
Yang ditakutkan Evan benar. Di malam yang gelap, Lucy lupa jalan ke kolam karena villa Kylian yang besar. Dia malah kesasar masuk ke hutan. Bahkan lampu senter yang dia bawa akhirnya mati, dan Lucy jatuh terperosok. Kakinya terkilir dan semakin bingung akan arahnya.
Evan dan Ethan melapor pada ayahnya bahwa Lucy belum juga kembali. Kylian bergegas keluar mencari Lucy. Dia memanggil-manggil Lucy menuju hutan. Sambil berjalan dengan tertatih-tatih, Lucy juga mendengar seperti suara hewan buas. Dia ketakutan setengah mati.
“Saya di sini, di sini!” teriak Lucy sambil berjalan tertatih-tatih.
Kylian dari kejauhan akhirnya berhasil menemukan keberadaam Lucy. Sedangkan Lucy, begitu melihat Kylian, dia langsung berlari ke arah Kylian, menabrakkan kepalanya ke dada Kylian, dan memeluknya. Kylian pun terhenyak sejenak. Lucy menangis tersedu-sedu, dan gemetaran di dada Kylian. Kylian lalu membalas memeluknya, menepuk-nepuk punggungnya.
“Sudah tidak apa-apa. Ada saya di sini, tidak akan ada apa-apa.” Kylian menenangkan.
“Ada hantu di sana.” kata Lucy tetap memeluk Kylian.
Kylian sebenarnya juga penakut. Begitu mendengar ada hantu, Kylian pun jadi tidak ingin berada lama-lama di tempat itu.
“Kita kembali saja kalau begitu.” katanya.
“Tunggu. Ponsel saya masih belum ditemukan.”
Kylian mengajak kembali, tetapi Lucy masih ingin mencari ponselnya. Namun karena kaki Lucy sakit, dengan baik hati Kylian lah yang berjalan mencari di sekitar kolam. Sampai akhirnya ponselnya diketemukan. Lucy tersenyum girang.
“Kamu segembira itu?” Kylian tersenyum.
“Zaman sekarang siapa yang bisa lepas dari benda ini..” balas Lucy.
Sesaat Lucy sadar bahwa dia telah menyusahkan, dia pun meminta maaf.
Lucy masih kesulitan berjalan. Kylian memeriksa pergelangan kaki Lucy. Ternyata kaki Lucy bengkak.
“Pasti akan sakit sekali dipakai berjalan. Tidak bisa begini. Lucy, naiklah ke punggungku.” Kylian berjongkok menawarkan bahunya.
“Tidak, tidak, mana berani saya naik ke punggung bapak. Saya masih bisa kok pelan-pelan.” Lucy menolak.
Kylian menarik Lucy ke punggungnya, lalu langsung mengangkutnya.
“Dengan begini kita bisa berjalan lebih cepat.”
Lucy merasa canggung.
__ADS_1
“Jangan kaku begitu. Saya kesulitan. Letakkan tanganmu di leherku.”
Akhirnya Lucy mulai merilekskan tubuhnya, dan merangkul leher Kylian. Sembari berjalan, dia pun memandang langit ke atas. Dia takjub melihat banyaknya bintang-bintang.
“Aku tak pernah melihat bintang sebanyak ini.”
Kylian pun berhenti sejenak. Sengaja, supaya Lucy dapat menikmati langit penuh bintang. Namun Lucy merasa bersalah karena merasa badannya berat. Mereka kembali berjalan.
“Ternyata kamu sadar dirimu berat.”
“Karena sedang berbadan dua.” ucap Kylian kemudian.
“Ngomong-ngomong, perutmu tidak apa-apa, ’kan?” tanya Kylian.
“Tidak, pak. Bagian perut saya bahkan tidak terkena tanah. Saya menahannya dengan tangan.”
Kylian tersenyum, “Syukurlah.”
Karena diminta ibunya, malam-malam Selly kembali lagi ke villa. Dari jauh dia kaget melihat Lucy digendong oleh Kylian. Selly pun diam-diam mengumpati Lucy. “Berani-beraninya Lucy naik ke punggung Kylian. Dia ini polos, bodoh, atau tidak tahu posisinya?!”
Lucy minta turun. “Jika Evan melihatku, dia bisa mengejekku.”
Lalu Selly menghampiri mereka berdua. Dia mengatakan kalau dia khawatir jadi dia mencari mereka. Lucy mulai kesulitan berjalan dan hampir oleng. Kylian sigap memeganginya. Tetapi Selly tidak membiarkannya. Dia menuntun Lucy menjauh dari Kylian.
Ketika akan tidur, Lucy mengingat kejadian tadi bersama Kylian. Dia sungguh tidak percaya dan merasa hilang akal karena berani membiarkan Kylian menggendongnya.
“Tetapi mengapa jantungku berdetak kencang?”
Lucy memegangi dadanya.
“Tidak, tidak. Ini pasti karena aku ketakutan tadi.” Lucy meyakinkan diri itu karena tadi dia ketakutan.
Lalu, seperti yang disarankan nyonya Sandra, untuk mendekati Kylian, sambil minum wine, dia membayangkan keromantisan bersama Kylian. Dia kemudian ingin mewujudkan mimpinya itu. Selly mendatangi kamar Kylian dan mengetuk pintunya. Tetapi, Kylian sudah tertidur pulas, dengan putranya di sampingnya.
Ketika pulang ke rumah, Selly ditanyai nyonya Sandra apa ada kabar baik semalam. Selly kesal karena Kylian tidur bersama putranya.
“Apa jangan-jangan ia sudah punya wanita lain?” kata Nyonya Sandra. Karena meski ada Selly yang cantik di sisinya, Kylian yang sudah 2 tahun menduda tampak tidak luluh.
__ADS_1
Sepert biasa Lucy pergi mengantar Evan ke sekolah meski dengan terpincang-pincang. Rupanya Katherine pagi itu mendengar kecelakaan yang dialami Lucy. Dia buru-buru datang menyusul Lucy ke sekolah Evan. Lucy cukup heran Katherine seperhatian itu. Dia pun sampai diajak ke rumah sakit.
Kylian pergi melakukan peninjauan gerai baru. Di luar toko terpasang hiasan orang-orangan dari balon. Kylian teringat insiden karena hantu semalam, dia tersenyum-senyum sendiri. Sahabatnya, Jeremy dan staff lainnya dibuat heran.
Harry di tempat kerjanya yang baru, mengalami masalah. Seorang wanita penghuni apartemen menuduh Harry menghilangkan paketnya. Katherine mendengar keributan di pos satpam.
“Apakah di sini ada CCTV. Bukankah kita bisa mengecek CCTV?” tantang Katherine.
Wanita itu pun pura-pura mengaku lupa, lalu bergegas pergi. Harry memang terlalu baik dan polos. Di apartemennya Katherine mencemaskan Harry. Harry datang ke apartemen Katherine. Dia membawa kue tart sebagai tanda terima kasih. Karena tidak hanya Lucy, dia juga telah dibantu oleh Katherine.
Di kediaman Kylian, Selly masuk ke ruang kerja Kylian untuk mengganti bunga di ruangannya. Dia melihat sebuah kado di atas meja Kylian. Ia pun kepo mengintip hadiahnya. Sebuah dasi dengan motif bintang kecil, dan terdapat ukiran bertuliskan KHS (Kylian Hugo Spencer) dari inisial nama Kylian.
“Jangan-jangan benar kata Nyonya Sandra, Pimpinan sudah memiliki wanita baru.”
Begitu dia ingin melihat kartu pengirimnya, Kylian datang. Kylian heran melihat Selly di mejanya.
“Saya habis mengganti bunga di ruangan Pimpinan.” kata Selly.
“Terima kasih. Kamu boleh pergi.”
Kylian penasaran melihat kado di mejanya.
“Apa ini dari Selly?”
Kylian membuka kotak hadiah tersebut dan membaca kartu ucapannya.
Terima kasih telah membiarkan saya melihat langit yang penuh bintang semalam dan maaf karena tubuh saya berat.
Ternyata dari Lucy. Hadiah itu ungkapan terima kasih juga maaf karena semalam sampai merepotkan Kylian menggendong dirinya. Kylian tersenyum.
Kylian pergi bertemu dengan temannya, Jeremy. Dia memberi penjelasan mengapa dia tersenyum saat melihat orang-orangan dari balon tadi. Dan alasan di balik senyumnya Kylian itu karena Lucy.
“Hey, kalian kan sudah suami-istri. Apa kamu tidak memiliki inisiatif untuk memiliki waktu berdua saja? Seperti berbelanja, makan di restoran mewah, atau mengikuti kelas pra natal? Berhubung Lucy sedang hamil?” ucap Jeremy.
Kylian pun terpikirkan sesuatu. Malamnya, Lucy menerima telepon dari sekretaris Kylian. Rupanya Kylian memanggilnya. Di saat bersamaan, Selly masih penasaran tentang wanita yang memberi hadiah pada Kylian. Dia mendatangi ruang kerja Kylian lagi dan menggeledah laci Kylian. Da menemukan kotak kadonya. Dasinya sudah diambil Kylian, tetapi kartunya masih ada. Selly membukanya dan sungguh tidak menyangka jika itu ternyata hadiah dari Lucy.
“Serigala berbulu domba. Berani-beraninya dia mengejar Pimpinan!?” Selly pun memanggil Lucy. Tetapi Lucy sedang bergegas akan pergi karena dipanggil Kylian.
__ADS_1
Bersambung...