Menikahi Tuan Duda!

Menikahi Tuan Duda!
32


__ADS_3

Tidak berhenti sampai di sana, keesokan harinya, Selly mengumpulkan anak-anak dan memberitahu kalau cepat atu lambat, dia dan ayahnya akan menikah dan dia menjadi ibu mereka.


Anak-anak tentu kaget dan keberatan. Evan sampai menangis. Ethan protes keras dan tidak menerimanya.


“Tidak! Aku tidak mau tante menjadi mama aku!” seru Ethan.


“Memangnya tante yakin papa akan menikahi tante? Papa sangat mencintai mama! Dan dia sedang terpukul atas kehilangan adik Kacang! Tante ini tidak pengertian sekali!” tambah Valerie.


“Ini janji papa kalian atas perbuatannya. Tante tidak bisa berbuat apa-apa. Dan tante akan memulainya dari pertunangan terlebih dahulu, jadi kalian masih memiliki waktu untuk menyesuaikan diri.”


Anak-anak tetap tidak setuju dan bersedih.


Selly frustasi karena tidak mengira anak-anak menolak dengan keras. Nyonya Sandra menyarankan agar Selly meminta bantuan pada Lucy untuk membujuk anak-anak karena mereka hanya akan mendengar perkataan Lucy saja.


Selly pun bicara pada Lucy.


“Saya sudah membesarkan anak-anak lama, sejak mendiang istri Pimpinn sakit-sakitan bahkan saat Evan dahulu belum berumur 2 tahun. Saya lama-lama menyayangi mereka. Saya ingin meminta bantuan Lucy bicara pada anak-anak.” ucap Selly dengan tanpa malu dan air mata buaya.


“Saya akan coba bicara dengan anak-anak.” ucap Lucy.


Sore hari, Lucy mencari Ethan karena Ethan tak ada di rumah. Dia meninggalkan surat bahwa dia lebih baik pergi dari rumah daripada harus menerima Selly menjadi ibunya. Sekeluarga mencari keberadaan Ethan. Valerie dan Lucy mencari ke arah yang sama.


“Apa mungkin Ethan pergi ke karaoke?” kata Valerie menebak.


Ternyata benar Ethan sedang karaoke sendirian. Lucy dan Valerie pun tahu apa yang membuat Ethan karaoke sendirian. Tanpa basa-basi, Lucy dan Valerie pun bergabung. Mereka bernyanyi dan berteriak bersama melampiaskan perasaan sedih mereka.


Setelah itu, Lucy membawa mereka makan bersama di luar. Suasana kesedihan mewarnai meja mereka.


“Ma, apa papa benar akan menikah dengan tante Selly?” tanya Ethan.


“Tante Selly sedang mengandung anak papa, adik kalian. Jadi, papa harus menikah dengan tante Selly.” jawab Lucy.

__ADS_1


“Kalau aku tidak setuju, apakah aku adalah anak yang tidak berbakti?” tanya Valerie.


“Aku lebih memilih menjadi anak nakal, daripada menyetujuinya.” sela Ethan.


“Bagaimana menurut mama? Apa mama baik-baik saja kalau papa menikah dengan tante Selly?” tanya Valerie.


Lucy juga berpikir, jelas hatinya akan hancur melihat orang yang dia cintai akan menikah dengan orang lain. Namun dia akan pergi 3 bulan lagi. Mungkin Selly-lah yang bisa dia percaya untuk menitipkan anak-anak saat dia akan pergi.


“Papa dan Mama telah mengakhiri hubungan kita dengan baik. Begitu juga dengan perasaan mama. Mama tahu perasaan kalian yang sulit menerima tante Selly. Tetapi papa kalian adalah orang yang sangat bertanggung jawab. Dan ini masih pertunangan. Kalian masih ada waktu untuk menyesuaikan diri.” ucap Lucy.


Mereka bertiga akhirnya pulang ke rumah. Valerie dan Ethan akhirnya berkata pada ayahnya, kalau mereka mengizinkan ayahnya bertunangan dengan syarat pertunangan dilakukan setelah Lucy pergi ke Perancis.


“Pertunangan hanya boleh dilakukan setelah mama pergi ke Perancis. Karena papa dan tante Selly sudah menyakiti hati mama sekali, setidaknya kalian tidak menyakiti hati mama untuk yang kedua kalinya!” ucap Valerie.


“Dan kalian juga harus tahu kalau aku tidak menyukai hubungan kalian. Kita setuju karena mama yang membujuk kita.” tambah Ethan.


Kylian berbicara 4 mata dengan Lucy.


“Tidak masalah. Aku hanya melakukan tugasku sebagai guru anak-anak.” balas Lucy.


Kylian merasa sedih saat mendengar Lucy mengatakan hal itu. Baginya, jelas Lucy bukan sekedar guru saja bagi anak-anaknya. Lucy adalah ibu yang baik untuk anak-anaknya, sangat baik.


Dia bisa mengesampingkan perasaannya dan bersikap netral meskipun Kylian sudah menyakitinya, membuat hatinya hancur berkeping-keping dan kehilangan Kacang.


...****************...


Suatu malam, Harry ingin menengok Katherine dan membawakan makanan. Dia menelepon Katherine. Rupanya Katherine berada di pantai. Mendengar suara Katherine yang lemas, Harry menjadi khawatir dan dia pun pergi menyusul dengan taksi.


Harry menemukan Katherine menangis di pinggir pantai.


"Apa gunanya aku memaksakan diri menggapai sesuatu. Banyak orang yang tersakiti. Tuhan sepertinya sekarang menghukumku." ucap Katherine.

__ADS_1


“Tidak. Kamu orang yang baik. Kamu tidak menyakiti siapapun.” balas Harry.


Harry tentu tidak tahu kalau wanita di sampingnya sekarang adalah mantan istrinya yang sudah meninggalkannya dan Lucy sejak Lucy masih berusia beberapa bulan. Yang Harry tahu Katherine adalah orang yang baik, suka membantu dirinya dan Lucy.


Harry mengajak Katherine pulang. Katherine tiba-tiba memeluk Harry.


"Aku takut. Bagaimana kalau aku tidak bangun lagi setelah operasi. Aku tidak mau mati."


Harry balas memeluknya dan menenangkannya. “Tidak. Kamu tidak akan mati. Kamu akan baik-baik saja dan segera sembuh.”


Katherine tersadar. Dia melepas pelukannya dan berkali-kali meminta maaf pada Harry.


Katherine menjalani operasi pengangkatan kanker di perutnya. Harry izin pada istrinya kalau dia harus mendampingi temannya operasi. Temannya seorang diri dan tidak punya keluarga.


...****************...


Setelah pulang sekolah, Evan berkata ingin menonton film anak-anak. Lucy mengajaknya pergi menonton. Saat keduanya sampai di bioskop, mereka bertemu dengan Kylian, Ethan, dan Valerie yang sedang membeli tiket. Ini adalah rencana yang disiapkan anak-anak karena mereka sudah kangen dengan momen kebersamaan mereka.


Saat akan duduk pun, anak-anak mengambil tempat duduk terlebih dahulu dan mengaturnya sehingga mama dan papanya bisa duduk bersebelahan. Meski tampak canggung, sebenarnya mereka masih saling mencintai. Dan anak-anak tahu akan hal itu.


Setelah nonton film, Kylian mengantar Lucy dan anak-anak kembali ke rumah. Namun Lucy minta diturunkan di halte terdekat karena dia ingin pergi ke tempat kursus bahasa Perancis. Lucy awalnya tidak ingin naik ke mobil. Tetapi Kylian beralasan ingin membicarakan mengenai pendidikan anak-anak. Alih-alih membicarakan pendidikan anak-anak, Kylian malah diam seribu bahasa selama di jalan sampai akhirnya Kylian mengantar ke tempat kursusnya langsung.


“Belajar yang benar, ya, mama.” ucap Evan.


“Nanti ajarkan ke kita juga, ya, ma.” tambah Ethan.


“Sampai jumpa di rumah, ma.” kata Valerie.


Lucy turun dari mobilnya. Dari dalam mobil, Kylian masih memperhatikan Lucy berjalan masuk. Dia melihat Lucy disapa oleh seorang pria yang ternyata adalah sahabatnya sendiri, Jeremy.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2