Menikahi Tuan Duda!

Menikahi Tuan Duda!
34


__ADS_3

Ternyata, Ethan yang berniat turun ke bawah untuk mengambil minum, malah melihat Lucy dan Kylian yang sedang berpelukan saat Kylian pulang dengan kondisi yang mabuk malam itu. Ethan dapat mengetahui bahwa papa dan mamanya masih saling mencintai.


Keesokan harinya, segeralah dia ceritakan kepada Valerie dan Evan. Jelas mereka sangat senang dan merupakan sinyal positif bagi mereka. Anak-anak pun berencana ingin berkumpul bersama lagi bahagia seperti dulu dan karena melihat papa mamanya masih saling mencintai, mereka berniat menyatukan papa dan mamanya kembali.


Mereka akhirnya menemukan sebuah ide untuk mempersatukan papa dan mamanya. Rencananya, mereka akan meminta bermain ice skating lagi bersama ayahnya, di dekat lokasi villa mereka. Lalu mereka akan mengajak ayahnya saja. Dan sesampainya di sana, mereka akan membuat Lucy mau tidak mau juga pergi ke sana dengan Valerie berpura-pura meninggalkan ponselnya dan meminta Lucy datang mengantarkannya.


Rencana mereka pun dimulai. Ketiga anak bersama-sama mendatangi ayahnya dan merengek ingin bermain ice skating.


“Tapi bukannya kita belum lama ini sudah bermain ice skating? Sampai kalian tertawa lepas?” kata Kylian heran.


“Karena itu sangat menyenangkan, pa!! Maka itu kita ingin lagi!” ucap Ethan.


“Ayolah, pa! Hanya kita saja yang pergi.”


“Iya, pa, ayo! Sekali lagi saja!”


“Pleaseeee, pa!”


“Ayolah, pa!”


Kylian akhirnya menyetujui ajakan anak-anak kesayangannya.


Anak-anak dan Kylian siap-siap berangkat. Selly melihat mereka dan mengajukan diri ingin ikut. Alasannya karena ingin dekat anak-anak.


“Pimpinan, anda dan anak-anak mau pergi bersama, ya? Kemana?"


“Kita akan bermain ice skating di dekat vila.”


“Apa akan menginap? Berapa lama?”


“Kita akan menginap dua malam.”

__ADS_1


“Wah, serunya. Apa saya boleh ikut membantu menjaga anak-anak? Saya juga ingin dekat dengan anak-anak karena kita akan menikah dan menjadi ibunya anak-anak.”


“Kurasa anak-anak saat ini masih tidak nyaman denganmu. Lagi pula mereka hanya mengajak saya. Mereka tidak ingin ada orang lain.” Kylian tak mengizinkannya dengan berbagai alasan.


“Bagaimana dengan Lucy? Apa anak-anak mengajak Lucy? dia ikut?”


“Sayangnya tidak.”


“Baiklah. Tidak apa-apa selama Lucy tidak ikut.” ucap Selly dalam hatinya.


“Kalau begitu, hati-hati, Pimpinan.”


Kylian dan anak-anak pun pergi ke villa. Sesampainya di villa, anak-anak melanjutkan rencana mereka. Ethan menghubungi menghubungi Lucy, dan meminta Lucy menyusul ke sana membawakan ponsel kakaknya Valerie yang tertinggal.


Kylian terkejut melihat Lucy yang tiba-tiba datang ke villa. Anak-anak menerangkan kalau Lucy datang untuk mengantar ponsel Valerie. Setelah memberikan ponsel Valerie, Lucy hendak segera pulang. Namun, Evan langsung memeluk tangan Lucy dan tidak mau melepaskannya untuk mencegah kepergian Lucy.


“Papa, aku akan merasa bersalah jika membiarkan mama langsung pulang. Pastinya mama juga belum makan malam,” kata Valerie.


“Mama pasti lelah karena bolak-balik.” tambah Evan.


Anak-anak merengek agar Lucy tetap bersama mereka di vila. Melihat anak-anaknya sebegitu tidak maunya membiarkan Lucy pulang, Kylian juga tidak bisa berbuat apa-apa. Dia membiarkan Lucy tetap di vila walaupun di dalam hatinya juga sejujurnya dia senang ada Lucy bersamanya di vila. Dia bisa merasakan keluarga yang utuh dan lengkap jika ada Lucy.


Anak-anak melanjutkan rencana yang merupakan sorot utama dari rencana mereka. Di malam hari, mereka pergi dan menghias gudang. Mereka akan membuat gudang itu seromantis mungkin dengan balon dan lilin, lalu mereka berniat mengunci ayah dan Lucy di sana. Mereka bertiga sibuk meniup balon.


Kylian mencari keberadaan anak-anaknya. Dia merasa kehilangan anak-anaknya. Karena sudah malam tapi mereka tidak ada di kamarnya. Dia lalu pergi ke kamar Lucy dan menanyakan keberadaan pada Lucy. Lucy sendiri mengira anak-anak bersama Kylian.


“Lho, bukannya anak-anak tidur di kamarmu?” kata Lucy.


“Iya, namun mereka bertiga di kamarku. Aku akan mencari mereka.” balas Kylian. Kylian dan Lucy berpisah mencari anak-anak.


Lucy lebih dulu menemukan api di gudang. Perasaannya menjadi tidak enak. Dia membuka gudang itu dan menemukan anak-anak di dalam menangis karena terjebak kebakaran.

__ADS_1


Tiba-tiba Kylian mendengar Lucy berteriak.


“Kebakaran!”


Anak-anak rupanya ceroboh saat menyalakan lilin-lilin di gudang. Ethan tidak sengaja menyenggol lilin hingga terjatuh dan menyebabkan kebakaran. Tanpa pikir panjang, Lucy langsung menerobos masuk ke gudang yang terbakar. Dia menggendong dulu Evan dan Ethan mengikutinya keluar. Lalu dia kembali masuk lagi untuk menyelamatkan Valerie. Api mulai membesar dan ada kayu yang runtuh, Lucy mendorong Valerie dan Valerie berhasil keluar.


Namun naasnya Lucy tertinggal di dalam. Dia berusaha keluar namun terus ada yang runtuh jatuh ke bawah.


Di luar, anak-anak berteriak menangis karena Lucy belum keluar. Kylian akhirnya datang dan melihat anak-anaknya selamat, dia lega dan memeluk anak-anak. Tetapi anak-anak masih menangis dan mengatakan bahwa Lucy tertinggal di dalam.


“Pa, mama masih di dalam, pa!” seru Valerie.


“Pa, bawa mama keluar, pa! Cepat, pa!” seru Ethan.


Kylian membuka mantelnya, mencelupkannya ke air, lalu memakainya lagi untuk menghindari panasnya kobaran api. Dia segera masuk ke dalam gudang. Kylian melihat Lucy di dalam yang sudah tidak sadarkan diri karena Lucy telah menghisap asap terlalu banyak. Segera Kylian menyelimutinya dengan mantelnya yang basah lalu menggendong membawanya keluar.


Lucy yang tidak sadarkan diri dibawa ke RS dekat villa. Kylian dan anak-anaknya sangat mengkhawatirkan Lucy. Anak-anak kembali ke villa dibawa bersama penjaga villa. Sementara Kylian masih menunggui Lucy di UGD. Tangan Lucy terluka dan harus dibalut perban tebal. Tetapi tidak lama kemudian Lucy sudah sadar.


Begitu sadar Lucy langsung menanyakan Valerie.


“Valerie tidak apa-apa. Semua anak kondisinya baik-baik saja. Kamu tidak perlu khawatir. Khawatirkan dirimu sendiri.” ucap Kylian.


Setelah diperbolehkan pulang, Kylian membawa Lucy beristirahat di villanya. Kylian membantu memapah tubuh Lucy hingga ke kamarnya dan menyelimuti Lucy. Kylian sungguh berterima kasih Lucy dengan penuh keberanian menyelamatkan anak-anaknya.


“Aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada anak-anakku jika kamu tidak datang dan menolong mereka. Terima kasih, Lucy.” ucap Kylian.


“Aku malah bersyukur mereka tidak apa-apa. Karena lukanya sangat sakit, aku bersyukur bukan mereka yang terluka dan mereka tidak merasakannya.” balas Lucy.


“Aku semakin merasa bersalah karena tidak becus menjaga anak-anak dan membiarkanmu terluka. Aku berjanji aku akan menjaga anak-anak dengan lebih baik lagi karena bagaimana pun juga kamu akan pergi 3 bulan lagi.” ucap Kylian.


Entah mengapa Lucy merasa sedih ketika mendengar perkataan yang diucapkan oleh Kylian. Padahal pergi ke Perancis dalam 3 bulan adalah keputusannya sendiri.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2