Menikahi Tuan Duda!

Menikahi Tuan Duda!
30


__ADS_3

Kylian bergegas membawa Lucy ke rumah sakit. Lucy masih sadar ketika didorong diatas ranjang rumah sakit. Leher Lucy diberi penyangga. Kylian meminta pada dokter agar dokter menyelamatkan Lucy. Dokter meminta Kylian untuk tenang. Dia juga bertanya apa Lucy istri Kylian? Kylian membenarkan.


“Tolong dokter, anakku jangan sampai terluka. Selamatkan anakku dulu dan jangan pedulikan aku.” ucap Lucy sebelum matanya terpejam dan kesadarannya hilang.


Setelah itu Lucy tidak sadarkan diri. Kylian panik sementara dokter dan perawat terpaksa harus menarik Kylian menjauh dari Lucy, karena kondisi Lucy harus diperiksa lebih lanjut.


Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mendatangi Kylian.


“Bagaimana keadaan istri saya, dok!?”


“Organ di dalam perut istri bapak pecah sehingga operasi harus dilakukan. Namun karena istri bapak harus dibius maka janin istri bapak tidak bisa diselamatkan. Terlebih karena usia kehamilan Lucy masih sangat muda.”


Kylian terdiam.


“Tapi jika istri bapak tidak di operasi maka akan berbahaya bagi istri bapak.”


Kylian diharuskan untuk menyelamatkan satu nyawa saja. Dan sepertinya Kylian harus menyerah untuk mempertahankan bayi itu. Kylian tahu dia tidak punya pilihan lain, dia memilih Lucy tetap harus diselamatkan.


Saat operasi berlangsung, anak-anak datang bersama Katherine dan Hana. Mereka menanyakan kondisi Lucy.


“Adik Kacang... Sudah tidak ada..” ucap Kylian lalu memeluk ketiga anaknya. Tanpa disadari, air mata Kylian pun terjatuh. Anak-anak pun menangis di pelukan ayahnya.


“Adik...”


Tidak lama, ayah Lucy pun datang bersama istri dan anak tirinya. Katherine telah menceritakan apa yang terjadi mulai dari Kylian dan Lucy yang diam-diam menikah 3 bulan yang lalu, sampai yang terbaru yaitu Selly mengandung anak Kylian hingga menyebabkan Lucy pergi meninggalkan rumah. Katherine dan Harry sering bertemu karena Harry bekerja menjadi satpam di apartemen Katherine. Dia pun langsung menghajar Kylian di depan anak-anaknya.


“Apa yang telah kamu lakukan pada putriku!? Apa karena kamu kaya kamu bisa berbuat semena-mena pada putriku!?” Harry kesal. Dia hendak menghajar Kylian lagi namun segera ditahan oleh Katherine dan Hana melindungi Kylian.


Anak-anak pun syok melihat ayahnya dipukuli.


Kylian pun berlutut di hadapan Harry. Dia memang sudah merasa bersalah sebelum Harry datang menghajarnya.


“Papa dan mama itu saling mencintai! Kakek tidak boleh memukuli papa!” seru Ethan.


“Kamu tenang dulu. Tidak ada yang mau hal ini terjadi. Lebih baik kita doakan supaya operasi Lucy berjalan lancar.” ucap Katherine.


Katherine membawa Harry, Yuni istrinya dan Lucio anaknya menjauh dari Kylian. Katherine mengutarakan niatnya untuk membawa Lucy bersamanya ke Perancis untuk masa depan Lucy sendiri. Dia juga mengatakan kalau Lucy sudah setuju.

__ADS_1


“Lucy bahkan ingin mengikuti kursus bahasa Perancis.” ucap Katherine.


“Itu ide yang bagus. Lucy bisa memulai hidupnya dengan lebih baik lagi di Perancis. Dan penghasilannya pasti berkali-kali lipat lebih banyak.” sahut Yuni.


“Terima kasih, Katherine. Terima kasih karena sudah baik dengan Lucy.” ucap Harry.


Operasi berjalan lancar. Lucy tersadar dari pengaruh bius dan ada Kylian yang menungguinya di samping. Sementara anak-anak kembali pulang bersama Hana. Kylian yang sudah melihat Lucy membuka mata bertanya apa Lucy baik-baik saja. Namun hal yang pertama Lucy tanyakan adalah Kacang.


“Anak kita tidak apa-apa kan, Kylian?”


Kylian tidak mampu menjawab.


“Kenapa kau diam saja?”


Kylian tidak tahu harus menjawab apa. Dia menguatkan dirinya. “Kacang sudah tidak ada disini lagi.”


Lucy menggeleng tidak percaya. “Tidak mungkin.”


“Kacang sudah pergi. Aku..aku yang membuatnya pergi.” kata Kylian.


“Bagaimana aku bisa hidup setelah membiarkan Kacang pergi?”


Lucy menangis sambil memegang jas Kylian. Dia menginginkan Kacang kembali. Kylian tak kuasa melihat Lucy bersedih sehingga dia langsung memeluk Lucy. Dia berharap Lucy bisa tenang. Tapi Lucy terus menangis sambil meminta agar Kacangnya dikembalikan.


Harry dan yang lainnya pun masuk.


“Ayah...”


“Kenapa kamu tidak memberitahu ayah...?”


“ Ayah, Kylian tadi mengatakan hal yang aneh. Masa Kylian berkata kalau Kacang sudah pergi...”


Sementara Lucy masih saja menangis, sampai dia merasa lemas. Ayahnya hanya bisa menenangkan hingga Lucy tertidur.


Katherine mengajak Kylian keluar. Dia juga menenangkan dan menguatkan Kylian.


“Lucy sudah setuju ingin ikut kakak saat kembali ke Perancis nanti.”

__ADS_1


“Lucy mau pergi ke Perancis?”


“Iya. Dulu dia menolaknya karena masih ingin bersama anak-anak. Dia juga akan mengikuti kursus bahasa Perancis.”


Kylian terdiam.


“Lucy kn masih muda, masih 27 tahun. Dia masih punya kesempatan untuk berkembang dan melihat dunia." tambah Katherine. 


Kylian kembali menemani Lucy. Dia menatap Lucy yang terpejam dan membelai pipi Lucy. Dia juga menggenggam tangan Lucy. Lucy terbangun dari tidurnya. Kylian menangis dan mengucapkan maaf pada Lucy. Dia menyesal karena menyebabkan semua ini terjadi.


“Apa kamu yakin bayi yang dikandung Selly bukan anakmu?” tanya Lucy.


Kylian menggeleng. “Aku tidak tahu. Apa yang dia katakan seperti masuk akal. Aku memang tidak ingat malam itu. Yang aku ingat aku hanya tidur.”


“Tidak mungkin kamu minum hingga mabuk di saat paginya kamu ada rapat penting. Hanya orang gila yang akan melakukan itu.”


Lucy kemudian memberanikan diri bertanya pada Kylian.


“Bagaimana menurutmu…jika aku memintamu melupakan segalanya dan memulai lagi? Memang singkat…tapi bisakah kita bersama seperti dulu lagi?”


Kylian terdiam. Dia sangat ingin menjawab iya, tapi itu hanya di hatinya saja. Seperti yang Katherine bilang, masa depan Lucy akan lebih baik jika pergi ke Perancis dibanding bersamanya.


“Maaf..” Kylian berharap dengan perkataan maafnya bisa menjawab pertanyaan Lucy tadi. Dia tahu Lucy pasti mengerti. Lucy mengangguk, dia mengerti arti dari kata maaf Kylian.


Beberapa hari setelah menjalani proses pemulihan di rumah sakit, Lucy diperbolehkan pulang. Lucy pulang bersama Kylian yang saat itu dia ingin bertemu dengan anak-anak untuk yang terakhir kalinya.


Di ruangan Kylian, mereka berdua berbicara 4 mata. Lucy lalu menyodorkan surat cerai mereka dan berkata seharusnya dari awal saja dia menyetujui perceraian ini disaat Kylian benar-benar menginginkannya.


“Semua ini adalah salahku.” ucap Kylian.


“Tidak, ini bukan salah siapa-siapa. Kita hanya tidak tahu kalau kita sudah salah sejak awal.”


Kemudian Lucy melepas cincin nikahnya dan mengembalikan itu pada Kylian. Kini, sudah tidak ada hubungan apapun diantara mereka. Lucy kembali ke kamarnya untuk mengemas barang-barangnya yang tersisa. Dia melihat ranjang Kacang di samping ranjang Kylian. Lucy pun berlutut dan menangis dengan memegang kuat sisi ranjang bayi yang disiapkan untuk Kacang. Dalam isaknya Lucy meminta maaf pada Kacang.


Kylian mengintip dari sela pintu kamar yang terbuka sedikit. Dia lalu menutup pintu kamar dengan rapat karena juga tidak mampu menyaksikan Lucy yang menangis. Hatinya terasa sakit.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2