
“Pa, kata tante Selly mama sudah tidak lagi menjadi mama kita dan mama mau pergi. Apa itu benar, pa?” Evan datang dan bertanya pada Kylian.
“Itu tidak benar, ’kan, pa?” tambah Valerie
“Aku tidak mau tante Selly menggantikan mama!” tambah Ethan.
“Valerie, Ethan, Evan, hati mama sedang sakit. Dan mama akan pergi ke Perancis untuk menyembuhkan hatinya. Rasa sakitnya sama seperti yang kalian rasakan saat kehilangan mama kandung kalian dulu. Kalian sudah lebih dulu merasakannya.” ucap Kylian.
“Berapa lama, pa? Aku tidak bisa jauh dari mama.” ucap Evan.
“Iya, pa. Aku juga. Sampai kapan? Apakah butuh 2 tahun juga seperti kita?” tanya Valerie.
“Untuk itu...”
Lucy pun keluar dari kamar. “Mama tidak akan pergi sekarang. Kita masih bisa menghabiskan waktu bersama.” ucap Lucy.
“Hah? Beneran, ma?” tanya Valerie.
“Aku tidak ingin mama pergi.” ucap Evan.
“Aku juga. Aku hanya ingin mama yang menjadi mama kita.” tambah Ethan.
Ketiga anak itu pun langsung memeluk Lucy. Berat bagi mereka untuk berpisah dengan Lucy yang sudah mereka anggap sebagai ibu mereka.
Setelah mengantar Evan ke sekolah, Lucy mendatangi rumah Harry dan menceritakan semuanya. Meskipun Harry sudah mengetahui keseluruhan cerita dari Katherine, dia tetap mendengarkan untuk mengetahui cerita dari sisi Lucy. Atas keputusan Lucy yang akan pergi ke Perancis bersama Katherine, Harry menyetujuinya. Memang lebih baik jika Lucy meniti karirnya di Perancis dan membuka lembaran baru di sana.
“Keputusanmu sudah tepat, Lucy.”
“Tapi aku akan pergi 3 bulan lagi. Kontrak aku dalam percobaan menjadi guru asuh untuk anak-anak akan habis dalam 3 bulan.” ucap Lucy.
“Kamu masih belum siap meninggalkan anak-anak, ya?” tanya Harry.
__ADS_1
“Entah mengapa, aku bisa dengan mudahnya berpisah dengan Kylian tapi sulit dengan anak-anak..” jawab Lucy.
“Anak-anak pasti akan merasakan hal yang sama. Kamu bisa mempersiapkan dirimu dalam 3 bulan ini.” ucap Yuni.
Setelah dari rumah ayahnya, Lucy pergi bertemu dengan Katherine untuk membahas rencana mereka ke Perancis.
“Bagaimana keadaanmu? Kamu sudah membaik?” tanya Katherine.
“Aku sudah jauh membaik. Terima kasih sudah bertanya, kak.” jawab Lucy.
Katherine merasa tenang bahwa putrinya sudah membaik.
“Kak, apakah aku boleh pergi ke Perancis-nya 3 bulan lagi? Kontrakku sebagai guru asuh anak-anak baru akan habis 3 bulan lagi.” ucap Lucy.
Katherine mengangguk. “Tidak apa-apa. Oh, ya. Ini tempat kursus bahasa Perancis yang bagus kata orang-orang. Nanti di sana akan ada yang kenalan kakak yang mengikuti kursus karena akan ikut ke Perancis juga.” ucap Katherine.
“Baik, kak. Terima kasih, ya.”
Katherine menemui Kylian untuk memberitahu bahwa dia akan membawa Lucy ke Perancis. Dia merasa hubungan Kylian dengan Lucy yang masih gadis muda itu bukan hal baik. Mereka nanti akan diserang kritik. Hal ini juga atas persetujuan Harry.
“Aku dan Lucy.. kita sekarang tidak memiliki hubungan apapun.” ucap Kylian.
Begitu Kylian berkata dia telah berpisah dengan Lucy, Katherine sangat lega dan bersyukur Kylian mengambil tindakan tepat.
“Aku berpisah dengan Lucy mengapa Kakak bersyukur? Apa kakak tak tahu bagaimana sengsaranya orang patah hati itu? Aku selama ini hanya mencoba memahami diriku sebagai seorang ayah yang memiliki anak perempuan juga.” Kylian jengkel.
Kylian begitu kecewa pada Katherine yang tak ada di pihaknya dan terus menentang hubungan mereka hingga akhir.
“Ini untuk kebaikanmu juga.” Katherine mencari-cari alasan.
“Jangan bicara hal untuk kebaikanku lagi!”
__ADS_1
Namun Katherine mulai serakah, setelah bisa dekat dengan putrinya, dia juga ingin dekat dengan Harry. Memimpikan mereka bertiga bisa berkumpul di Perancis. Katherine mulai mendekati Harry, dia meminta bantuan jasa Harry sebagai supir untuk mengantarnya bekerja ke luar kota. Di Rest Area, Katherine muntah-muntah. Harry prihatin dengan keadaannya, dia ingat saat dia menjemput Katherine yang pertama kali tiba, Katherine juga sakit muntah-muntah. Wajah Katherine juga pucat.
Harry segera membawa Katherine ke UGD. Katherine harus menginap karena akan menjalani berbagai tes. Keesokan harinya, Harry kembali menjenguk Katherine. Dokter memberi tahu hasil pemeriksaan dan mengatakan Katherine menderita kanker pankreas stadium 3.
Katherine mengajak Lucy bertemu. Dia membuatkan makanan rumahan untuk putrinya. Katherine meminta izin memeluk Guru Park. Ia pun lalu memeluk putrinya sambil menangis. Ia terus mengucap maaf dalam hati. Dia merasa sekarang telah mendapatkan karmanya karena telah meninggalkan Lucy. Lucy tidak tahu ada apa dengan Direktur Anna.
Setelah kesempatan itu, Katherine menemui pengacara. Dia ingin hendak membuat surat wasiat dengan memberikan seluruh hartanya untuk Lucy, putri semata wayangnya.
Lucy kembali ke kediaman bersama Evan yang pulang sekolah bersamanya. Raut wajah Evan sangat bahagia karena pulang berjalan kaki sambil makan es krim dengan Lucy. Kylian melihatnya.
“Lucy, ada yang ingin aku bicarakan.” ucap Kylian.
Lucy menyuruh Evan naik terlebih dahulu. Setelah itu dia berbicara dengan Kylian.
“Jika kamu menunda kepergianmu karena anak-anak—”
“Aku hanya ingin menjalankan kewajibanku sebagai guru asuh anak-anak sampai masa kontrak habis. Jadi, aku berada di sini sebagai guru asuh anak-anak.” ucap Lucy lalu naik ke atas meninggalkan Kylian.
Selly menguping pembicaraan mereka dan mulai mengkhawatirkan Lucy yang masih berada di rumah ini dan bisa kapan saja menemui Kylian. Dia lalu merayu Kylian, agar dia bertukar peran di malam hari dengan Lucy. Dia ingin Lucy bekerja pulang pergi dan dia yang mengurus anak di malam hari. Dengan alasan agar dia bisa belajar dekat dengan anak-anak.
“Saya akan mendiskusikannya dengan anak-anak jika mengenai urusan Lucy.” ucap Kylian. Kylian lalu ke lantai atas dan menanyakan hal itu oepada anak-anak. Anak-anak dengan serempak langsung berkata: “Tidak.”
Tentu saja dia tidak mau Lucy digantikan oleh Selly meski hanya di malam hari saja. Bahkan mereka malah lebih ingin Selly segera pergi dari rumah. Kylian memberitahukan jawaban anak-anak pada Selly.
Keesokan harinya, Ethan menemui Selly. Dia meminta Selly untuk tidak mengusik mama mereka.
“Hey, Lucy itu bukan mama kalian lagi. Dia masih berada di sini karena ingin bekerja sebagai guru asuh kalian sampai kontrak kerjanya habis.” ucap Selly.
“Tapi kita masih menganggapnya mama dan sampai kapanpun tetap seperti itu. Kalau pun menjadi guru kita, apa hak tante ikut campur? Memangnya tante yang membayar gaji?” kata Ethan kesal.
Bersambung...
__ADS_1