Menikahi Tuan Duda!

Menikahi Tuan Duda!
39


__ADS_3

Lucy kembali ke kediaman Kylian dan bekerja. Dia mengatakan tangannya sudah tidak sakit dan terlihat keceriaannya sudah kembali. Anak-anak pun senang dengan kembalinya Lucy ke rumah. Seperti biasa, Lucy mengantar Evan pergi ke sekolah setiap pagi.


Pulang dari sekolah Evan, Lucy melewati apartemen Katherine. Dia pun ingin membelikan sesuatu untuk Katherine. Lucy yang sedang berada di dekat apartemen Katherine, menelepon ingin bertemu dengan Katherine. Di telepon, Katherine terpaksa berbohong sambil menahan tangis. Karena Harry baru saja memperingatinya untuk tidak boleh menemui Lucy lagi.


“Ada apa, Lucy? Kakak sedang berada di luar kota selama beberapa hari. Katakan saja lewat telepon.” ucap Katherine berbohong.


“Oh, tidak. Aku hanya ingin membawakan makanan.” Lucy merasa Katherine sengaja menolak bertemu dengannya mungkin karena dia yang telah membatalkan pergi ke Perancis sehingga membuat Katherine kecewa padanya.


Begitu Lucy menutup telepon, Katherine lari ke bawah karena ingin melihat Lucy dari kejauhan. Lagi-lagi, Katherine hanya bisa menangis. Dia tidak diperkenankan untuk bertemu dengan putrinya sendiri sebagai buah dari perbuatannya yang telah pergi meninggalkan Lucy ketika masih berusia beberapa bulan.


Lucy akhirnya kembali ke rumah ayahnya. Dalam perjalanannya, tiba-tiba dia bertemu dengan bibi tetangga lamanya dahulu. Bibi itu merasa pangling melihat Lucy yang kini sudah besar dan berkata Lucy mirip ibu kandungnya dahulu.


“Ibu kandungku? Bibi tahu ibu kandungku?” tanya Lucy.


“Tahu, dong. Kamu masih suka bertemu ibu kandungmu? Ibu kandungmu dulu pernah datang sekali dari Perancis untuk menengokmu waktu kamu masih kecil. Hmm, mungkin saat umurmu masih 5 tahun. Tapi karena dari Perancis, dia tidak bisa sering-sering datang ke sini.”


“Ibu kandungku masih hidup? Dan dia ada di Perancis?”


Lucy tentu saja heran. Selama ini ayahnya selalu mengatakan kalau ibu kandungnya sudah tiada. Namun bibi tetangga mereka mengatakan kalau ibu kandungnya masih hidup.


Tiba-tiba bibi itu merasa mungkin dia mengatakan yang tidak boleh dikatakan. “Ah, apa aku salah orang, ya? Sepertinya aku salah orang karena diriku yang sudah tua ini. Kamu sebaiknya tidak usah memikirkan ucapanku.” ucap bibi itu lalu pergi.


Sesampainya di rumah, Lucy langsung bertanya pada ayahnya dengan emosi.


“Aku mendengar ibu kandungku masih hidup. Mengapa ayah berbohong padaku?!”


Karena dia bertemu tetangga mereka dahulu yang mengatakan kalau pada saat dia berumur 5 tahun, ibunya dari Perancis datang mencarinya. Tentu saja Harry tidak mau memberi tahu, dan mengatakan bibi itu ngawur. Lagi-lagi dia mengatakan kalau ibunya sudah meninggal.


“Teganya ayah melakukan ini padaku. Ayah tidak hanya mengkhianati ibu dengan berselingkuh darinya, tapi ayah juga mencegahku menemuinya.”


”Lucy, dengarkan ayah dulu.”

__ADS_1


“Sudahlah. Sekarang katakan apa ibu masih hidup?”


“Tentu saja tidak. Dia sudah meninggal.”


“Kenapa ayah membohongiku? Apa ayah begitu membencinya?”


“Ya! Ayah sangat membencinya. Jadi anggap saja dia sudah meninggal! Tidak. Dia sudah meninggal bagi ayah!”


“Ayah, kumohon… tetangga lama kita memberitahu kalau dia datang mencariku saat aku berusia lima tahun. Kenapa aku harus menganggap dia sudah meninggal padahal belum?”


“Sudah berapa kali ayah katakan padamu, dia sudah meninggal. Kamu lebih memercayai orang asing daripada ayahmu sendiri?”


“Baiklah, baiklah. Setidaknya katakan namanya saja. Berapa usianya? Dia lahir dan besar dimana?”


“Ayah tidak tahu. Ayah sudah melupakan semuanya tentang dia.”


“Ayah, kenapa ayah bersikap seperti ini? Kata ayah ibu sudah meninggal tapi kenapa ayah bahkan tidak memberitahuku namanya saja?”


“Ibumu sudah meninggal. Anggap saja dia meninggal! Dia sudah tidak ada!”


Lucy lalu pergi karena sakit hati pada ayahnya. Lucy semakin galau dan putus asa. Lucy menemui Katherine saat mengingat perkataan bibi tetangganya yang mengatakan kalau ibunya pergi ke Perancis. Dia langsung pergi ke apartemen Katherine. Di depan apartemennya, dia melihat Katherine yang baru saja turun dari mobilnya. Segera dia menghampiri Katherine.


“Kak Katherine, apa kita bisa bicara sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan.”


Mereka berdua akhirnya pergi ke salah satu kafe yang tidak jauh dari sana. Lucy menyadari Katherine yang terus memakai kacamata hitamnya.


“Kak, ada apa dengan wajah kakak?”


“Oh, aku hanya kurang tidur jadi ada lingkaran hitam di bawah mataku dan membuatku tidak percaya diri. Katanya ada hal yang ingin kamu bicarakan padaku, apa itu?”


“Kak Katherine, maaf mengganggu selarut ini.” Lucy memegang tangan Katherine.

__ADS_1


“Tapi aku tidak punya siapa-siapa lagi. Masalahnya, ibu kandungku masih hidup.” ucapnya kemudian.


“Hah?!”


“Selama ini, aku pikir ibu kandungku sudah meninggal. Namun ternyata dia ada di Perancis. Aku ingin menemukan ibu kandungku. Tapi aku tidak mengenal siapapun di Perancis. Jadi, aku kemari untuk menemuimu karena sudah putus asa. Apakah kakak memiliki kenalan di Perancis? Ibuku ternyata masih hidup tetapi ayah tidak mau memberitahuku informasi sedikit pun. Apakah di sana bisa membantu mencarikan keluarga yang hilang?”


Tentu saja Katherine terkejut mendengar putrinya ingin mencarinya.


“Aku sangat ingin bertemu dengan ibuku. Ibuku pasti sangat hancur karena ayah selingkuh dengan ibu tiriku. Aku membenci ayah. Aku ingin memutuskan hubungan keluarga di antara kita.”


Katherine langsung berkata “Maaf, Lucy. Kakak tidak punya kenalan di Perancis. Kakak ada urusan lain dengan rekan kakak. Kakak pergi duluan, ya.” Dia mencari alasan untuk pergi.


Setelah keluar dari cafe, Katherine menatap Lucy dari luar. “Kenapa kamu mencariku padahal aku tidak pantas menjadi ibumu?”


Katherine lantas menelepon Harry.


“Harry, bisa bicara sebentar? Lucy datang menemuiku. Dia ingin mencari ibunya yang di Perancis.”


Harry terkejut.


“Apa? Lalu, apa yang kamu katakan pada Lucy?”


“Aku tidak mengatakan apapun. Dia meminta bantuanku untuk mencarinya. Namun aku mengatakan aku tidak bisa membantunya. Tidak ada yang tahu kalau aku Sapphira. Hanya Kylian yang mengetahuinya. Tidak mungkin Lucy bisa menemukanku. Jadi, jangan khawatir, Harry.”


“Ya.”


“Namun, kamu harus memberitahu Lucy yang sebenarnya. Aku yang meninggalkan dia. Aku yang salah. Kenapa kamu membiarkan Lucy membencimu? Aku di sini yang salah.”


“Jadi, maksudmu Lucy nanti harus terluka hatinya karena tahu ibunya menelantarkannya? Apa kamu sungguh tidak tahu kenapa aku sangat merahasiakannya selama ini dari Lucy? Karena aku tidak ingin hatinya hancur saat tahu ibunya sendiri menelantarkan dia di saat dia masih membutuhkan ASI.”


“Aku salah. Aku sangat bersalah. Maafkan aku. Maafkan aku.”

__ADS_1


“Kalau kamu sadar akan kesalahanmu, lebih baik kamu segera kembali ke Perancis dan menjauhi Lucy. Lebih baik Lucy selamanya tidak mengetahui kalau ibu kandungnya sendiri telah menelantarkan dia sebelum genap berusia 100 hari.”


Bersambung...


__ADS_2