
“Serigala berbulu domba. Berani-beraninya dia mengejar Pimpinan!?” Selly pun memanggil Lucy. Tetapi Lucy sedang bergegas akan pergi karena dipanggil Kylian.
“Bagaimana kalau besok pagi, bu? Saya diminta datang menemui Pimpinan.” ucap Lucy.
Lucy datang ke lokasi yang diminta. Sebuah restoran mewah berkelas ala Barat. Kylian sudah menunggu di sana.
“Tidak perlu gugup Lucy, kita hanya akan malam.”
Lucy mengira akan dimarahi karena Kylian mengajaknya bertemu di luar. Kylian bahkan tidak ada alasan untuk memarahi Lucy. Bahkan dia berterima kasih karena pertama kalinya Ethan pun meraih prestasi di sekolah. Kylian lalu menyodorkan amplop.
“Ini bonus atas kerja kerasmu.” kata Kylian.
Lucy merasa senang dan sedih di saat yang bersamaan. Senang karena mendapat bonus, sedih karena makan malam mereka tidak lepas dari masalah pekerjaannya. Entah mengapa dia merasa kecewa.
“Tapi, pak.. saya hanya menjalani tugas saya.. Bapak tidak perlu memberikan ini.” ucap Lucy.
Dia ingin Lucy tak ragu mengambilnya. “ini pertama kalinya sejak ibu anak-anak meninggal, saya merasa lega dan tidak ada beban mengenai anak-anak.”
“Bapak tidak perlu khawatir. Saya akan bekerja semaksimal mungkin.”
Ternyata diam-diam, Selly membuntuti Lucy. Dia merasa cemburu. Tetapi dia menghibur dirinya sendiri. Kylian hanya memberi bonus karena Lucy bekerja baik. Dia pun pernah diberi bonus dan makan bersama sama seperti Lucy sekarang. Selly tetap mengawasi Kylian dan Lucy.
Keluar dari restoran itu, Lucy menawarkan menraktir Kylian untuk ronde kedua. “Saya memiliki banyak uang sekarang. Ada kedai kopi dekat sini tempat aku pernah bekerja. Ada yang minumannya sangat sangat sangat enak!”
Kylian pun tersenyum setuju.
Hati Selly pun memanas, dahulu dia pernah menawarkan ronde kedua, tetapi Kylian menolak dengan halus. Tetapi kali ini Lucy dengan berani membujuk Kylian dan berhasil. Kylian dan Lucy keluar kedai sambil membawa minuman.
“Benar seperti kata kamu, sangat sangat sangat enak!”
“Benar, kan!” Lucy antusias.
Mereka berjalan sambil menghabiskan minuman. Di pinggir jalan Lucy melihat mesin pencapit boneka.
“Berapa banyak boneka yang pernah bapak dapatkan dari mesin ini?” tanya Lucy.
“Eh?”
“Apa jangan-jangan bapak tidak pernah memainkannya?”
“Say belum setua itu.” Kylian pun merasa tertantang dan membeli koin untuk memainkan mesin capit itu. Kylian berkata bahwa ronde ketiga ini dia yang bayar.
Mereka bermain. Lucy kecewa dengan Kylian yang tidak kunjung berhasil mendapatkan boneka.
__ADS_1
“Terus terang ini permainan keduaku. Dulu saya bermain dengan anak yang lari dari rumah.” ucap Kylian.
Gantian giliran Lucy yang bermain.
“Berapa tahun yang lalu itu?” tanya Lucy sambil bermain.
“Saya juga pernah bermain dengan laki-laki dewasa saat saya masih kecil dan saat itu saya kabur dari rumah. Saat itu saya sungguh tidak mau pulang, namun om itu mengancam akan melapor polisi. Jadi dia mengantarkan saya dengan sepeda, tapi karena saya tidak ingin pulang, saya pura-pura tidak ingat dimana rumah saya sehingga om itu berputar-putar di daerah itu. Aku rasa pasti kakinya pegal hahahahaha..” Lucy menceritakan kisahnya.
Kylian merasa dirinyalah laki-laki dewasa yang dimaksud Lucy. Karena kisahnya sama persis dengan yang Lucy ceritakan. Lucy pun tersadar.
“Kamu anak yang kabur itu!?”
“Om sepeda?”
Mereka tertawa bersama.
“Aku tidak menyangka anak kecil waktu itu sudah setinggi ini sekarang.” ucap Kylian.
“Hey, sepertinya saat itu aku sudah menegaskan kalau aku bukan anak kecil!?”
Mereka tiba-tiba menjadi akrab. Sekat formal antara mereka berdua sesaat menghilang.
Selly ternyata masih mengikuti mereka berdua. Dia sakit hati melihat keakraban Kylian dan Lucy. Dia langsung mengira Lucy sejak awal berencana mendekati Kylian.
“Kenapa kamu selalu kabur dari rumah? Dahulu.. dan malam itu..?” Kylian menanyakan mengapa Lucy selalu kabur dari rumah.
“Karena kakakku memakan es krimku.” jawab Lucy.
Kylian tertawa begitu tahu Lucy kabur karena eskrim. “Kamu memang benar-benar anak kecil.”
Lucy pun berbalik dan berjalan dengan mundur agar bisa berbicara sambil menghadap dengan lawan bicaranya. “Tapi, pak, perasaanku dahulu langsung membaik setelah berkeliling dibonceng dengan om sepeda.”
Lucy hampir keselimpet, Kylian dengan sigap menahan tangan dan bahu Lucy.
Dan berujung Kylian menggenggam tangan Lucy saat berjalan. “Mengapa kamu selalu ingin terjatuh?” Kylian beralasan.
“Aku sebenarnya sempat khawatir, apa anak kecil ini sungguh bisa pulang.”
“Masa? Bapak saja langsung pergi begitu saja tanpa mau memberi tahu nama. Bahkan saat pertemuan kita yang kedua, bapak juga tidak memberitahu nama bapak.”
Kylian tertawa. “Siapa yang mengira kita akan bertemu lagi?”
“Namaku Kylian.” ucap Kylian kemudian.
__ADS_1
“Baik, baik. Senang bertemu denganmu, Kylian.”
“Namaku Kylian. Jadi, jangan memanggilku ‘bapak’ lagi. Panggil aku Kylian.”
“Eh?”
“Orang rumah pasti akan terkejut, kan ya..” Kylian menjadi ragu.
“Baiklah. Kalau di rumah kamu boleh memanggil dengan sebutan ‘bapak’ tapi saat kita sedang berdua seperti ini tidak boleh.”
Lucy tersenyum. “Apakah itu perintah?”
“Ya. Kamu harus menaatinya.”
“Siap laksanakan, Kylian!”
Kylian tertawa. “Seperti rasanya baru kemarin, anak kecil itu sudah menjadi wanita yang cantik. Tetapi sekarang aku sudah menjadi om-om.”
“Kamu tidak seperti Om-om kok. Lebih mirip seperti pria hebat!”
“Wah, karena sudah ditraktir makan malam, kamu jadi pintar memuji.”
“Benar, kok!”
“Terima kasih, loh!? Aku senang mendengarnya.”
Selly masih membuntuti mereka. Dia panik kalau-kalau mereka pergi ke hotel. Selly hampir kecelakaan karena menerabas lampu merah.
Sebelum tidur Kylian kembali tak percaya, dia dipertemukan kembali dengan anak yang dahulu. Dan dua kali Lucy pergi dari rumah, dia selalu bertemu dengan Kylian.
Lucy juga merasa tak percaya.
“Apa kita ini sudah ditakdirkan?”
Kini Lucy beralih ke tangannya. Tangannya yang tadi digenggam oleh Kylian. Bahkan dia masih ingat rasa betapa hangatnya tangan Kylian saat menempel dengan tangannya. Tapi dia tidak berani memikirkan Kylian lebih lanjut.
Selly mengadu pada Nyonya Sandra perihal Kylian dan Lucy. Dia memperlihatkan foto sebagai bukti saat Lucy dan Kylian di luar tadi. Mereka merasa kesal karena di belakang mereka, Lucy mendekati Kylian. Nyonya Sandra berkata dia akan menyingkirkan anak itu.
Nyonya Sandra punya rencana licik. Dia menuju ke kamar Lucy. Lalu menaruh kalung berliannya di rak perhiasan Lucy. Ethan yang aneh melihat neneknya di lantai 2, diam-diam memperhatikannya. Dan dia menyaksikan perbuatan neneknya yang jahat itu.
Sore hari drama Nyonya Sandra dan Selly dimulai. Nyonya Sandra berteriak kehilangan perhiasan. Mereka berkata selama ini tidak pernah ada kehilangan sebelum Lucy datang. Mereka lalu menggeledah dan mengobrak-abrik kamar Lucy. Bibi Yola bingung karena tidak bisa mencegah mereka. Tentu saja mereka akhirnya menemukan kalung berlian di situ.
Lucy pun baru pulang dan kaget melihat kamarnya seperti kapal pecah. Lebih syok lagi ia tiba-tiba dituduh mencuri. Lucy berusaha menjelaskan tapi Nyonya Sandra heboh menuduh Lucy. Kylian dan Katherine pun datang mendengar ada keributan. Lucy menangis karena difitnah. Katherine berupaya membela Lucy.
__ADS_1
Bersambung...