke rumahnya.
“Apa benar dia mengandung anak kakak? Sebaiknya lakukan tes DNA saja.” ucap Hana.
“Tes DNA untuk janin itu dilarang, tidak etis. Memang siapa orang yang akan berbohong tentang bayi yang dikandungnya, jika bukan orang gila.” kata Nyonya Sandra.
Katherine mendatangi Kylian dan mencari Lucy.
“Lucy meninggalkan rumah kemarin.”
“Tapi ayah Lucy tidak mengatakan kalau Lucy kembali ke rumah. Seharusnya dia senang kalau Lucy kembali ke rumah.”
Kylian bergegas mencari Lucy. Dia pun meminta bantuan sahabatnya, Jeremy. Namun sulit sekali mencari Lucy yang ponselnya tidak aktif.
Kylian kembali minum ditemani Jeremy.
“Apakah di tubuhku mengalir darah ayahku yang hobi berselingkuh? Aku mencintai Lucy, Jer. Kenapa aku bisa... dengan bodohnya.. menghamili wanita lain? Bahkan istriku sedang hamil anakku..”
Jeremy mengantar Kylian pulang. Dia bertemu dengan Selly. Selly hendak membantu Jeremy memapah tubuh Kylian namun Jeremy mencegahnya. Jeremy membawa Kylian ke kamarnya. Selly pun mengikutinya.
Keesokan harinya, Lucy datang ke rumah bersama Evan. Dia menjemput Evan dari sekolahnya.
“Kak Lucy..” panggil Hana.
“Evan, naik duluan ke kamar, ya. Mama harus pergi membeli sesuatu.” ucap Lucy.
Evan pun naik ke kamar.
“Setidaknya kalian harus ingat untuk menjemput Evan dari sekolahnya.” ucap Lucy kepada Hana, Sandra, dan Katherine.
Lucy langsung pergi.
Melihat Lucy ke rumah, Hana segera menghubungi kakaknya.
__ADS_1
Sementara Katherine mengejar Lucy.
“Kak, apakah tawaran untuk ikut bekerja bersama dengan kakak di Perancis masih berlaku?” tanya Lucy.
Katherine senang mendengarnya. Dia sudah memimpikan hidup bersama putrinya di Perancis.
“Tentu saja. Kamu mau ikut kakak ke Perancis?”
“Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus mengikuti kursus bahasa Perancis? Apa aku bisa membantu kakak dari sekarang?”
“Kamu bisa menenangkan dirimu terlebih dahulu. Kakak akan mencarikan tempat kursus bahasa Perancis untukmu. Oh, ya. Kamu sekarang tinggal dimana, Lucy?”
“Maaf, kak. Aku ada urusan mendesak. Aku harus pergi sekarang. Nanti akan aku hubungi kakak lagi.” ucap Lucy lalu pergi.
“Putriku yang malang... Tapi kamu tenang saja. Mama akan selalu bersamamu..” ucap Katherine dalam hati.
Kylian melihat Lucy di ujung jalan yang tidak jauh dari kediamannya. Dia sedang menunggu waktu untuk pejalan kaki dapat menyebrang. Kylian segera menghampiri Lucy.
“Lucy. Lucy, kumohon kembalilah ke rumah. Aku akan memindahkan Selly ke tempat lain. Yang jauh, dan tidak akan bertemu denganmu. Jadi, kumohon..” Kylian memegang tangan Lucy.
“Kamu bilang, pernikahan kita tidak lagi didasari dengan kontrak, melainkan cinta. Pertanyaanku sekarang, apakah cinta itu benar-benar ada? Melihat keadaan Selly sekarang, aku ragu kamu mencintaiku. Jadi, untuk apa kita masih melanjutkan omong kosong ini?”
Lucy mengganti kata “pernikahan” dengan “omong kosong” karena dia sudah kecewa dengan Kylian. Semua rasa bahagia yang dia dapat kemarin menjadi sirna.
“Apa kamu percaya bahwa aku melakukan ini?” tanya Kylian.
“Aku dan Evan bertemu Selly di hotel saat itu. Kita datang ke hotel itu untuk mengantar keperluanmu. Dan Selly menawarkan bantuan untuk mengantar keperluanmu ke kamar hotelmu karena dia bilang.. dia memiliki urusan denganmu. Urusan apa yang mengharuskan pertemuannya di sebuah kamar hotel?”
“Aku juga tidak tahu! Aku saat ini sangat bingung, Lucy. Aku tidak tahu bagaimana dia bisa masuk ke dalam kamar hotelku saat itu. Bahkan tiba lebih dahulu dari aku. Aku tidak tahu! Kejadian setelah itu, aku akui... aku tidak mengingatnya.”
“Jaga dirimu baik-baik. Jangan lupa jemput Evan.” ucap Lucy. Dia melontarkan kalimat perpisahannya dengan Kylian.
Melihat lampu lalu lintas berwarna merah, para mobil berhenti dan pejalan kaki bisa menyebrang, Lucy pun berjalan maju meninggalkan Kylian. Melihat punggung Lucy yang sudah tidak lagi berbalik, Kylian pun berjalan ke mobilnya yang dia parkir asal.
Tiba-tiba langkah Lucy terhenti. Dia mengingat perkataan Kylian yang bertanya apakah dia percaya Kylian melakukan hal itu dan Kylian sendiri tidak tahu bagaimana dia bisa masuk ke dalam kamar hotel itu. Dia pun berbalik dan melihat punggung Kylian yang sudah menjauh.
__ADS_1
Lucy berjalan untuk menyusul Kylian. Namun dia tidak melihat bahwa lampu untuk pejalan kaki sudah berakhir, dan kini saatnya mobil berjalan. Dia tidak memperhatikan itu sampai akhirnya sebuah mobil berwarna hitam menabraknya dan membuat dia terjatuh. Terdengar sebuah hantaman keras. Kylian terkejut, dia juga mendengar suara orang-orang yang panik melihat ada yang tertabrak. Kylian takut. Dia berharap itu bukan Lucy. Kylian berjalan perlahan dan mendapati istrinya lah yang tergeletak di jalan. Kylian segera berlari menghampiri Lucy.
Bersambung...