Menikahi Tuan Duda!

Menikahi Tuan Duda!
41


__ADS_3

“Aku tidak tertarik mencarinya lagi. Aku tidak ingin menemukan wanita yang menelantarkanku.”


Harry pun lega mendengarnya. Sekaligus dia menyampaikan kabar baik kalau dia ditawari temannya untuk mengambil alih usaha restorannya. Terlebih, temannya tidak minta bayaran banyak hanya biaya tempat di awal saja. Harry pun akhirnya resmi mengambil alih usaha resto ayam. dia tidak lagi bekerja menjadi satpam di apartemen Katherine sehingga tidak perlu bertemu dengannya lagi.


Kylian mengajak Lucy bertemu makan siang. Dia segera keluar dari kantornya. Mereka akhirnya bertemu di taman.


“Kylian, sebaiknya kamu tidak perlu mencari ibu kandungku lagi.”


“Kenapa? Ada sesuatu yang terjadi? Kamu sudah menemukannya?”


”Aku tidak ingin mencari orang yang telah menelantarkanku di saat aku belum genap 100 hari. Aku saja tidak tega meninggalkan Valerie, Ethan, dan Evan.”


Di satu sisi Kylian sedih mendengar kisah Lucy. Namun di sisi lain dia senang mendengar Lucy tidak tega meninggalkan anak-anaknya. Dia berpikir apakah ada kemungkinan Lucy mengurungkan niatnya untuk pergi ke Perancis. Namun Kylian tidak mau berpikir terlalu jauh. Yang dia pikirkan adalah bagaimana dia menghibur Lucy dan mengembalikan keceriaan Lucy.


Setelah makan siang, Lucy heran karena mereka tidak pulang. Kylian tahu Lucy menyukai permainan mesin capit boneka. Dia ingin mengajak Lucy bermain mesin capit boneka supaya cepat kembali ceria.


Lucy sangat menikmati permainan mesin capit boneka. Dia bisa tertawa dengan kencang dan meledek Kylian yang sering kali gagal mendapatkan boneka. Kylian pun pantang menyerah. Dia melihat ada boneka beruang besar. Dia pun mengincarnya. Berkali-kali dia gagal hingga Lucy menyuruhnya untuk berhenti. Tapi Kylian tidak mau dengar. Dia terus mencoba sampai akhirnya mendapatkan boneka itu.


Dia pun kegirangan dan bahagia sekali sampai lupa kalau tujuannya adalah untuk menghibur Lucy. Namun Lucy juga tidak kalah bahagianya begitu Kylian mendapatkan boneka itu.


Lucy pulang memeluk boneka besar. Kylian mengatakan boneka itu untuk Lucy, jika ia sedang sedih, peluklah boneka itu.


“Kau suka boneka beruang itu?”


“Evan menyukai boneka beruang. Aku akan memberikan untuknya.”


“Evan lebih menyukai robot daripada boneka. Jika dia menyukai boneka beruang, aku akan membelikannya. Jadi, kamu bisa simpan boneka itu untukmu. Peluk dia saat kamu sedang sedih.”


“Kylian.. kamu tidak perlu—”


“Aku seperti ini karena aku telah menganggapmu teman. Teman saling membantu jika melihat temannya kesulitan. Jadi, kamu jangan menganggap ini hal yang special.” Kylian menyela kalimat Lucy.


Lucy mengangguk. “Baiklah. Besok temanmu ini akan kembali ceria lagi.”


Subuh keesokan harinya, Bibi Yola mencari Lucy ke kamarnya, tetapi Lucy berkata. Bibi Yola yang bertemu Kylian berkata Lucy pagi-pagi sudah tak ada di kamarnya. Padahal dia ingin minta bantuan.


“Lucy.. tok.. tok.. Lucy..” Bi Yola membuka pintu kamar Lucy. Ternyata Lucy tidak ada di kamar.

__ADS_1


“Astaga. Kemana dia pagi-pagi sekali.”


Kylian melihat Bi Yola turun dari atas. “Bi Yola, ada apa kamu dari atas pagi-pagi sekali?”


“Aku ada urusan di rumahku pagi ini, jadi aku akan meminta Lucy membantu menyiapkan sarapan. Tapi dia tidak ada di kamarnya, padahal masih pagi.”


“Mengapa tak di telepon saja?”


“Hp-nya ditinggalkan di kamar.”


Kylian tiba-tiba cemas. Dia pagi-pagi berkeliling mencari Lucy. Akhirnya ia melihat Lucy yang sedang berjalan memasuki komplek perumahan. Kylian lega menemukan Lucy, dia berlari ke arah Lucy, memegang bahunya.


“Lucy, ke mana kau pagi-pagi begini? Kau baik-baik saja?”


Lucy heran Kylian mencarinya.


“Kenapa heboh sekali? Aku membeli beberapa cemilan.” ucap Lucy sambil memperlihatkan kantong belanjaannya.


“Oh? Oooo.. Bi Yola di rumah panik mencarimu.”


“Kylian.”


“Apa kamu mencemaskanku?”


“Apa-apaan kamu ini? Aku hanya mencemaskanmu yang adalah karyawanku.”


“Lalu kalau Bi Yola yang hilang apa kamu akan berlari mengelilingi komplek untuk mencarinya?”


“Kenapa tidak?”


“Kalau Bi Yola sedih, apa kamu akan mengajaknya keluar dan makan lalu menghiburnya dan bermain mesin capit boneka?”


Kylian tentu saja tidak dapat menjawab.


“Apa? Maksudmu, aku melewati batas?”


“Lihatlah dirimu. Kamu panik mencariku. Apakah benar aku ini hanya temanmu?”

__ADS_1


“Ah.. aku rasa kamu belum terlalu mengenalku. Aku memang melakukan ini ke semua temanku.”


“Buktinya, saat kamu akhirnya menemukanku, kamu memegang bahuku dan bertanya apa aku baik-baik saja. Bukan itu saja, saat aku menelepon dan mengatakan aku naik bis hingga sampai ke perhentian terakhir, kamu datang menjemputku dalam sekejap. Kamu juga mengajakku makan dan menghiburku dengan bermain mesin capit boneka. Bukan begitu cara bos memperlakukan pegawainya. Kamu masih menyukaiku, ya?”


“Baiklah. Kalau begitu, aku yang salah. Aku hanya ingin menyemangatimu dan membuatmu kembali ceria tapi kurasa itu membuatmu salah paham dan salah menafsirkan kebaikanku ini. Tapi, kamu harus tahu kalau aku akan melakukan ini ke Gita ataupun Bi Yola jika mereka mengalami hal serupa denganmu.”


“Wah. Kamu serius?”


“Tentu saja. Jadi, tolong jangan salah paham. Mulai saat ini, kita tidak boleh melewati batasan ini.” Kylian mengangkat tangannya setengah dada dan memberitahu batasan di antara mereka.


“Memang apa salahnya jika kamu menyukaiku? Kalau begitu, kamu sangat tidak ingin menyukaiku, ya?”


“Anak-anak mungkin sudah bangun dan mencari kita. Kita harus kembali sekarang.” ucap Kylian lalu membalikkan badannya dan berjalan.


“Baiklah! Kamu telah mempertegas batasan kita. Aku tidak akan melewati batas mulai sekarang.”


“Sia-sia menjadi bos yang murah hati.”


Kylian bersiap ke kantor, saat memasangkan dasi di depan cermin, dia berpikir sejenak. “Sebenarnya, apa salahnya jika aku masih menyukai, Lucy? Tunggu, tunggu. Itu jelas sebuah kesalahan. Aku ini sudah berusia 41 tahun dan seorang duda dengan 3 anak. Lucy benar, aku memang masalahnya. Aku sudah melewati batas.” Kylian menyadari bahwa dia sudah melewati batas.


Lucy pulang ke rumah ayahnya untuk menemui ibu tirinya, Yuni. Dia memberi hadiah mantel, dan suplemen kesehatan untuk ibunya juga memberi ibu tirinya uang saku.


“Ini mantel dan vitamin untuk ibu agar tetap sehat.”


“Ada acara apa? Hari ini bukan hari ulang tahun ibu. Ini pasti mahal. Ah, aku menyukainya.”


“Ini juga ada sedikit untuk ibu belanjakan.”


“Kamu juga memberi kita uang? Astaga, Lucy. Ada apa ini? Kamu ingin pergi ke Perancis?”


“Selama ini aku telah menjadi anak yang tidak berbakti pada ibu. Aku membuat hidup ibu sulit, ‘kan? Ibu, maafkan aku.”


“Tidak apa-apa. Ibu berterima kasih atas niatmu, tapi ibu tidak akan menerima ini. Ayahmu akan memarahi ibu. Ambil kembali.” Yuni menyodorkan kembali amplop berisi uang yang diberikan Lucy.


“Itu bahkan tidak banyak. Setidaknya aku bisa melakukan ini untuk mengingat cara ibu membesarkan aku. Jadi, ibu tolong ambil saja. Aku akan sering datang dengan membawa hadiah yang banyak mulai sekarang. Dan, terima kasih, ibu, karena sudah membesarkan aku.” Lucy memberikan kembali amplop berisi uang.


Lucy meminta maaf karena telah salah paham selama ini, dan berterima kasih karena ibu tirinya Yuni yang sudah membesarkannya selama ini, sebagai anak yang ditelantarkan. Yuni menitikkan air mata karena terharu. Mereka berpelukan penuh haru.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2