Menikahi Tuan Duda!

Menikahi Tuan Duda!
51


__ADS_3

“Karena itu hanya masa lalu, katakanlah padanya bahwa kakak adalah ibu yang meninggalkannya!”


“Kylian… kakak mohon. Lucy tidak akan mau ikut denganku kalau dia tahu. jadi, tolong berpura-puralah tidak tahu,”


“Kakak ingin aku mengabaikan bahwa kakak berbohong padanya agar bisa membawanya bersama kakak? Tidak, dia harus tahu ini. Bagaimana kakak bisa berpikir untuk menipu dia agar bisa membawanya bersamamu? Bagaimana kakak bisa melakukan hal seperti ini?


"Kylian, aku berbuat begini juga atas keinginan Harry, ayah Lucy.”


“Apa katamu? Benarkah itu?”


“Iya. Selama kamu tetap diam soal aku adalah ibu kandungnya, tidak akan menjadi masalah.”


“Kak, tidak masalah kalau aku tidak tahu yang sebenarnya, tapi aku tidak bisa menutup mata setelah aku mengetahuinya. Lucy memiliki hak untuk tahu. jadi katakan padanya sendiri, kalau tidak, aku tidak punya pilihan selain memberitahunya sendiri. Selesaikan masalah ini sebelum kakak berangkat ke Perancis. Aku akan pergi sekarang.”


“Kylian, tunggu.”


Kylian mengancam Katherine untuk memberitahukan kepada Lucy dahulu. Kalau tidak, dia yang akan memberitahukan padanya.


Katherine panik, ia memberi tahu Harry bahwa Kylian sudah tahu kalau ia adalah ibu kandung Lucy.


“Sudah bilang jangan meneleponku.”


“Kita dalam masalah. Kylian mengetahui aku adalah ibu Lucy.”


“Apa? APa yang baru saja kamu bilang?”


“Harry, apa yang harus kita lakukan? Dia menyewa detektif untuk mencariku dengan harapan bisa menemukan ibu kandung Lucy. Dia akan memberitahunya kalau aku tidak memberitahunya sendiri kalau akulah ibu yang meninggalkannya. Lucy tidak akan pergi bersamaku kalau dia tahu. kamu harus menghentikannya. Hentikan Kylian sebelum dia sampai ke Lucy. Pergilah padanya dan selesaikan ini. Orang seperti Kylian tidak akan sekedar mengancam. Dia pasti akan memberi tahu Lucy.” Katherine menutup telepon.


Kylian menghubungi Harry ingin bertemu. Mereka bertemu di cafe.


“Aku dengar ayah sudah tahu kalau Katherine adalah ibu yang menelantarkan Lucy. Apakah ini benar?”


“Ya, dia adalah ibu kandung Lucy.”


“Jelaskan padaku. Bagaimana ayah bisa menutupi ini dari Lucy dan sengaja mengirimnya ke Perancis? Apa anda harus sejauh ini untuk menjauhkannya padaku?”


“Iya itu benar. Itu karena kamu.”


“Seperti yang ayah inginkan, kita memutuskan hubungan kita. Jadi, apa lagi masalahnya? Kak Katherine adalah ibu yang meninggalkan Lucy. Lucy memiliki hak untuk mengetahuinya.”


“Yang harus kamu lakukan adalah menutup mata. Tolong jangan katakan apapun agar Lucy bisa pergi ke Perancis dengan Katherine. Memang benar dia adalah ibu yang meninggalkan Lucy, tapi dia yang melahirkannya. Aku tahu dia akan menjaga Lucy dengan baik. Jadi tolong, biarkan Lucy bahagia. Aku mohon padamu,”


“Apakah ayah benar-benar yakin bahwa ini adalah demi kebaikannya sendiri? Bukan aku, tapi ayah menipu dia. Bayangkan betapa terkejutnya dia saat dia mengetahui kebenarannya. Kalau ayah benar-benar menginginkan yang terbaik untuknya, ayah harus mengatakan yang sebenarnya padanya. Ayah dapat mengirimnya ke luar negeri kalau dia setuju setelah mengetahui semua fakta ini.”


“Kylian, tolong tutup mata soal ini. Aku mohon padamu.”


“Ayah punya waktu sampai malam ini untuk memberitahu Lucy yang sebenarnya. Kalau dia setuju untuk pergi setelah ayah memberitahunya, aku tidak akan terlibat lagi dengan masalah ini. Tapi kalau ayah menjauhkannya dari kebenaran ini, aku akan memberitahunya sendiri. Kalau begitu, aku permisi.”


Kylian meminta Harry memberitahukan hal sebenarnya dahulu kepada Lucy. Setelah itu, biar keputusan Lucy apakah akan ikut ibu kandungnya ke Perancis atau tidak. Dia akan memberi kesempatan pada Harry sampai malam ini, kalau tidak ia akan memberitahukan pada Lucy sebelum berangkat.


Harry berdiskusi dengan Katherine. Tiba-tiba ia meminta Katherine pergi hari ini juga, bukan besok. Yang penting hari ini segera bawa Lucy pergi dari negara ini. Katherine menyanggupi.


“Apa yang akan kamu lakukan? Apa kamu akan memberitahu Lucy?”


“Bagaimana aku bisa mengatakannya? Dia tidak akan pernah memaafkan kita atas apa yang telah kita lakukan. Dia tidak akan setuju pergi ke Perancis. Kemudian dia akan kembali bersama Kylian.”


“Lalu, apa yang harus kita lakukan? Orang seperti Kylian tidak akan sekedar mengancam.”


“Kita tidak punya pilihan lain. Bawa Lucy meninggalkan negara ini segera. Majukan penerbangannya.”


“Apa? Sekarang?”


“Transit ke negara manapun terserah. Aku akan berlutut kalau harus dan memohon agar Kylian tetap diam. Jadi pergilah bersama Lucy dengan cara apapun yang kamu bisa.”


“Baiklah. Baiklah, aku mengerti. Persiapkan dia untuk pergi. Aku juga akan bersiap-siap.”


Harry buru-buru pulang untuk menyiapkan kepergian Lucy. Tetapi Lucy tidak ada di rumah dan tidak bisa dihubungi. Untungnya Lucy sudah mengemasi kopernya.


“Ada apa, Harry?”


“Lucy akan pergi hari ini.”


“Hari ini? Bukannya besok?”

__ADS_1


Lucy pergi ke lab tes DNA untuk mengambil hasil tes. Begitu membuka hasil test, ia syok dan jatuh terduduk. Dari hasil tes membuktikan dia dan Katherine kemungkinannya adalah 99,99% sebagai ibu dan anak.


Dia tak menyangka Katherine adalah ibu yang tega menelantarkannya. Dia juga ingat bahwa bagaimana Katherine dengan wajah yang tidak dikenali berusaha mendekati dia dan ayahnya.


Lucy langsung menyimpulkan mereka sekeluarga telah dibodohi Katherine selama ini. Dia merasa harus memberitahukan hal penting ini pada ayahnya. Dia pun bergegas pulang.


“Bagaimana Kak Katherine bisa melakukan ini setelah meninggalkan aku dan ayah? Aku harus segera memberitahu ayah. Ayah harus tahu soal ini,”


Harry lega Lucy sudah pulang. Dia meminta putrinya buru-buru berangkat dengan Katherine.


"Ada yang lebih penting dari itu. Aku tidak akan pergi ke Perancis."


“APa maksudmu? Kenapa kamu tidak bisa pergi bersamanya?”


“Ayah, lihat ini.” Lucy memberikan kertas hasil tes DNA.


Harry pun melihatnya.


“Ayah, jangan terlalu terkejut. Kita semua tertipu olehnya. Aku memeriksa DNA-ku dengan dia untuk memastikan, tapi ternyata Kak Katherine adalah ibu yang menelantarkanku saat bayi. Dia ibu kandungku!”


“Lucy… bagaimana kamu bisa tahu?”


“Aku mencurigai tindakannya. Dia punya fotoku saat masih bayi. Tidak mungkin ayah tidak mengenalinya. Jadi aku pikir aku salah. Tapi dia mengalami kecelakaan di Perancis dan aku ingat bahwa operasi rekonstruksi wajah itu memberinya wajah baru. Aku menguji DNA kita untuk berjaga-jaga dan itulah hasil tesnya.”


“Ini pasti salah. Ini tidak masuk akal.”


“Ayah, tes DNA tidak mungkin salah. Ayah tidak mengenalinya karena wajanya tampak berbeda. Dia telah menipu ayah dan kita semua. Bagaimana bisa aku meninggalkan negara ini dengan orang seperti dia? Aku merinding saat mengetahui bahwa dia adalah ibu kandungku. Aku tidak akan pergi ke Perancis.”


“Sudah kuduga hal ini akan terjadi. Karena sudah begini, kita harus mengatakan yang sebenarnya.,” ucap Yuni.


Lucy tertegun.


“Apa maksud ibu? Mengatakan yang sebenarnya? Ibu tahu soal ini? Ayah juga tahu soal ini? Ayah tahu bahwa dia ibu kandungku? Kenapa hanya aku yang tidak tahu? teganya kalian melakukan ini padaku.”


“Karena kamu tidak akan pergi ke Perancis kalau tahu. kalau di sini, kamu akan kembali dengan Kylian,” jawab Harry.


“Kalian berbohong agar aku pergi ke Perancis? Kalian tetap ingin mengirimku pergi setelah mengetahui siapa wanita itu?”


“Lucy, ayah juga baru tahu kalau dia ibu kandungku. Awalnya ayah juga terkejut. Dia tetap wanita yang melahirkanmu. Jadi, pergilah dengannya ke Perancis,”


“Lucy…”


“Kurasa aku tidak akan pernah memaafkan ayah,”


Lucy juga tidak terima, dia sampai dipisahkan dengan Kylian dan harus pergi dengan ibu yang menelantarkannya, tanpa diberi tahu. Lucy sakit hati dan merasa dikhianati. Dia pun lari pergi dari rumah.


Harry bermaksud mengejar Lucy tetapi putrinya sudah pergi naik taksi. Lucy menangis sejadi-jadinya di dalam taksi.


Harry menelepon Katherine bahwa Lucy sudah tahu. Dia diam-diam melakukan tes DNA. Harry minta Katherine menahannya kalau Lucy datang.


Lucy memang langsung mendatangi Katherine.


"Apa kamu orang yang melahirkanku?”


“Lucy.”


“Apa kamu sungguh melahirkan aku?”


“Lucy… aku akan menjelaskan semuanya. Mari kita duduk.”


Katherine memintanya masuk duduk dahulu dan tenang. Dia pun meminta maaf.


Lucy menolak. “Anda tidak menyangkalnya.”


Lucy selama ini merasa telah dibodohi.


“Maafkan ibu…”


“Anda minta maaf? Untuk apa? Karena telah meninggalkanku setelah melahirkanku? Atau karena anda kembali dengan wajah baru dan menipuku?”


“Maafkan ibu. Sungguh,”


“Saat kelas satu SD, aku tahu ibu yang membesarkanku bukan ibu kandungku. Sejak saat itu, aku selalu merindukan anda seumur hidupku. Ayah tidak memberikan foto anda, tapi dalam imajinasiku, ibuku sangat cantik. Sekarang anda telah menghancurkan imajinasiku. Aku tidak pernah membayangkan ibuku ternyata orang mengerikan seperti anda,”

__ADS_1


“Maafkan ibu. Ibu sungguh minta maaf.”


“Anda sudah meninggalkanku lalu menipuku dan berusaha mengajkku ke Perancis bersama anda?”


“Maafkan ibu, Lucy. Ibu tahu semua ini sudah terlambat. Ibu ingin menebus kesalahan ibu.”


Katherine menjelaskan bahwa tujuannya mendekati Lucy dan mengajak ke Perancis untuk membayar kesalahannya.


“Aku hanya datang untuk menanyakan satu hal.”


Lucy lalu bertanya kenapa dahulu Katherine menelantarkan dirinya dan meninggalkan ayahnya. Dia berharap ibunya kandungnya punya jawaban yang ia bisa terima. Katherine berlutut mengaku bahwa dahulu ia masih sangat muda, dan merasa ambisinya terlalu besar.


“Maafkan ibu. Ini semua salah ibu. Ibu terlalu muda dan belum dewasa. Ibu hanya merasa terjebak dengan hidup seperti itu. Saat itu, ambisi ibu terlalu besar.”


Lucy terpukul. Alasan yang dikatakan ibunya membuatnya terpukul, hanya karena ambisi, dia harus menjadi anak yang ditelantarkan.


"Kenapa anda tidak berbohong saja dengan mengatakan ayahku kasar dan memukulimu sehingga anda terpaksa pergi?! Jawaban itu lebih baik untuk didengar daripada jawaban hanya karena ambisi anda yang besar. Ambisi anda lebih besar daripada rasa cinta anda terhadap anak anda sendiri rupanya. Aku tidak mengerti ibu macam apa anda ini. Hatiku saja hancur saat anak di dalam perutku yang bahkan belum sempat aku lihat, pergi meninggalkanku. Aku bahkan hampir tidak tahu bagaimana caranya melanjutkan hidup. Sedangkan anda… jangan pernah menunjukkan wajah anda di hadapanku lagi," Lucy pergi dari apartemen Katherine.


“Tidak, tunggu. Lucy! Lucy!”


Harry mencari Lucy ke Kediaman Kylian. Kylian yang baru datang agak heran. Lucy memang tidak menghubungi Kylian atau datang ke rumah sama sekali. Ia bertanya apa Abeo-nim sudah memberi tahu Lucy perihal Katherine. Harry memberi bahwa Lucy tahu sendiri, dia mengambil tes DNA. Lalu Lucy kabur. Harry minta dihubungi kalau putrinya kemari.


Lucy sendiri pergi ke pantai, dia menangis dan minum di pinggir pantai.


Kylian langsung mencari Lucy. Dia mendatangi tempat favorit Lucy dan tempat favorit mereka. Ia tak menemukannya. Dia rupanya memerintahkan tim lawyernya mencari lokasi ponsel Lucy. Pengacara mendapatkan lokasi Lucy dan mengirimkannya pada Kylian.


Kylian tiba di lokasi, dia melihat orang yang mengerubungi orang pingsan. Ternyata itu adalah Lucy yang tidak sadarkan diri. Lucy dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans.


Kylian terus mendampingi dan memegangi tangan Lucy di UGD, menungguinya yang masih belum sadar. Menurut dokter dia lelah karena goncangan mental. Untungnya dia cepat ditemukan dan tertolong.


Lucy sadar. Dan melihat Kylian yang ada di sampingnya memegangi tangannya. Kylian lega Lucy berhasil sadar.


“Kylian…”


“Kamu sudah bangun,”


“Kylian...”


"Kalau ada sesuatu, kenapa kamu tidak datang padaku?" tanya Kylian.


“Kylian, hatiku hancur...” Lucy menutup matanya dan menangis. Dia tidak bisa menahan kesedihannya di depan Kylian.


Kylian memeluknya dengan sangat erat. Hanya sebuah pelukanlah yang dibutuhkan Lucy saat ini.


“Aku ingin terus berada di sisimu,” ucap Lucy setelah sudah tenang. Kylian pun lega dan mengajak Lucy pulang ke rumahnya.


“Iya. Ikut aku. Kita pulang sekarang,”


Lucy akhirnya dirawat jalan di kediaman Kylian sesuai petunjuk dokter keluarga Kylian. Kylian lalu menelepon ayah Lucy dan mengatakan Lucy sudah ditemukan, dia sempat pingsan karena syok, dan sekarang dirawat di rumahnya.


“Kamu sudah menemukan Lucy? Dimana dia sekarang?”


“Dia di rumahku.”


“Di rumahmu? Terima kasih sudah menelepon. Aku akan datang ke sana dan menjemput Lucy.”


“Tidak. Lucy belum cukup sehat untuk bergerak. Dia sempat pingsan karena syok dan kelelahan. Dia harus beristirahat sekarang. Aku akan menelpon ayah lagi. Sampai jumpa. Aku tutup teleponnya,”


Harry ingin mengambil putrinya, tetapi Kylian mengatakan kondisi Lucy syok belum stabil, dia pun masih diinfus. Kylian ingin Lucy tetap dirawat di rumahnya dahulu.


Anak-anak senang melihat mama mereka kembali dan tidak jadi berangkat ke rumah sakit. Kylian pun semakin bahagia tentunya. Dia mengingatkan putra-putrinya untuk membiarkan Lucy beristirahat dan tidak mengganggunya dahulu meski dia tahu anak-anak ingin bermain dengan Lucy.


“Valerie, Ethan, Evan,”


“Mama?”


“Bukankah mama akan pergi ke Perancis hari ini?” tanya Valerie.


“Mama, mama kembali tinggal bersama kita, ‘kan?” tanya Evan.


“Mama memutuskan untuk tidak pergi ke Perancis. Mama akan menemani Valerie, Ethan, Evan,” jawab Lucy.


“Mama sedang kurang sehat sekarang. Biarkan mama beristirahat,” ucap Kylian.

__ADS_1


“OK.”


Bersambung...


__ADS_2