Menikahi Tuan Duda!

Menikahi Tuan Duda!
6


__ADS_3

“Apakah mungkin Pimpinan bisa melupakannya?” tanya Bi Yola.


“Nyonya, apa mau aku buatkan teh?” sahut Selly.


...****************...


Tak lama, Lucy turun melapor pada Kylian bahwa Valerie menghilang dan ponselnya ditinggalkan begitu saja di meja kamar. Kylian dan Lucy keluar dan berpencar mencari Valerie. Lucy mencari ke minimarket, toko, sampai ke tempat karaoke terdekat. Kylian pun yang berkeliling tak melihat jejak putrinya. Saat keduanya bertemu setelah mencari Valerie, Lucy bertanya pada Kylian, apa tahu nomor telepon teman-teman Valerie. Kylian tak tahu.


“Apa bapak tahu nomor telepon teman-temannya?”


“Tidak. Saya tidak tahu.”


"Satupun? Bagaimana kalau tempat-tempat yang sering dikunjungi Valerie? Dia biasa menghabiskan waktu dimana?"


Kylian juga tak tahu. Lucy pun kesal.


"Kalau begitu apa yang bapak tahu tentang putrimu? Apa bapak bisa menyebut dirimu ayahnya?"


Dengan emosi Lucy berkata bahwa anak-anak juga punya penderitaannya sendiri sejak ditinggal ibu mereka. Dan mengkritiknya.


"Pak, anak-anak juga bisa sakit hati. Bapak orang dewasa namun mereka hanyalah anak-anak yang telah kehilangan ibunya. Apa tugas seorang ayah hanya menerima laporan? Apa bapak tahu Evan setiap malam hari karena merindukan ibunya? Bagaimana dengan Valerie? Apa bapak tahu berapa lebam dan luka yang ada di tubuh Valerie?"


"Lebam? Lebam apa!?"


Lucy merasa keceplosan, dia padahal sudah berjanji pada Valerie untuk tidak memberitahu ayahnya.


"Lucy, cepat jawab pertanyaanku!"


"Saya sudah berjanji pada Valerie... Saya tidak bisa memberitahu bapak."


"Lucy, beritahu saya sekarang!"


Tiba-tiba Valerie tampak. "Valerie?"


Kylian menghampiri putrinya. Dia menyingsingkan lengan baju Valerie dan benar saja apa yang dikatakan Lucy. Terdapat lebam-lebam besar. Kylian emosi.


"Apa-apaan ini!? Jelaskan pada papa. Siapa yang melakukan ini padamu?!"


"Teman-teman menindas dan membully aku. Seragamku robek dan penuh tanah. Tapi tidak ada orang rumah yang menyadarinya. Kecuali kak Lucy. Dia menyelamatkan aku."


Akhirnya Valerie mengaku dia ditindas dan dibully temen-teman sekolah.


"Kenapa kamu tak bilang pada Papa?"

__ADS_1


Kylian segera memeluknya.


"Papa..." Valerie pun menangis di pelukan ayahnya.


Kylian lalu bicara perlahan pada Valerie.


"Maafkan papa. Seharusnya papa lebih memperhatikan kamu. Valerie, papa menyingkirkan barang-barang mama, supaya mama bisa tenang di alam sana dan tidak mencemaskan kita lagi." Kylian minta maaf karena tak mengatakannya terlebih dahulu.


Malam itu di rumah, Kylian berbicara pada anak-anaknya. untuk tidak bersedih lagi dan berdoa untuk ibu mereka.


“Bilang sama mama kalau kalian baik-baik saja. Supaya mama bisa tenang di alam sana.”


Ketiga anak Kylian mengenang ibu mereka dan menitikkan air mata. Suasana di kediaman menjadi penuh haru.


Tidak lama, anak-anak pun mengantuk dan tertidur nyenyak di kamar mereka masing-masing. Setelah menemani Evan sampai tertidur, Lucy keluar dari kamar Evan. Terlihat Kylian menghampirinya.


“Evan sudah tidur?” tanya Kylian.


“Sudah. Dia terlihat sangat nyenyak.” jawab Lucy.


“Syukurlah. Ada yang ingin saya bicarakan. Ikut saya.” Kylian berjalan menuju ruang kerjanya dan diikuti oleh Lucy dari belakang. Rasa tegang menyelimuti Lucy. Dia berfirasat akan dimarahi majikannya itu karena sikapnya semalam dan mengkritik Kylian atas hilangnya Valerie. Di dalam hatinya terus berdoa bahwa Kylian tidak sampai memecatnya.


“Duduk.” ucap Kylian yang menyuruh Lucy duduk di sofa dalam ruang kerjanya. Sementara Kylian mengambil sesuatu di atas mejanya barulah dia bergabung dengan Lucy.


“Saya sudah memutuskan apa yang harus saya lakukan. Dan keputusan itu adalah.. saya akan menikahi kamu.” ucap Kylian.


“Apa!?” Lucy terkejut.


“Tentunya saya sudah memikirkan dengan matang-matang. Dan saya rasa tidak ada hal yang terbaik daripada ini.”


“Pak, bahkan hari peringatan mendiang istri bapak yang kedua belum berganti dan bapak ingin menikah? Dengan saya!?”


“Kita bisa mencari hari lain kalau begitu.”


“Saya tidak senang mendengar keputusan saya ditentang. Di sini, berisikan hal-hal yang perlu kamu ketahui. Silakan kamu baca terlebih dahulu.” Kylian menunjuk dokumen yang dia bawa tadi.


Pihak A\=Kylian Hugo Spencer


Pihak B\=Lucy Harry Steward


1. Pihak A akan bertanggungjawab seluruhnya atas anak yang dikandung Pihak B dalam semua aspek termasuk finansial hingga anak tersebut menjadi dewasa dan mandiri.


2. Pihak A bersama-sama dengan Pihak B akan membesarkan anak yang dikandung Pihak B dan memperlakukan sama seperti anak-anaknya yang lain.

__ADS_1


3. Pihak B mau dan bersedia tinggal bersama Pihak A baik sebagai guru privat maupun istri Pihak A dan tidak diperkenankan tinggal di tempat lain selain dari kediaman Pihak A.


4. Pihak B mau dan bersedia tidak memberitahu siapapun dan menunggu hingga batas waktu yang tidak dapat ditentukan sampai Pihak A siap memberitahu anak-anak atas pernikahan Pihak A dan B.


5. Pihak B mau dan bersedia memahami situasi, kondisi, status pihak A yang merupakan seorang duda dengan 3(tiga) anak.


6. Pihak B tidak diperbolehkan menjalani pekerjaan lain selain sebagai guru privat bagi anak-anak Pihak A.


7. Pihak B mau dan BERJANJI untuk menjaga anak yang sedang dikandung dengan sebaik-baiknya sampai dia lahir.


8. Pihak B mau dan bersedia melaporkan kemana Pihak B akan pergi ke Pihak A.


9. Pihak B mau dan bersedia melahirkan anak yang sedang dikandung dalam status pernikahan. Perceraian tidak boleh terjadi sebelum anak yang dikandung Pihak B lahir.


10. Pihak B akan mendapatkan tunjangan sebesar $100.000 setiap bulannya setelah perceraian terjadi, namun jika perceraian terjadi sebelum anak yang dikandung lahir, Pihak B wajib membayar denda sebesar $1.000.000 dan harus dibayarkan dalam 1(satu) hari setelah perceraian terjadi.


11. Pernikahan HANYA akan berakhir saat Pihak B mengajukan surat yang terlampir di setelah surat ini.


12. Pihak A berhak mengubah isi perjanjian tanpa persetujuan dari Pihak B.


^^^Disetujui,^^^


^^^Pihak A\=Kylian Hugo Spencer^^^


^^^Pihak B\=Lucia Harry Steward^^^


Lucy membalik ke halaman berikutnya yang ternyata adalah surat gugatan perceraian yang telah disiapkan Kylian.


Melihat Lucy sudah selesai membaca, Kylian memberikan sebuah bolpoin yang diperlukan Lucy untuk menandatangani perjanjian tersebut. Lucy pun tidak memiliki pilihan selain menandatangi perjanjiannya. Dia sudah cukup terkejut melihat tunjangan yang akan dia dapatkan karena dia tidak pernah mendapatkan uang sebanyak itu meski sudah bekerja keras.


“Oh, ya. Satu hal lagi. Saya perlu bertemu dengan orangtuamu.” ucap Kylian.


Lucy terkejut ditandai dengan bola matanya yang membesar. Kylian tidak boleh bertemu dengan orangtuanya, karena jika itu terjadi maka terbongkar sudah kalau Lucy dan Harry sama-sama bekerja di kediaman Kylian.


“Tidak. Tidak perlu. Orang tua saya tinggal jauh dari sini.”


“Dimana itu? Saya bisa menjangkaunya.”


“Tidak. Mereka sangat sibuk. Kita bisa tetap melanjutkannya tanpa perlu bertemu dengan orang tua saya, 'kan?”


“Baiklah. Saya anggap kamu belum siap memberitahu orang tuamu seperti saya yang belum siap memberitahu anak-anak saya.”


“Kalau begitu, saya permisi.” Lucy keluar dari ruang kerja Kylian.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2